x

Iklan

Rosse Hutapea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Icon Taman Fatahillah Raih Penghargaan IGDA2

Icon Taman Fatahillah karya Eston K. Mauleti, Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan (DKV-UPH) raih IGDA2 Kategori Akademisi

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Icon Taman Fatahillah karya Eston K. Mauleti, Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan (DKV-UPH) terpilih sebagai pemenang Kategori Akademisi pada Indonesian Graphic Design Award (IGDA) 2 yang diumumkan pada 27 Agustus 2017, di FGD Expo Plenary pre-function, Hall B. Jakarta Convention Centre.

Icon Taman Fatahillah mengangkat karakteristik kota tua ke dalam 256 icon. Karya ini dituangkan dalam bentuk buku konsep dan poster berukuran A0 yang direview oleh panitia IGDA2. Prestasi ini mengukuhkan komitmen Eston sebagai akademisi yang terus mengupdate pengetahuan dan standar kualitas desain grafis sesuai perkembangannya.

Icon Taman Fatahillah berangkat dari keinginan untuk mengabadikan central kota Jakarta atau  kota tua yang menyimpan banyak atribut mulai dari masa lampau hingga masa kini. Dan bila kita lihat masa sekarang, di tempat ini juga berkumpul berbagai orang dari berbagai usia dan kelas. Melalui karya Icon Taman Fatahillah ini tersirat harapan jangan sampai perkembangan jaman menggerus sejarah yang pernah ada di icon Jakarta tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Melalui pemahaman akan fungsi desain grafis, salah satunya untuk merepresentasikan karakteristik realitas dalam bentuk ikon grafis, Eston mengajak khalayak luas untuk merasakan karakteristik dari realitas yang ada.

“Icon adalah fungsi bahasa sekaligus memperpendek meniru benda nyata dalam bentuk gambar. Ikon adalah bahasa visual yang sederhana, unik, dan mudah dikenali oleh masyarakat global. Prinsip dan ikon Gestalt merupakan perpaduan yang tepat dalam proses pembuatan ikon grafis Taman Fatahillah. Alun-alun Taman Fatahillah merupakan panggung besar berbagai peran kehidupan warga Jakarta yang berjalan dari waktu ke waktu. Pola perilaku orang di Jakarta adalah pemanandangan yang menarik dan unik. Jadi melalui penciptaan ikon grafis Taman Fatahillah, khalayak luas bisa menghargai Alun-alun Fatahillah dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai keunikan. Inilah kekayaan yang dapat kita wariskan kepada generasi masa depan,” jelas Eston.

Karya Eston ‘Icon Taman Fatahillah’ memenuhi kualifikasi yang ditetapkan IGDA untuk mengangkat konten lokal. Melalui penggalian sumber-sumber ide dan proses desain, dihasilkan karya yang dapat dinikmati secara luas bagi komunitas lokal dan internasional.

IGDA, lebih dari sekedar ajang penghargaan dan kompetisi pada umumnya, sesungguhnya menjadi cermin para petani desain untuk berintrospeksi kembali membumi, memberi kehidupan kembali kepada desain lokal! Karena terbukti, yang mampu bertahan dalam serbuan pasar global adalah petani desain yang mampu menghidupkan kembali inti-inti kebudayaan lama sebagai basis desain lokal untuk bersaing dan memiliki karakter di dunia internasional.

IGDA merupakan wujud penghargaan bermartabat bagi insan Desain Grafis Indonesia (praktisi dan akademisi) atas pencapaian kualitas karyanya yang diselenggarakan setiap 2 tahun di Indonesia. Ajang IGDA diharapkan dapat menciptakan suatu standar yang menjadi tolok ukur (benchmark) bagi kualitas desain grafis Indonesia – yang setiap tahunnya dinyatakan kepada publik nasional dan internasional – sehingga kelak eksistensi desain grafis Indonesia bisa diperhitungkan di dunia internasional. Selain itu secara sistematik diharapkan terjadi pendokumentasian karya-karya desain grafis Indonesia untuk kelak diwujudkan dalam bentuk Museum Desain Grafis Indonesia yang berfungsi sebagai pusat studi dan pengembangan desain grafis Indonesia. 

 

Ikuti tulisan menarik Rosse Hutapea lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler