Rakyat dan Demokrat Lepas Rindu Dikala JK Mengkritik Jokowi - Analisa - www.indonesiana.id
x

yoyo tuna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Rakyat dan Demokrat Lepas Rindu Dikala JK Mengkritik Jokowi

    Dibaca : 375 kali

    Sebagai Wakil Presiden sudah seharusnya membela pasangannya. Tapi tak demikian Jusuf Kalla. Mantan wakil Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ini kali ketiga mengkritik proyek infrastruktur kebanggaan pemerintah Jokowi tersebut.

    Seingat saya, JK beberapa kali menyampaikan kritikan atas proyek infrastruktur yang dibanggakan rakyat Indonesia khususnya Jakarta. Light Rail Transit (LRT). Dikatakan JK sebagai proyek ‘coba-coba’.

    Di era SBY, JK sangat pendiam dan bahkan tak pernah menyalahkan atau menyampaikan kritikan kepada ketua Partai Demokrat itu.

    Di beberapa kesempatan, setiap kali ditanya wartawan dirinya terus memberikan pernyataan akan dampak LRT bagi perekonomian bangsa.

    Selain itu, JK ikut mempertanyakan pembangunan kereta api Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado. Proyek tersebut dianggapnya tidak efisien. Karena menurutnya tidak ada yang menaiki transportasi tersebut.

    Yang paling heboh sejagat media sosial soal kritikannya terhadap pembangunan LRT Jabodetabek. Dikatakanya biaya yang dikeluarkan mencapai Rp500 miliar per kilometernya (km). Pembangunan LRT dengan skema elevated (layang) dinilai kurang efektif.

    Apa benar ini menandakan adanya kerenggangan hubungan JK dan Jokowi?

    Tentu ini jadi nilai plus untuk kemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi di pemilu mendatang. Dan peluang bagi Partai Demokrat mengejar elektabilitas dari Partai pengusung Jokowi, PDI Perjuangan.

    Kabar ketidakharmonisan ini sudah lama muncul. Sangat berbeda disaat JK mendampingi SBY. Satu periode dilalui bersama. Tanpa gimik dan konflik seperti yang terjadi sekarang ini.  

    Kita akui selama ini Jokowi dalam mengambil keputusan memang tidak selalu tepat. Alias gerasak gerusuk. Seperti pengakuan dari Menkopolhukam Wiranto soal pembebasan pelaku teroris Abu Bakar Ba’asyir beberapa waktu lalu.

    Banyak pihak melihat ketidakharmonisan ini dipicu banyak alasan. Terlebih disaat reshuffle kabinet dan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 lalu. Patut kita apresiasi kritikan JK terhadap Presiden Jokowi.

    Semasa mendampingi SBY, JK koperatif. Menurut saya bisa dikarenakan SBY memiliki konsep kepemimpinan yang baik jika dibanding Jokowi.

    Begitu pun kader yang berada disampingnya. Seperti kita ketahui, Partai Demokrat sudah mengalami manis, asam, pahitnya mengelola negara. Terlebih di legislatifnya. Sangat tahu akan kebutuhan masyarakat sehingga sedikit celah untuk dikritik.

    Beberapa hari ini SBY bersama masyarakat saling melepas rindu. Ya, rakyat Medan dan Aceh sangat senang didatangi mantan Presiden tersebut. Terlebih Rindu akan sosok kepemimpinannya, dan rindu akan program-program yang sempat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

    Bisa dilihat dari keantusiasan masyarakat menyambut partai berlambang mercy ini.  Saya melihat rakyat setempat menyiapkan segala sesuatu sebelum SBY datang. Betul saja, sebanyak 14 sampan dengan bendera Partai Demokrat berkibar-kibar di lautan.

    Tak lain hanya untuk menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat, SBY dan kader lainya.

    Sampan-sampan ini adalah perlambang semangat kader-kader Demokrat Aceh yang siap melaksanakan 14 Prioritas Demokrat untuk rakyat apabila dipercaya masyarakat pada Pemilu 17 April mendatang.

     Seperti yang kerap disampaikan Presiden ke-6 RI bahwa masyarakat Aceh tengah memasuki tugas sejarah kedua. Setelah Aceh yang damai, kini bergerak menuju Aceh yang adil, Aceh yang masyarakatnya sejahtera. Dan ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Aceh tanpa kecuali.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.089 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).