Menristekdikti Soroti Pentingnya Riset Dan Daya Saing Bangsa di SNSRT UPH - Analisa - www.indonesiana.id
x

(ka-ki) Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc – Rektor UPH, Prof. Ismunandar – Dirjen Belmawa RISTEKDIKTI, Mochtar Riady – Founder of Lippo Group, MENRISTEKDIKTI Prof. H. Mohamad Nasir, Ph. D., Ak., Stephanie Riady – Vice President for Marketing dan External Cooperation & Business Development UPH, beserta Eric Jobiliong, Ph.D. Dekan FaST UPH, dan dosen UPH.

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 9 Juli 2019 11:23 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Menristekdikti Soroti Pentingnya Riset Dan Daya Saing Bangsa di SNSRT UPH

    Dibaca : 484 kali

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) Republik Indonesia,  Prof. H. Mohamad Nasir, Ph. D., Ak., membahas pentingnya riset dan tantangan ketahanan pangan, kesehatan, serta mitigasi kebencanaan di era industri 4.0 saat membuka Seminar Nasional Sains, Rekayasa, dan Teknologi (SNSRT) yang diadakan Universitas Pelita Harapan pada 26 Juni 2019, di Kampus UPH Lippo Karawaci.

    Dalam pidatonya, menteri menyampaikan pentingnya Indonesia memiliki masterplan of national research. Ia menegaskan dalam kepemimpinannya telah menetapkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-20145 mencakup 10 bidang strategis  yang menjadi perhatian pemerintah. Diantaranya ia menyinggung masalah ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan dan kebencanaan.

    Ia mencontohkan integrasi berbagai bidang strategis yang perlu mendapat perhatian dari dunia pendidikan.

    “Kesehatan jangan hanya dinikmati oleh orang kota saja. Semua orang harus bisa menikmati kesehatan dengan baik. Pendidikan kesehatan harus bisa menyebar dan ini akan menjadikan layanan kesehatan semakin baik. Tapi ini juga masih menghadapi tantangan yang berat dan tidak ada di Indonesia, seperti bagaimana rakyat Indonesia tetap selamat dari bencananya dan pangan terpenuhi dengan baik dan kesehatan tetap terjaga” jelas Menteri Mohamad Nasir.

    MENRISTEKDIKTI SEBAGAI KEYNOTE SPEAKER DI SNSRT 2019

    Menteri juga mengingatkan tantangan dunia pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas.

    “Yang saya canangkan adalah selalu National Competitiveness daya saing bangsa. Di dalam daya saing bangsa itu yang selalu saya tetapkan adalah bagaimana kualitas pendidikan perguruan tinggi di masa yang akan datang mampu bersaing dan menciptakan para lulusan yang berkualitas dalam bersaing di kelas dunia,” tegas menteri.

    Menteri Mohamad Nasir juga mengapresiasi UPH karena telah memberikan dukungan serta support terhadap pemerintah melalui program studi yang terkait dengan bidang kesehatan seperti kedokteran dan kemajuan dalam science and technology.

    Pembukaan SNSRT 2019 di UPH

    Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc – Rektor dari UPH menyambut baik kedatangan Menristekdikti untuk memberikan arahan-arahan beserta pengetahuannya kepada mahasiswa UPH dan peserta SNSRT.

    “Kita dari UPH sangat bersyukur bahwa dalam seminar ini Bapak Menteri berkenan datang dan memberikan pengarahan-pengarahannya yang sangat penting. Kehadiran Bapak Menteri memberikan bobot sendiri terhadap tema seminar nasional hari ini yaitu tantangan yang dihadapi dalam memasuki Industri 4.0 di bidang pangan, kesehatan, dan bencana. Oleh karena itu, hasil dari seminar ini, diharapkan menjadi masukan-masukan penting bagi pemerintah, masyarakat, dan peneliti untuk muncul atau tampil dengan gagasan-gagasan yang penting untuk perbaikan pertanian pangan, ketahanan kesehatan, dan mitigasi” pungkas Rektor.

    Usai memberikan pidato,  Menristek Dikti membuka rangkaian seminar dengan pemukulan gong didampingi  Prof. Ismunandar – Dirjen Belmawa RISTEKDIKTI, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc – Rektor UPH, Mochtar Riady – Founder of Lippo Group,  Stephanie Riady – Vice President for Marketing dan External Cooperation & Business Development UPH,  beserta Eric Jobiliong, Ph.D. Dekan FaST UPH. (pl)

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.122 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).