Pilkada Aceh Membawa Kesejukan dan Kedamaian - Analisis - www.indonesiana.id
x

Sisca Mutiara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pilkada Aceh Membawa Kesejukan dan Kedamaian

    Setelah proses pilkada berakhir, para pemimpin dan tokoh-tokoh di Aceh kedepannya harus selalu memberikan kesejukan, kedamaian dan teladan bagi masyarakat.

    Dibaca : 2.478 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pelaksanaan pencoblosan Pilkada serentak 2017 di Aceh telah berakhir pada beberapa waktu lalu dengan tertib, aman dan damai. Tinggal menunggu hasil penghitungan suara resmi dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

    Menjelang berakhirnya proses pilkada ini, ada pemandangan sejuk yang diperlihatkan oleh dua calon gubernur (cagub) yaitu Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf. Keduanya menggelar pertemuan khusus di sebuah rumah kawasan Kampung Pineung, Banda Aceh, Rabu (22/2). Pertemuan itu diakhiri dengan sesi wawancara dan makan siang bersama diselingi canda tawa.

    Para Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Aceh mengapresiasi bahkan memuji kekompakan yang diperlihatkan Muzakir Manaf (Mualem) dan Irwandi Yusuf dalam “pertemuan rekonsiliasi pascapilkada”, Rabu (22/2) siang di sebuah rumah di kawasan Kampung Pineung, Banda Aceh.

    Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim MA mengatakan, pertemuan dua calon gubernur Aceh yang bersaing ketat itu sebagai langkah maju dalam perpolitikan Aceh.

    Sebagai mantan kombatan, rekonsiliasi itu seharusnya tidak hanya dilakukan Mualem dan Irwandi saja, tetapi juga diikuti dr. Zaini Abdullah, Malik Mahmud Al-Haythar, dan Zakaria Saman alias Apa Karya. Mereka, harus berperan untuk memberikan kedamaian Aceh, termasuk melibatkan paslon lain. “Karena yang panas dalam pilkada bukan hanya dua, yang lain juga kena getahnya. Jadi, kita mau semua calon bersatu kembali.

    Apresiasi juga datang dari Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Yusny Saby, MA yang menyatakan, Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf telah menunjukkan teladan yang baik bagi rakyat Aceh pasca pilkada 2017 yang kompetitif.

    Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf adalah orang terhormat, mereka pemimpin Aceh. Ketika mereka menunjukkan keakraban, kedamaian, dan keintiman, sejatinya ini juga diikuti oleh empat pasangan lainnya yang bertarung pada Pilkada Aceh kali ini.

    Semoga dinamika pilkada Aceh kali ini menjadi tonggak bersejarah pada kemajuan perpolitikan di Aceh. Harapan dan tantangan berat kedepan tentunya akan menjadi tanggung jawab pemimpin terpilih beserta masyarakat Aceh. Siapapun yang terpilih menjadi orang nomor 1 di Aceh harus mampu mewujudkan kemajuan, kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh.

    Pemimpin terpilih harus mengobarkan semangat untuk bersatu bangkit membangun daerah dengan merangkul semua komponen masyarakat, jangan lagi ada sikap pilih kasih dalam membagi hasil pembangunan terhadap masyarakat yang mendukung dan yang tidak mendukung dalam pelaksanaan pilkada.

    Momen Pilkada Aceh 2017 harus membawa kesejukan dan kedamaian untuk selamanya. Para pemimpin dan tokoh-tokoh di Aceh kedepannya juga harus selalu memberikan teladan bagi masyarakat. Kemudian yang tidak kalah penting yaitu harus lebih peka dan peduli terhadap penderitaan masyarakat dan mampu menghadirkan jalan penyelesaian terbaik atas semua persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Ikuti tulisan menarik Sisca Mutiara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.