Ada Apa dengan Reshuffle Kabinet Kerja? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Sisca Mutiara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ada Apa dengan Reshuffle Kabinet Kerja?

    Berkembangnya isu pergantian (reshuffle) menteri kabinet kerja Jokowi-JK menjadi sebuah isu politik yang hangat akhir-akhir ini.

    Dibaca : 1.743 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berkembangnya isu pergantian (reshuffle) menteri kabinet kerja Jokowi-JK menjadi sebuah isu politik yang hangat akhir-akhir ini. Adanya sinyal reshuffle kabinet tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat Kongres Ekonomi Umat di Hotel Sahid, Sabtu 22 April 2017. Presiden mengatakan tak segan mencopot menteri yang tak berhasil mencapai target. Jika sang menteri tak mampu mencapai target, pergantian atau pergeseran posisi menteri alias reshuffle adalah jawabannya. Reshuffle kabinet merupakan langkah tepat demi mewujudkan program-program pemerintah yang sudah dicanangkan atau ditargetkan.

    Namun, seringnya pergantian kabinet disisi lain juga menimbulkan asumsi dan pertanyaan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid, mempertanyakan kemampuan Presiden Joko Widodo dalam merekrut dan menempatkan para menteri di kabinet yang dipimpinnya. "Jika sering reshuffle kabinet, maka yang harus dipertanyakan adalah kemampuan presidennya. Terutama dalam rekrutmen calon (menteri) hingga penempatan sesuai dengan potensinya dan dalam pemberian arahan kerjanya,” kata Sodik, Selasa 25 April 2017. Sebagai contoh, Menteri Agraria yang kemarin di-reshuffle dan diganti menteri baru tapi kemarin sudah dikritik lagi oleh presiden. Pertanyaannya, bagaimana pola rekrutmen, penempatan, kualitas arahan dan kepemimpinan Presiden Jokowi?

    Perkembangan permasalahan ekonomi, politik dan keamanan yang dihadapi oleh pemerintahan Presiden Jokowi saat ini, menjadi salah satu bentuk masalah yang belum dapat dipecahkan dan ditangani serta dikelola dengan baik oleh para menteri kabinet kerja Presiden Jokowi. Kemudian, beredar kabar jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan masuk dalam kabinet kerja Jokowi-JK menggantikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Apakah Mendagri juga tidak mampu mencapai target yang diharapkan oleh Presiden Jokowi?

    Pengamat politik dari Pusat Kajian Komunikasi Politik (PKKPI) Gede Soekawati melihat bahwa jika saja petahana yang baru saja kalah di Pilgub Jakarta masuk Kabinet, maka dipastikan Kabinet makin memble. Gede melihat itu sebuah spekulasi jika Jokowi mengangkat dia jadi menteri. “Jelas kalau kabinet asal-asalnya maka kabinet bukan malah baik tapi malah Memble, saran saya pilih yang baik dan kuat selamanya dalam periode kepemimpinan, karena bongkar pasang itu tak mutu, kan kerja untuk bangsa ini masih banyak yang lain, daripada gaduh politik gara-gara mau ada reshuffle,” pungkasnya.

    Kesimpulannya, reshuffle kabinet di satu sisi merupakan langkah positif namun disisi lain menghadirkan penilaian negatif dari berbagai pihak dan publik akibat seringnya pergantian menteri. Reshuffle kabinet kerja tidak hanya menjadi tolak ukur bagi kinerja para menteri, akan tetapi juga menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pemerintahan.

    Ikuti tulisan menarik Sisca Mutiara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.