Teknologi Sangat Mengubah Cara Kita Berkomunikasi

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Teknologi digital mengubah banyak hal dalam cara kita berkomunikasi.

 

Di jaman now, meme merupakan bentuk ekspresi yang menggambarkan obyek secara karikatural, semacam plesetan visual yang dibumbui kata-kata bila perlu. Ketika kritik serius dianggap angin lalu, meme menjadi kritik karikatural yang lebih mampu mengundang perhatian banyak orang. Jika dulu karikatur hanya dinikmati di surat kabar dan majalah cetak, kini siapapun dapat mempublikasikan karikatur (dalam wajahnya yang baru sebagai meme) dan karikatur akan menyebar cepat melalui media sosial.

Distribusi konten meme yang amat cepat menjadikan meme pusat perhatian publik. Sebuah meme yang inspiratif berpotensi menstimulasi orang lain untuk mengkreasi meme dengan obyek yang sama. Sebuah obyek, orang, ataupun peristiwa dapat melahirkan beragam meme, sehingga meme menjadi sebentuk kreativitas sosial, meskipun tidak terhindari munculnya meme yang ‘kejam’ dalam mengkarikaturkan obyeknya. Sebagian orang tersenyum, tapi figur yang jadi obyek meme boleh jadi tersinggung.

Meme sebenarnya kata lama yang dipungut dari perbendaharaan bahasa Yunani kuno, ‘mimeme’ atau ‘obyek tiruan’; kalau jaman sekarang, ya plesetan atau karikatur. Adalah ahli biologi evolusioner Richard Dawkins yang mengambil kata Yunani dan memakainya untuk bukunya yang terbit pada 1976, The Selfish Gene. Di era sekarang, meme diadopsi sebagai bentuk ekspresi yang dikomunikasikan melalui perangkat digital—di media sosial, di blog, di website.

Tidak seperti dulu ketika media cetak berjaya, karikatur adalah wilayah yang ‘dikuasai’ oleh sedikit karikaturis yang memiliki kemampuan menggambar tangan, misalnya saja G.M. Sudarta di harian Kompas dan Pri di Majalah Tempo. Kini, siapapun dapat membuat karikatur digital. Aplikasi pengolah gambar, seperti Photoshop, memungkinkan orang untuk mendistorsi dan memanipulasi obyek tertentu, foto seseorang atau benda misalnya, menjadi meme. Sebuah peristiwa, contohnya ketika mobil yang ditumpangi Setya Novanto, menabrak tiang, muncul puluhan kreasi meme.

Teknologi digital mengubah banyak hal dalam cara kita berkomunikasi. Pertama, kecepatan komunikasi meningkat pesat dibandingkan dua dasawarsa yang lampau ketika kita baru saja memasuki era seluler. Lalu lintas dan volume data yang lalu lalang di jalan raya internet meningkat terus.

Kedua, peningkatan volume data dan suara itu terjadi karena semakin banyak orang dapat mengakses teknologi komunikasi. Jumlah pelanggan Telkomsel saat ini jauh melampaui jumlah pelanggan pada tahun pertama perusahaan (1995).

Ketiga, teknologi memengaruhi perkembangan bahasa. Banyak sekali istilah baru yang tumbuh dan diadopsi seiring dengan munculnya aplikasi baru. Sebagian istilah memang sudah ada tapi disegarkan kembali dalam konteks komunikasi yang baru. Simbol-simbol percakapan terus berkembang.

Keempat, teknologi menjadi medium ekspresi. Banyak orang mengunggah hasil kreasinya dalam beragam format (teks, visual, audio) ke Facebook, Snapchat, Youtube, dan Instagram. Terbuka peluang bagi siapapun untuk dikenal publik luas.

Kelima, teknologi memudahkan manusia berkomunikasi kapan saja dan dari mana saja asalkan akses internet tersedia. Kemudahan ini meningkatkan frekuensi interaksi manusia jauh melebihi dua dasawarsa yang lampau. Di masa lalu, kita masih sukar berkomunikasi antar kota karena keterbatasan akses saluran telepon.

Keenam, kemudahan akses beragam aplikasi teknologi mendorong orang untuk semakin menyingkapkan dirinya di depan publik. Apa yang kita saksikan ialah semakin membaurnya yang personal dan yang sosial. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
dian basuki

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua