Siswa SMP Bogor yang Menghilang 2 Hari, Diduga Diculik, Sudah Ditemukan - Viral - www.indonesiana.id
x

rizkya

Nada Samantha

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 November 2019

Rabu, 6 November 2019 20:47 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Siswa SMP Bogor yang Menghilang 2 Hari, Diduga Diculik, Sudah Ditemukan

    Dibaca : 1.917 kali

    Seorang remaja bernama Rizkya Azra Harmeini,  15 tahun, dikabarkan  diculik sejak Selasa Subuh,  5 November 2019.  Azra merupakan  siswa kelas IX SMP Al Madinah, Cibinong, Kabupaten Bogor.

    Kabar itu mula-mula tersebar di media sosial hingga akhirnya diberitakan juga oleh sejumlah media online. Shinta,  ibu  Azra,  membenarkan  hal itu.  Hingga   Rabu malam,   putranya belum juga pulang.

    Dini hari, “Selesai salat, dia enggak ada di kamar. Saya pikir ke masjid salat Subuh, tapi saya lihat jendela terbuka .  Hape dan laptopnya dibawa,” ujar  Shinta  sambil menangis kepada penulis,   Rabu malam, 6 November 2019.

    Nyonya  Shinta juga menjelaskan sebelum menghilang, Rizkya  sering main laptop, semacam  game online selama beberapa hari.   

    Beberapa jam setelah “diculik”,  Shinta  sempat menelpon Azra dan diangkat sebentar namun kemudian dimatikan. Azra terakhir kali mengenakan kaos abu-abu keputihan dan celana panjang training hitam. 

    Pihaknya  juga sudah melaporkan kejadian itu ke polisi.   Kanit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Jajang Rahmat membenarkan bahwa adanya laporan warga yang kehilangan anak bernama Azra ini. "Betul tadi ada laporan itu, tapi ke Polresta (Depok). Ditangani unit PPA Polresta Depok,"  kata Jajang  saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (5/11/2019) petang. 

    Update Perkembangan terakhir
    Nyonya Shinta telah mengirim pesan singkat  ke penulis pada  Kamis dini hari, 7 November 2019.  Ia mengabarkan bahwa d  Azra sudah ditemukan  di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

    "Alhamdulillah, Azra sudah ketemu,  dibantu Bapak Polda Metro Jaya, BIN, dan bapak-bapak polisi", di Kalibata", begitu pesannya. Hanya, ia belum bisa  menjelaskan proses penemuan Azra dan detil peristiwanya. Saat ini, kasus Azra masih ditangani oleh Polda Metro Jaya.

    ***


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.124 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).