Negeri Andai Tanpa Korupsi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Wilda zakiya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Negeri Andai Tanpa Korupsi

    menindak lanjuti korupsi di indonesia

    Dibaca : 717 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                                         NEGERI ANDAI TANPA KORUPSI

    Korupsi bukanlah kejadian yang baru dikenal di kalangan masyarakat , meski beragam upaya wacana terus di dengungkan untuk memeranginya, korupsi tetap berlangsung. semestinya tak hanya pengamat ataupun pemberantas korupsi saja yang banyak bersuara. Tetapi gerakan menjadikan kejujuran sebagai sebuah budaya bangsa dan menghalau semua tindakan penggorogotan bangsa ini hendaknya menjadi tanggung jawab setiap warga masyarakat.  Yaitu perang melawan korupsi harus dengan diawali dari diri sendiri, seperti yang dilakukan Kick Andy mereka melakukan perlawanan terhadap tindakan korupsi sesuai dengan kapasitas mereka. yaiy berawal dari dari Basuki sugita yang mana beliau adalah kepala sekolah SMP Kudus, jawa tengah menjadi setresnya ketika beliau menyaksikan berita korupsi di media massa.

    Dan terlebih di saat beliau membaca buku yang diakhiri denga dengan buku terdapat sebuah pernyataan yang menentang keberanian para pendidik untuk mengatasi atau menyikapi persoalan yang terdapat di Indonesia. Dan sejak adanya dideklarasikan pendidikan anti korupsi pada Desember 2005, yang mana pelajar di sekolah sudah menjadi lebih menghargai arti nilai sebuah kejujuran.. dengan salah satu contoh yaitu dengan Gerakan Anti mencontek. dan tidak hanya itu itu menanamkan pendidikan anti korupsi, tetapi sekolah tersebut memiliki kejujuran, yang mana memiliki  gerakan SIM kejujuran dan Telepon kejujuran. Dan pada murid dapat melatih tentang nilai-nilai kejujuran.

    setiap harinya pada tahun 2007 semua guru dan siswa wajib mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dan mengenakan pin yang bertuliskan tentang anti korupsi agar mereka selalu ingat dengan bahayatnya korupsi tersebut. Dan sekolah ini juga mendapatkan kunjungan KPK untuk sekedar berdiskusi dan berbagai ide-ide baru. Dan hasilnya KPK tersebut memiliki wadah tentang kejujuran seperti yang diterapkan di sekolah tersebut. perlawanan tentang korupsi ini menjadikan ide bagi para pemuda-pemuda, keprihatinnya pada maraknya tindakan korupsi ini, dan membawa ia pada sebuah aplikasi game tentang korupsi yang ia namakan ‘Raid The Rats’. game ini sempat viral karena itu dibuat oleh pemuda dan juga sempat dipresentasikan di depan ketua komisi Pembarantasan Korupsi. “Kita Versus Korupsi” adalah kumpulan 4 film pendek yang dirangkai menjadi satu yang mengkisahan arti penting sebuah kejujuran  dan perlawanan terhadap korupsi, dari masing-masing film ini menyajikan ceritaorang-orang biasa saat berhdapan pilihan antara melakukan perbuatan korupsi atau  menolaknya. Dan menjadi cermin bagi penonton untuk melihat potret diri sendiri.

    Film yang dirilis secara non komersial dan di produksi bersama antara Transparency International Indonesia. Film ini bermaksud untuk menginspirasi nilai-nilai yang kita  pegang sekarang, Harapannya memiliki dampak refleksi terhadap penontonnya. Pada tanggal 2 september 2012 lagu atau video “vonis” dari SIMPONI bersaing dengan 74 video lain dari 34 negara lainnya. SIMPONI bersama 2 pemenang lainnya dari mesir dan kongo akan bergabung dengan 1.500 aktivis anti korupsi sedunia dalam The 3rd GYAC Voices Againts Corruption (Forum Suara Anti korupsi ke 3) pada tanggal 5-6 November 2012 mendatang yang di selenggarakan oleh global youth Anti Corruption Network. SIMPONI juga akan hadir dalam forum konferensi Anti Korupsi International ke- 15 pada tanggal 7-10 november 2012 yang di selenggarakan oleh Transparency International, dan SIMPONI akan tampil secara langsung.

    Dan adapun cara untuk mencegah korupsi yanh garus di mulai dari diri sendiri

    1). perbaiki moral dan mental diri

    Ikuti tulisan menarik Wilda zakiya lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.