x

Iklan

fintecher

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Cuan Fintech Payment Menggiurkan

Bonus demografi berpotensi mendatangkan cuan dan anugerah bagi fintech sektor payment seiring penyiapan kualitas SDM dan edukasi generasi milenial.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Perusahaan financial technology (fintech) sektor pembayaraan (payment) di Indonesia makin marak dan menggiurkan. Data terkini Asosiasi Fintech Indonesia menunjukkan sektor payment ini mendominasi gurita Fintech dengan penetrasi membanggakan sebesar 40%, meninggalkan sektor lending (23%), agregator (12%), crowdfunding (7%), personal/financial planning (7%) dan sekor lainnya (11%).

Sektor payment memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena kehadirannya mempermudah dan memangkas alur transaksi pembayaran. Masyarakat makin dimudahkan untuk melakukan transaksi hanya dalam hitungan detik secara digital, teristimewa melalui perangkat smartphonenya.

Sebagai contoh, saat seseorang ingin membayar tagihan listrik, beli pulsa, transfer dana hingga membayar BPJS, ia harus melungkan waktu menuju ke mesin ATM hingga antre di loket pembayaran. Namun cara tersebut kini sudah ketinggalan zaman. Sudah tidak zamannya lagi orang pergi ke galeri ATM atau antre di loket pembayaran. Orang tidak mau repot. Fintech sektor pembayaraan (payment) pun menjadi jawaban sekaligus solusi. Alhasil, pembayaran digital ini pun harus diakui makin digemari dan laris-manis.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tak mengherankan, Asosiasi Fintech Indonesia pun berani memprediksi pada 2017 ini total nilai transaksi fintech bakal mencapai US$ 18,62 miliar dengan penetrasi pembayaran digital mencapai US$ 18,58 miliar, jauh melangkahi pembiayaan personal yang mencapai US$ 20 juta dan pembiayaan bisnis yang baru menyentuh angka US$ 13,5 juta.

Uniknya, Asosiasi Fintech Indonesial juga lantas memperkirakan sektor payment ini akan meningkat signifikan dengan peningkatan total nilai transaksi hingga hampir 100% pada 2021 dengan capaian US$ 36.607 miliar.

Menarik bahwa prediksi peningkatan pada 2021 ini ternyata sejalan dengan fenomena bonus demografi di Indonesia. Seperti ketahui, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2020-2030.

Sebagai suatu fenomena yang bakal mendatangkan cuan dan berkah, bonus demografi menghadirkan struktur penduduk yang sangat menguntungkan untuk sektor payment karena jumlah penduduk usia produktif dengan ciri khas milenialnya sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.

Di era bonus demografi mendatang jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) akan mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun).

Bonus usia angkatan kerja ini tentu bakal tergerak untuk menikmati dan memanfaatkan fintech sektor payment seiring dengan penetrasi penggunaan teknologi dan internet yang terus melonjak drastis. Ke depan, produk teknologi dengan benchmark yang mumpuni sebagai sarana payment akan makin terjangkau di tengah ketatnya persaingan kualitas.

Di sisi lain, suburnya payment bakal tersokong oleh kemudahan akses internet. Situs WeAreSocial dalam survei terkininya (Januari 2017) mencatat dari total populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang, terdapat 132 juta penduduk Indonesia yang memiliki akses internet. Dengan kata lain, sebanyak 51% dari total populasi Indonesia kini sudah familiar dengan internet. Hasil survei WeAreSocial juga memperlihatkan data yang cukup mengejutkan dimana terdapat data 371 juta untuk mobile subscriptions. Angka ini sejatinya mau merepresentasikan bahwa satu orang kini bisa memiliki smartphone lebih dari satu.

Berkaca pada fakta-fakta di atas, bonus demografi berpotensi mendatangkan cuan dan anugerah bagi fintech sektor payment seiring penyiapan kualitas SDM dan edukasi generasi milenialnya. Tak dapat dipungkiri, fintech sektor payment ke depannya bakal makin moncer. Apalagi, ekosistem industri yang satu ini kini makin kokoh dengan teknologi termutakhirnya.

Ikuti tulisan menarik fintecher lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler