Tantangan Mahasiswa Kelas Eksekutif President University

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Menyajikan pengalaman selama berkuliah program kelas malam di kampus President University, Jababeka, Cikarang.

Seperti aksioma, pendidikan mengantar seseorang membuka peluang kesuksesan yang lebih baik. Akan tetapi tidak sedikit juga yang bisa sukses tanpa harus mengeluarkan sepeserpun untuk sebuah lembaga pendidikan. Berkuliah sebenarnya adalah kebutuhan pribadi individu. Saya terkadang mengernyitkan dahi ketika seseorang bercerita, ia berkuliah tanpa dilandasi motivasi dari diri sendiri. Meskipun menjadi tidak terlalu masalah asalkan tanggung jawab sebagai pelajar tetap dijalankan dengan baik. Tetapi apa sebenarnya esensi dari pendidikan?

Saya tidak ingin mengulas teori-teori yang berkaitan dengan pendidikan, pengalaman sayalah yang akan mengisahkan tentang pendidikan itu sendiri.

Saya diterima bekerja disebuah BUMN dengan ijazah DIII. Merasakan lingkungan kerja yang dipenuhi orang pintar dan kritis telah membuat saya mulai bercermin pada diri sendiri. Ya, saya perlu belajar ke tingkat yang lebih tinggi untuk menyesuaikan diri dan tentu saja memikirkan tentang karir.

Walhasil, setelah setahun diangkat sebagai pegawai di sebuah BUMN, dengan kenekatan yang berapi-api  saya mencari-cari tempat kuliah kelas eksekutif terbaik.

Ada beberapa opsi tempat kuliah dalam daftar, ada yang menyediakan kuliah online, kelas weekend dan kelas malam. Kelas online tentu sangat membantu, akan tetapi saya tidak terlalu yakin dengan sistem ini apalagi saya tipikal orang yang mudah jenuh dan lelah mata. Bagaimana tidak, saat di kantor kita kan sudah seharian bekutat dengan komputer. Kedua adalah kelas weekend. Weekend adalah waktunya bersih-bersih, bersantai, dan melepas lelah. Saya rasa weekend haruslah pada tempatnya. Bagaimana dengan kelas malam? Lelah, sudah pasti. Selain lelah, tantangan terberat adalah me-manage waktu agar dana yang telah dikeluarkan tidak sia-sia. Akan tetapi, sistem belajar tatap muka masih terbaik untuk masa ini. Terlebih kita juga mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan presentasi dan diskusi langsung saat perkuliahan. Yang jelas sampai detik ini saya merasa kelas malam menjadi pilihan paling acceptable dan menantang.

Atas beberapa pertimbangan tadi, akhirnya saya memutuskan berkuliah di President University. Sederhana saja, berkat lokasi yang cukup strategis dari lokasi kerja dan reputasi yang baik memantapkan hati untuk mendaftar di kampus ini. Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan berbagai kegiatan kampus karena menyadari sebagai anak kelas malam saya jelas memiliki keterbatasan waktu. Tetapi setelah menikmati sedapnya kuliah lagi, idealisme terbentuk, wawasan lebih terbuka dan tentunya jiwa muda muncul kembali.

Bagi pembaca yang ingin melanjutkan kuliah malam silahkan menyimak beberapa hal menarik yang saya dapatkan dari program kelas eksekutif di President University.

1. Learn English as a Communication Tool

Sudah menjadi prinsip, bahasa inggris menjadi bahasa pengantar dalam perkuliahan. Baik dari buku pendukung sampai penyajian presentasi dosen. Awalnya memang berat, berat banget malah. Kenapa? Karena kita malu dan takut sebelum mencoba.

2. Nine Values

Nine value adalah sembilan nilai dari President University yang terdiri dari  Passion, Responsibility, Entrepreneurial spirit, Sincerity, Inclusivenes, Dedication, Excellence, Nationalism and Trendsetter. Nah ke-sembilan nilai ini akan masuk menjadi poin penilaian mahasiswa tiap semesternya. Metode ini digunakan untuk menggairahkan team work mahasiswa dan menyadarkan bahwa setiap individu berhak memberikan penilaian atas kinerja rekan satu tim mereka.

Skor penilaian berasal dari rating yang didapatkan oleh masing-masing mahasiswa yang tergabung dalam satu grup nine value dan penilaian dosen. Grup ini dibentuk secara otomatis oleh sistem kampus.  Menjelang akhir masa ujian (mid dan akhir semester) mahasiswa diwajibkan mengisi penilaian nine value dalam akun portalnya  masing-masing. Apabila mahasiswa lalai mengisi nine value maka persentase nilai nine value miliknya sendiri dianggap nol sehingga mengurangi penilaian di per mata kuliah.

Tidak jarang dosen memberikan proyek sesuai dengan grup nine value yang sudah ditentukan sistem kampus. Sehingga tantangan unik dari nine value ini adalah mahasiswa mau tidak mau harus aktif terlibat bekerja satu kelompok dengan grup nine value suka maupun tidak. So, mau lari ke mana?  

3.    Project dan Project

Awal perkuliahan di jurusan PR, ujian menjadi momok tersendiri bagi kelas eksekutif. Bagaimana tidak, beberapa diantara kami harus berjuang menyelesaikan pekerjaan seefisien mungkin agar jadwal perkuliahan dapat dikejar dengan baik. Tidak perlu ijin telat apalagi harus ijin tidak masuk karena lembur.

Ujian menuntut ketepatan waktu dan tanpa tendensi. Keterlambatan menjadi tanggungan masing-masing mahasiswa karena tidak ada toleransi perpanjangan waktu. Kayak militer ya? Oh nggak, ini biasa. Dalam perkuliahan pun juga seperti itu. Tapi tenang, beberapa dosen memberikan alternatif ujian yang menurut saya lebih “masyuk akal” ketimbang harus menghapalkan teori-teori sampai berasap untuk mengisi lembar ujian.

Adalah project. Ya! Project sebenarnya penyiksaan cara halus. Bahkan mematikan apabila mahasiswa tidak dapat memanfaatkan waktu dengan se-baik mungkin. Ingat! se-baik mungkin.

Dosen biasanya memberikan tenggat waktu antara 3-7 hari menjelang ujian (pengumpulan project). Aneka ragam project sebagai anak Public Relation pun pernah saya alami. Dari harus berkampanye untuk “Woman’s Day” di stasiun Bekasi, jualan bakso untuk mata kuliah entrepreneurship, bikin event yang menghadirkan tokoh politik, bikin karya fotografi hingga film, bikin tulisan agar dimuat media massa, bikin berita, dan yang paling banyak memenuhi portofolio dengan tulisan essay yang mengangkat beberapa issue dan teori.

Artinya, berbagai persiapan untuk menuntaskan project ini membutuhkan waktu yang lebih berhari-hari lamanya daripada menghafalkan teori yang biasanya cukup semalam saja. Nah lo, kalau begini project dianggap solusi atau kendala? Jadi bukan hanya mental yang dipersiapkan ya tetapi PR terbesar anak kelas malam adalah time management! how to beat work overload, be more effective, achieve more!

4.    Focus Group Discussion (FGD)

Sering kali dosen menggunakan metode FGD atau diskusi kelompok terarah. Sistem ini menurut saya cukup efektif dan menarik minat agar memperhatikan issue terkini yang direlevansikan dengan teori para ahli. Selain itu, jauh yang lebih penting adalah cukup ampuh menangkal kantuk dan mengalihkan rasa lapar Sehingga saran saya anak kelas eksekutif jangan lupa bawa camilan dan air minum ya. Penting ini!

Kembali ke laptop. Tuntutan terbesar metode kuliah ini, mahasiswa dituntut untuk belajar teori dan mempersiapkan pertanyaan sebelum perkuliahan berlangsung. selain itu, dengan FGD membantu mahasiswa mengasah kemampuan reset dan memudahkan dalam menganalisis hasil riset. 

5. Presentasi dari Bab per Bab

Nah disinilah nine value teruji. Beberapa dosen memberikan tugas untuk membuat presentasi dari sebuah buku untuk dibuat presentasi per bab untuk per pertemuan. Klasik, tetapi metode ini kami rasa cukup ampuh. Khususnya dalam melatih kepercayaan diri.

Sayangnya metode ini kerap menyulitkan mahasiswa juga. Lagi-lagi karena waktu yang terbatas dan kurang fleksibel. Artinya, jam kerja menjadi kendala tersendiri bagi saya dan teman-teman senasib untuk melakukan koordinasi dan komunikasi antar satu geng nine value untuk membahas tugas. Hingga yang kami lakukan adalah pembagian tugas yang spesifik, artinya sub bab I hingga III adalah si A, dan sub bab IV hinga VI adalah si B, dan begitu seterusnya. Adalah si D yang bertugas kolektif presentasi dari tiap-tiap anak.

Sering kali si D naik darah jika ada diantara kami sampai perkuliahan mulai belum juga mengumpulkan. Nah biasanya penilaian nine value dilihat dari hal-hal seperti ini nih. Mungkin ada metode yang lebih baik dari ini, dan kami belum menemukannya.

6. Banyak Seminar

Kampus dan dosen mengharapkan anak kelas malam memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan perkuliahan diluar jadwal kelas. Contohnya seminar-seminar yang diadakan baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Anak kelas malam sering kali dituntut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan seminar atau konferensi. Tentu saja hal ini dengan kesepakatan dosen dan mahasiswanya terlebih dahulu. Paling tidak saya selalu mendapatkan invitation untuk menghadiri macam-macam seminar dan kompetisi yang diadakan dari dalam dan luar kampus. Memang, seminar biasanya diadakan pada jam kerja sehingga hal ini dirasa berat untuk diikuti. Dalam beberapa kasus, untuk seminar yang saya rasa sangat bagus, tentunya tidak ingin melewatkannya. Sehingga tidak ada salahnya meminta ijin atau cuti sehari jika seminar tersebut sangat ingin saya hadiri.

7. Kuliah Berbasis Online

Nah ini sangat cocok buat karyawan yang ingin berdiskusi dengan dosen tanpa harus melakukan janji temu. Di President University, mahasiswa dapat mengakses media e-learing dengan menggunakan situs schoology atau mengunduh aplikasinya melalui google play store.

Schoology adalah situs yang menggabungkan jejaring sosial dengan  LMS (Learning Management System). Sehingga dengan Schoology kita bisa berinteraksi sosial sekaligus belajar. Fitur pertama yang dimiliki schoology adalah courses (kursus) yaitu fasilitas untuk membuat kelas sesuai mata kuliah. Di dalam menu course ini dosen sering kali membuat kuis/soal baik yang jenisnya pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, isian singkat, dan lain-lain. Tetapi bagi sering kali dosen menggunakannya untuk mengimport soal atau materi yang akan dikuliahkan. Sehingga mahasiswa diharapkan review materi sebelum memasuki perkuliahan. Kedua adalah groups (kelompok), yaitu fasilitas untuk membuat kelompok. Nah inilah yang bisa digunakan untuk diskusi. Ketiga adalah resources (sumber belajar).

 

Nah inilah 7 hal menarik yang patut dipertimbangkan jika pembaca adalah karyawan yang ingin melanjutkan kuliah program kelas malam di PresUniv untuk Jurusan Komunikasi. Lebih lanjut silahkan saja mengunjungi http://com.president.ac.id. 

Yang jelas persentase presensi menjadi basis disiplin, karena tidak segan-segan dosen mengecek daftar presensi dengan memanggil nama mahasiswa satu per satu. Artinya dosen dengan mudah menghapal kita. Jujur saja jika memang ada keperluan kantor yang mendesak, dan perhatikan etika ketika hendak ijin ke dosen secara langsung atau dapat melalui ketua kelas. 

Bagi pembaca yang masih ingin serius mengambil manfaat dari kuliah untuk kelas karyawan, selektiflah dalam mencari tempat kuliah. Memilukan apabila hasil jerih payah bekerja selesai pada selembar kertas ijazah. Seperti nasihat seorang teman saya dari Austria yang mengatakan bahwa "Janganlah seperti angsa yang berusaha menyelam dan muncul dari permukaan air, basahpun tidak".

Benefit bekerja dan kuliah akan berjalan beriringan. Memanfaatkan tempat bekerja sumber referensi akan membuat pendalaman materi perkuliahan lebih menyenangkan. Bekerja dengan menerapkan idealisme keilmuan juga merangsang kepekaan dan kepemimpinan. Semua menang bukan? Akhirnya, hal ini yang sebagaian besar saya dan teman-teman gunakan untuk mengangkat issue ke dalam project dan tulisan.

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Chaterine Tika

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler