x

makar

Iklan

Da Feb

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Makar atau Pembusukan Karakter?

Artikel tentang upaya makar sejak orde baru hingga reformasi. umumnya aktor yang dituding makar menuai pembusukan karakter.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pada tahun 1976 suhu perpolitikan Indonesia agaknya juga tidak kalah panas dibanding saat ini, pemicunya adalah gerakan Sawito. Gerakan ini dituding sebagai kudeta pertama di jaman Orba. Sawito membuat geger bukan saja karena tudingan kudeta tersebut, tapi juga keberadaan tokoh-tokoh penting yang merasa dijebak oleh Sawito. Mereka adalah Bung Hatta, Buya Hamka, TB Simatupang, Kardinal Justinus Darmoyuwono dan R. Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Meskipun Orde Baru cuma memberlakukan hukuman pada Sawito, tetap saja toko-toko nasional diatas kecipratan noda untuk nama baik mereka.

Kini, mari kita beralih pada tahun 1998, tahun dimana Soeharto lengser.Pada momen ini giliran beberapa orang yang terserempet tudingan melawan pemerintah. Diantaranya Benny Mordani, dan Sofyan Wanandi. Imbasnya, Sofyan Wanandi menjadi buronan beberapa saat. Sementara Benny Moerdani pasca reformasi namanya nyaris tak terdengar lagi. Terlepas, tudingan buronan yang dipicu sikap beseberangan dengan pemerintah, benar atau tidak. Nama Sofyan sudah terlanjur tercemar oleh tudingan itu. Setidaknya demikian arsip yang terurai di dunia maya hingga kini.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sekarang marilah kita melirik tahun 2016, ada 10 nama yang diduga melakukan makar. Dari beberapa terduga, terdapat sejumlah nama yang agaknya punya brand tersendiri. Mereka adalah, dua purnawirawan Abri hijau (Adityawarman Thaha dan Kivlan Zein), keluarga Soekarno (Rachmawati Soekarno Putri), dan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (Firza Husein). Nama-nama tersebut bagi mereka yang lihai memainkan isu, dapat menjadi sasaran tembak untuk pemilu 2019.

Dalam hal ini sosok seperti Kivlan dan Aditiyawarman yang dikenal dekat dengan Prabowo, rentan di follow up untuk memojokan Prabowo pada pemilu 2019 mendatang. Lebih dari itu, teseretnya kedua jendral yang dekat dengan Prabowo, dapat ditafsirkan sebagai pembalasan dari kubu yang tidak senang dengan momen 1998. Disisi lain Rachmawati Soekarno Putri, meskipun bertindak selaku Wakil Ketua Umum Gerindra, tetap saja brand Soekarno menjadi sasaran untuk dideskreditkan pada 2019. Terakhir Firza Husein, embel-embel Cendana yang menaunginya, merupakan amunisi mumpuni bagi mereka yang tak suka manuver Keluarga Cendana tahun 2019.

Jadi, ini makar atau pembusukan karakter? 

Satu hal yang dicatat, tak satu pun, dari mereka yang dituding makar sebelum tahun 2016, mendapati putusan hukuman seumur hidup.

artikel ini bersumber dari blog TIKPAT.com

Ikuti tulisan menarik Da Feb lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler