Mahasiswa S3 MP Unpak Perkuat Tradisi Akademis untuk Antisipasi - Viral - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 11 Juli 2019 20:04 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Mahasiswa S3 MP Unpak Perkuat Tradisi Akademis untuk Antisipasi

    Dibaca : 195 kali

    Kuliah dari pagi hingga senja itu tidak mudah. Bukan hanya lelah tapi juga mudah buyar. Maka harus ada cara sendiri untuk tetap semangat. Saat kuliah hingga senja. Kondisi itulah yang dijalani mahasiswa Program Doktor – S3 Manajemen Pendidikan kelas 18KS2 Pascasarjana Unpak hari ini. Sejak pagi menimba mata kuliah “Ekonomi Pendidikan” dari Dr. Widodo Sunaryo lalu berlanjut hingga sore mata kuliah “Metodologi Penelitian II” dari Dr. Hj. Rita Setyawati, suka tidak suka, harus tetap fokus kuliah. Karena perjuangan memang harus lebih besar daripada sekadar tekad. Serius tapi rileks, begitulah suasana di dalam kelas. Apalagi setiap mahasiswa ditemani segelas “Susu Mbok Darmi”.

    Jauh lebih penting dari kuliah hingga senja hari. Adalah tekad membangun suasana kebersamaan, dalam balutan akademis tiap kali kuliah. Tujuannya sederhana, agar tetap semangat dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu di tahun 2021. Sekalipun dihadapkan pada tugas menumpuk; mulai dari tugas individu, membuat paper, presentasi hingga memfinalkan judul disertasi.  Sekitar 23 mahasiswa kelas 18KS2-Unindra Program Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak terus memacu motivasi untuk kuliah. Dalam bingkai “kebersamaan akademis”. Karena kuliah bukanlah untuk mengalahkan orang lain, melainkan untuk memperbaiki diri.

    Tradisi akademis, tentu bukan melulu soal kepintaran dan kecerdasan. Tradisi akademis pun butuh suasana dan lingkungan yang kondusif. Termasuk para mahasiswa, khususnya program Doktor – S3 pascasarjana di manapun kampusnya. Belajar dan merevitalisasi tradisi akademis berbasis kebersamaan. Itulah spirit yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang. Sebuah  sikap dan perilaku belajar yang menegaskan bahwa kita tidak sendiri. Tapi kita ada karena bersama-sama.

    Kebersamaan akademis bukanlah tanpa alasan. Karena tanpa kebersamaan, tidak mungkin timbul sikap peduli antar satu dengan lainnya. Sikap saling membantu, akrab, dan memelihara tekad untuk selesai studi tepat waktu. Seperti hadirnya ekonomi pendidikan adalah untuk menjawab masalah “scarcity” alias kelangkaan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Maka dengan dukungan, kemampuan berpikir dan kualitatif metodologi. Maka calon dokctor harus mampu memberi kontribusi keilmuan dan profesionalisme kepada organisasi dan masyarakat.

    Di tengah arus individualistis seperti sekarang, membangun kebersamaan akademis menjadi kian penting. Rene Descartes menyebutkan bahwa dalam diri manusia selalu ada dualisme antara rescogitans (jiwa bernalar) dan res-extensa (jasmani yang menguat). Bila tidak dikendalikan, maka salah satunya akan menjadi dominan dan “membunuh” lainnya. Ketika itu terjadi, maka di situlah keangkuhan akademis muncul atau kesombongan fisik mengemuka. Maka cara sederhana untuk antisipasinya adalah memperbesar ruang “kebersamaan akademis” sebagai bekal ketuntasan belajar.

    Kebersamaan akademis bukan hanya spirit. Tapi simbol bahwa mahasiswa jangan sampai ogah-ogahan dalam kuliah. Tapi bersikap spartan untuk belajar sambil membangun kebersamaan. Karena “tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Tidak ada kemudahan tanpa doa. Bahkan tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan… Tabik #S3MPUnpak #2018KS2Unindra #PascaUnpak


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 624 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).