Satu Faktor Ini Membuat Hidup Seseorang Tidak Berubah - Analisa - www.indonesiana.id
x

Pakar Pikiran

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Satu Faktor Ini Membuat Hidup Seseorang Tidak Berubah

    Dibaca : 2.395 kali

    Kehidupan seseorang itu seharusnya terus mengalami perubahan, baik dari segi usia, segi fisik, segi pemahaman ilmu dan juga tentu kualitas kehidupan.

    Perhatikan perubahan manusia, dari bayi lalu berubah menjadi balita, lalu remaja kemudian dewasa. Perubahan ini seharusnya bukan hanya dari perubahan fisik tapi juga perubahan pemahaman. Pemahaman pada usia kecil tentu tidak boleh sama dengan pemahaman setelah dewasa, kalau pemahaman anda dari kecil sampai dewasa sama saja maka artinya itu hidup anda tetap berjalan di tempat, hanya usia fisik saja yang bertambah dewasa tapi dalam diri anda tidak berubah. Maka ini membuat hidup anda berjalan di tempat dan seolah tidak bergerak ke arah kesuksesan. Mungkin banyak dari anda juga mengalami seperti itu.

    Kehidupan seseorang yang seperti berjalan ditempat saja sebenarnya adalah hasil dari pemahaman dalam dirinya, hasil dari pikiran-pikiran orang tersebut. Tapi banyak orang tidak menyadari bahwa pemahaman dalam dirinya keliru, banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi dirinya sebenarnya sama dengan ketika anak kecil. Sebenarnya melakukan perubahan dalam diri cukup mudah, yaitu dengan mengubah apa yang ada di pikiran kita. Karena memang kunci dari perubahan hidup adalah dari peerubahan pikiran. Simpel dan sederhana kan kuncinya. Memang terlihat sederhana tapi untuk melakukan perubahan apa yang sudah menjadi pola pikir kita dari kecil sampai usia sekarang dibutuhkan sebuah faktor penting. Yaitu faktor sungguh-sungguh atau kesungguhan, nah faktor ini yang tidak dimiliki oleh banyak orang, karena kebanyakan orang tidak mau untuk bersungguh-sungguh dalam mendobrak semua logika dalam dirinya, banyak orang masih takut untuk mengubah semua pemahaman dalam dirinya yang sudah nyata-nyata menghasilkan kehidupan yang salah.

    Membahas tentang faktor kesungguhan, sesuai dengan kisah peserta program Platinum AMC 3 hari ini, seorang perempuan yang begitu luar biasa, karena dia seorang pimpinan di salah satu perusahaan internasional dari norwegia, dia cerita bahwa mendapat posisi sekarang setelah menerapkan rumus-rumus AMC Reguler dan memang awalnya berat karena harus mematahkan semua pemahaman dia selama ini tentang kehidupan, begitu dia mau mendobrak semua logika dalam dirinya menjadi logika baru yang penuh kemudahan seperti yang dia dapat dalam kelas AMC. Karena sekarang dia menjadi pimpinan maka dia mengatakan butuh upgrade ilmu ke platinum.

    Kesungguhan, sesuai dengan istilah “man jadda wajada”, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh maka pasti berhasil. Banyak orang sebenarnya tidak bersungguh-sungguh untuk mau mengubah kondisi hidupnya, ketika ada yang bertanya ke saya “bagaimana cara untuk cepat merubah hidup”, maka saya jawab “ubah pikiran”, dia tanya lagi “gimana mengubah pikiran”, maka saya jawab “harus tahu cara kerja pikiran”, lalu dia tanya lagi “gimana mas cara kerja pikiran”, tentu saya jawab “iya belajr amc”. Eh dijawab lagi oleh yang bertanya ini “mas, jauh mas saya demak gimana mau belajar”, dan ada alasan-alasan lainnya. Dari sini terbukti bahwa kesungguhan menjadi faktor penting untuk melakukan perubahan, banyak orang yang belajar AMC dari Medan, dari Papua, dari Makassar, jauh-jauh datang ke jakarta atau surabaya untuk belajar AMC. Dan kesungguhan ini yang membuat mereka itu bisa memahami AMC lalu menerapkannya dalam hidup yang ujung-ujungnya menjadikan hidupnya berubah.

    Jangan salahkan saya ketika mengatakan bahwa anda belum mau bersungguh-sungguh untuk merubah diri anda sendiri. Bukan Tuhan tidak mau mengubah hidup anda, tapi sesungguhnya diri anda sendirilah yang belum mau melakukan perubahan itu. Apakah anda mau terus nyaman dengan kondisi saat ini, ataukah memilih untuk mau melakukan perubahan? Semua tergantung anda sendiri.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.