Dinamika Elite Partai Pasca Pemilu - Viral - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 19 Juni 2019 19:08 WIB
  • Viral
  • Pilihan
  • Dinamika Elite Partai Pasca Pemilu

    Dibaca : 824 kali

    Pemilihan umum baik pilpres maupun pileg telah berlangsung dengan sukses dan mendapatkan apresiasi dari berbagai masyarakat dan pemerintahan di dunia. Sementara di dalam negari, hasil survei SMRC maupun Litbang KOMPAS menunjukkan bahwa mayoritas publik menerima hasil Pemilu 2019.

    Pemilu itu juga telah menggambarkan bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan pada partai-partai lama. Meski demikian, perolehan suara di parlemen telah menghasilkan formasi baru peta kekuatan politik baik di tingkat nasional maupun daerah. Format dan konfigurasi baru, seiring dengan koalisi antar partai yang terbangun selama kampanye, telah menggeser kesibukan, lobbi dan pertarungan para elite politik dari ranah perebutan kursi pada pemilihan umum ke ranah  perebutan posisi di pemerintahan dan berbagai lembaga politik negara. 

    Ketua Umum dan elite partai politik pada hari-hari ini disibukkan dengan penggodokan nama dan person yang tepat untuk formasi pimpinan DPR dan MPR. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto bahwa…” penggodokan sedang berlangsung namun belum matang”. Untuk posisi Ketua DPR-RI, kelihatannya akan dipegang oleh partai pemenang, yaitu PDI Perjuangan. Santer beredar nama Puan Maharani yang akan menduduki posisi tersebut. Sementara posisi Ketua MPR-RI dibidik oleh Partai Golkar sebagai pemenang ke dua, meski Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, telah pula menyampaikan minat partaimya. 

    Salah satu partai dengan dinamika cukup intens dalam penggodokan kader-kader terbaik untuk duduk di jajaran pimpinan DPR dan MPR adalah Partai Golkar. Saat ini, beberapa nama kader partai ini yang tengah beredar luas di masyarakat antara lain; Bambang Soesatyo, Ferdiansyah,  Agun Gunandjar S.,  Azis Syamsudin,  Ace Hasan S., Melchias M. Mekeng. Juga beredar nama nama lain, seperti Zainuddin Amali, Abdul Kahar Muzakir, Ridwan Hisjam. 

    Penggodokan ini erat terkait dengan rekam jejak kader berupa prestasi, dedikasi dan loyalitas terhadap partai, bangsa dan negara. Selain itu yang juga penting adalah kemampuannya untuk beradaptasi agar senada dan seirama dengan derap langkah eksekutif yang akan fokus pada kerja dan kinerja peningkatan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana ditekankan Presiden Jokowi pada berbagai kesempatan. Dalam konteks ini pengalaman menangani komisi pendidikan, agama, olahraga dlsb akan menjadi penilaian tersendiri. Penilaian lain yang juga tidak kalah penting adalah loyalitas dan sikap teguh dalam melaksanakan keputusan partai, khususnya memenangkan Jokowi-Ma'ruf di tengah kompetisi keras Pilpres kemarin. 

    Masyarakat yang telah menentukan pilihan politiknya tentu sangat wajar untuk berharap akan hadirnya suatu postur pimpinan legislatif yang handal, cepat dan aspiratif serta berlomba mengimbangi kerja dan kinerja eksekutif yang juga kuat, lincah dan tanggap dalam suasana check and ballances yang sehat dan pro rakyat.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.