Pesta Demokrasi Ala Demokrat - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sapto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Pesta Demokrasi Ala Demokrat

    Dibaca : 634 kali

    Kurang sebulan pemilihan umum 2019 dilaksanakan. Rakyat akan merayakan pesta demokrasi. Kali ini pemilu serentak dilaksanakan (Eksekutif dan Legislatif). Tujuannya memilih pemimpin untuk lima tahun kedepan. Baru tahun ini (2019) pemilu serentak dilakukan paska pemilu sebelumnya (2014).

    Saya merasakan euphoria begitu tinggi dari masyarakat menyambut pemilu. Baik itu pemilu presiden maupun DPR RI, DPD dan DPR Daerah. Partai politik yang ikut jadi peserta sebanyak 16 partai. Tujuh partai mengusung dan mendukung capres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’aruf Amin.  

    Dan empat partai lainya mengusung dan mendukung paslon urut 02, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Masing-masing partai koalisi tentu memiliki misi dan visi yang sama. Yaitu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Terutama menyejahterakan rakyatnya. Dari 16 partai yang ikut berkompetisi merebut simpati masyarakat, hanya Partai Demokrat yang mengena di hati ini. Selain sebagai partai majemuk, Demokrat tidak hanya memihak kepada satu agama, suku dan Ras yang ada di tanah air.

    Partai ini juga jauh dari kata pencitraan yang sering dilakukan para kader parpol lain jelang pemilu. Sebut saja ketua umum Partai Demokrat. Selain pernah memimpin tanah air selama sepuluh tahun, Susilo Bambang Yudhoyono jauh dari kata blusukan, pencitraan dan caper di depan rakyatnya.  Program-program kerjanya pun selama dua periode (2004-2014) hingga sekarang masih dirasakan masyarakat. Salah satunya PNPM. Lewat program pro-perangkat desa kebijakan khusus sby bagi peningkatan kesejahteraan perangkat desa.

     Selama sepuluh tahun memimpin Indonesia (2004 - 2014), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat telah melaksanakan Program Pro-Perangkat Desa untuk meningkatkan kesejahteraan perangkat desa di tanah air.

    SBY bersama Demokrat telah melakukan perbuatan nyata dengan menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Desa sebagai tindak lanjut dari diundangkannya UU Desa, sehingga Kepala Desa punya penghasilan tetap.

    Kedua, selama SBY menjabat sebagai Presiden ke 6, Demokrat telah mendorong pengembangan agroindustri padat pekerja di sektor pertanian dan perdesaan dengan melibatkan peran aktif perangkat desa. Kemudian mendorong pengembangan jaringan infrastruktur penunjang kegiatan produksi di kawasan perdesaan dan kota-kota kecil terdekat. Pengembangan itu didanai oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

    Tak hanya itu, demokrat bersama SBY dimasa jabatannya telah menekankan pentingnya kemandirian desa dalam hal perencanaan pembangunan desa yang lebih tertata.

    Apabila Partai Demokrat menang dalam Pemilu 2019, Partai Demokrat akan berjuang habis habisan agar kebijakan & program bagi peningkatan kesejahteraan perangkat desa dapat dilanjutkan dan diperluas.

    Demokrat akan membantu mendorong dan menciptakan regulasi yang lebih baik agar dapat memberikan kesempatan lebih kepada perangkat desa untuk memanfaatkan kesempatan guna membangun bersama warga desa.

    Belajar dari pengalaman, Demokrat akan mendorong dan memperbesar ruang bagi perangkat desa bersama-sama warga desa untuk membahas, menetapkan dan membangun bersama. Lalu, demokrat bersama pemerintah (Presiden terpilih) mendorong dan bersama sama meningkatkan kapasitas perangkat desa untuk mampu mengelola dana desa dengan baik, dan akuntabel.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.