Pemimpin Pemuda Muhammadiyah Baru, Tetap Jaga Nilai Moralitas - Analisa - www.indonesiana.id
x

Izzul Muslimin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Pemimpin Pemuda Muhammadiyah Baru, Tetap Jaga Nilai Moralitas

    Dibaca : 940 kali

    Alhamdulillah, perhelatan Muktamar Pemuda Muhammadiyah telah berakhir dengan baik. Perbedaan pandangan dan pendapat adalah bagian dari dinamika dan riak-riak demokrasi yang tidak akan memecah persatuan dan keutuhan Pemuda Muhammadiyah.

    Sebagai organisasi kepemudaan yang berbasis keagamaan, Pemuda Muhammadiyah diharapkan bisa membawa nilai-nilai kebaikan dan moralitas ke dalam ranah pergerakan. Jika pun Pemuda Muhammadiyah masuk dalam peran-peran kebangsaan bahkan politik, tetaplah nilai-nilai moral yang dikedepankan dan dijunjung tinggi. Kemenangan dan kekalahan dalam persaingan politik itu adalah keniscayaan, dan sudah pasti akan menimpa siapapun tetapi ketika sebagai aktivis Pemuda Muhammadiyah kita tidak bisa berpegang teguh dengan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan dan larut dalam persaingan politik yang kehilangan nilai moralitas, disitulah justru kegagalan kita sebagai kader Pemuda Muhammadiyah.

    Pemuda Muhammadiyah seharusnya bisa mengisi kekosongan nilai yang mulai banyak ditinggalkan para pegiat politik kebangsaan. Dalam perannya Pemuda Muhammadiyah secara institusi memang sebaiknya tidak berada dalam posisi partisan, namun sebagai kader keummatan dan kebangsaan tidak ada salahnya jika aktivis Pemuda Muhammadiyah terlibat dalam peran politik, termasuk peran politik kepartaian.

    Meskipun demikian, siapapun kader Pemuda Muhammadiyah yang terlibat dalam politik praktis hendaknya tidak menyeret-nyeret Lembaga menjadi partisan. Hal ini karena sebagai organisasi dakwah Pemuda Muhammadiyah hendaknya bisa menjadi tempat berhimpun dan bergabung bersama para aktivis pemuda Islam walaupun memiliki latar belakang politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam.

    Bagi yang belum mendapat amanah hendaklah tidak berkecil hati karena pengabdian bagi kader PM sangatlah luas. Bagi yang terpilih hendaknya tidak jumawa dan berbangga diri karena amanah kepemimpinan itu tanggung jawab yang berat dan penuh fitnah. Keberhasilan kepemimpinan diukur bukan saat menerima amanah tetapi setelah menyelesaikannya dengan baik tanpa cela dan beban masalah.

    Semoga kepemimpinan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik, diberi kekuatan, kemudahan, dan perlindungan dari Allah SWT. Aamiin.

    Izzul Muslimin

    Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Periode 2006-2010


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.