Partisipasi Aktif Koramil 0815/10 Bangsal Bantu Kendalikan OPT - Analisa - www.indonesiana.id
x

Bati Tuud Koramil Bangsal dan Babinsa saat mendampingi petani penyemprotan massal di Desa Mojotamping

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 22 Oktober 2019 17:49 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Partisipasi Aktif Koramil 0815/10 Bangsal Bantu Kendalikan OPT

    Dibaca : 458 kali

    Mojokerto, - Koramil 0815/10 Bangsal Kodim 0815 Mojokerto mengintensifkan kegiatan pendampingan ketahanan pangan dan berpartisipasi aktif dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan melalui penyemprotan massal tanaman padi di areal persawahan Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin  (21/10/2019).

    Penyemprotan massal yang diselengarakan UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim bertema “Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Xanthomonas Oryzae Sativa Kelompok Tani “Tani Mulyo” Desa Mojotamping Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto”, diawali dengan pengarahan oleh Koordinator Pengamat OPT, Wito, SP kepada anggota Poktan tentang tata cara penyemprotan OPT Xanthomonas Oryzae.

    Pantauan di lapangan, penyemprotan masal di areal persawahan seluas 23 hektar yang ditanami jenis padi Varietas Inpari 32 menggunakan 40 unit tangki handsprayer, dengan didmapingi Batituud Koramil 0815/10 Bangsal Serma Siswanto, Babinsa Pelda Yudi Warianto,

    Hadir dalam kegiatan antara lain, Kepala Laboratorium Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jabon, Ir. Prasetya Wahyono Kresnadi dan Ir. Arry Pratiwi, Staf POPT, Koordinator PPL Bangsal, Yasid Al-Bustomy, Ketua Poktan Tani Mulyo, Sutrisno, beserta anggota.

     Petugas OPT didampingi Bati Tuud Koramil Bangsal saat memberikan pengarahan kepada petani sebelum penyemprotan massal dimulai

    Sementara itu, Koordinator PPL Kecamatan Bangsal Yasid Al-Bustomy saat ditemui, Selasa (22/10) menjelaskan gerakan pengendalian (Gerdal) OPT Xanthomonas Oryzae (penyakit kresek) ini, diawali dengan pengamatan di lapangan oleh pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT), Suparti, SP, bersama PPL setempat Handi Istianto, A.Md.,  Koordinator POPT Wito, SP, dan Koordinator PPL. 

    Kemudian, lanjutnya, dilaksanakan rapat bersama yang dihadiri Kepala Laboratorium Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jabon, Ir. Prasetya Wahyono Kresnadi dan Ir. Arry Pratiwi, Koordinator POPT, Koordinator PPL, Babinsa, PPL, Perangkat Desa dan Poktan, dan disimpulkan bahwa area persawahan Poktan Tani Mulyo terserang penyakit kresek (Xanthomonas Oryzae) dan harus ditindaklanjuti dengan penyemprotan massal sebagai upaya pengendalian.

    Dijelaskannya, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim melalui UPT Proteksi TPH melaksanakan gerakan pengendalian berupa penyemprotan massal, dengan menggandeng TNI-Koramil Bangsal, Pihak Laboratorium TPH, POPT, PPL, dan Poktan. Bahkan dari UPT Proteksi TPH juga memberikan dukungan berupa corynebacterium/phaeny baciker pholymixza, topi sarung tangan dan masker.  

    Terpisah, Danramil 0815/10 Bangsal Kapten Inf Mujiono mengungkapkan, Koramil Bangsal sudah menugaskan para Babinsa dalam membantu kelancaran gerakan pengendalian OPT melalui penyemprotan massal di Desa Mojotamping.  “Ini bagian dari tugas pendampingan ketahanan pangan dalam mendukung peningkatan hasil produksi pangan demi pencapaian swasembada pangan di wilayah,” tutupnya. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.076 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).