Ribut Audisi Bulutangkis, Djarum Kayak Anak Kecil? Solusinya Mudah, Kok… - Viral - www.indonesiana.id
x

Suasana menjelang pertandingan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

Nadia Adara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 September 2019

Senin, 9 September 2019 13:44 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Ribut Audisi Bulutangkis, Djarum Kayak Anak Kecil? Solusinya Mudah, Kok…

    Dibaca : 5.778 kali

    Polemik  audisi bulutangkis Djarum akhirnya  berujung menyedihkan.   Lembaga yang penyelenggara-Perkumpulan  Bulutangkis (PB) Djarum bersama lembaga Djarum Foundation— memutuskan menyetop program pencarian bibit pemain  pada 2020.

    Audisi itu diadakan rutin sejak 2006.  Audisi di  Purwokerto  tahun ini menjadi yang terakhir kali.  Direktur  Program Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan pihaknya telah  menanggapi  kritik.   Ia  menurunkan brand Djarum. Peserta juga tidak lagi memakai kaos Djarum,  melainkan kaos  asal klub  masing-masing.  “Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," ujar Yoppy dalam konferensi pers  mengenai penghentian program audisi.    

    Mengomentari keputusan  PB Djarum,  Ketua Lembaga Anak, Seto Mulyadi menyatakan  sikap PB Djarum  seperti  anak kecil .   Ia menegaskan bahwa  langkah Komisi Perlindungan Anak Indonesia  (KPAI) yang mengritik  program audisi itu sudah benar. 

    Melanggar Aturan
    Pemerintah dan  pengurus Persatuan Bulungtangkis Seluruh Indonesia semestinya  tidak  membiarkan polemik   berkepanjangan.  Bahkan, sejak awal pemerintah pusat dan daerah  mesti mengarahkan program audisi  tersebut agar  tidak menabrak aturan.

    Sikap  KPAI  yang mempersoalkan audisi  tidaklah berlebihan karena  lembaga ini memang bertugas melindungi anak-anak dari  berbagai bentuk eksploitasi, termasuk ancaman dari  produk tembakau  yang  mengadung zak adiktif. Upaya melindungi anak dari peredaran  produk  yang mengadung zat adiktif  itu diatur secara jelas dalam Undang-undang  No. 35/2014 tentang revisi aturan mengenai  Perlindungan Anak.  Sejumlah pasal mengatur mengenai  hal ini. 

    • Pasal 76J ayat 2 UU tersebut: Setiap Orang dilarang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruhmelibatkan Anak dalam penyalahgunaan, serta produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya.”

    Peraturan Pemerintah No. 109/2012   bahkan terang benderang memuat larangan pelibatan brand  dalam  program  kepedulian sosial  produsen  rokok. Pasal 36  Ayat 1 PP tersebut menyatakan: produsen produk tembakau yang mensponsori suatu kegiatan hanya dapat dilakukan dengan ketentuan:

    • tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau; dan
    • tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau. 

    Larangan itu berlaku untuk kegiatan lembaga atau  perorangan yang diliput media.  Sesuai Pasal  37,  aturan  serupa juga berlaku untuk program dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan rokok.

     

    Jalan Tengah
    Pemerintah pusat, pemerintah daerah,  dan PBSI, semestinya ikut membantu KPAI untuk memastikan  program audisi itu tidak menabrak aturan yang dibikin oleh pemerintah sendiri.  Penggunaan logo dan brand image perusahaan harus  dihindari sama sekali.   Apalagi, program ini mendapat  liputan media massa.

    Djarum Foundation dan PB Djarum yang terlibat langsung penyelenggaraan  program itu semestinya juga  berintropeksi.   Harus diakui  sejak terjang PB Djarum luar biasa dalam sejarah perbulutangkisan Indonesia.  Klub ini pernah melahirkan pemain besar seperti Liem Swie King.  Bahkan mayoritas pemain yang memenangi Piala Thomas 1984  berasal dari klub ini.   

    Peran besar  itu tak bakal terhapus dalam catatan sejarah.  Hanya,  PB Djarum bersama  Djarum Foundation perlu menyesuaikan perubahan zaman dan regulasi.  Di negara mana pun,  program  yang disponsori produsen rokok  diawasi dengan ketat.   Tujuannya jelas, agar program itu itu tidak memuat logo dan brand image  produk alias melakukan promosi terselubung.

    Solusinya tentu saja menghapus seluruh logo dan brand image dari  program itu.   Jika perlu  audisi tidak  diadakan langsung oleh  PB Djarum, melainkan oleh lembaga yang lebih netral.  ****

     

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 668 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).