Tips Memilih Hotel di Jogja Saat Liburan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Candra Bi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 November 2019

Kamis, 21 November 2019 18:29 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Tips Memilih Hotel di Jogja Saat Liburan

    Dibaca : 494 kali

    Yogyakarta sering jadi tujuan berlibur pelancong nusantara. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tingginya tingkat tempat tinggal hotel di Yogyakarta.

    Public Relations Hotel Santika Premiere Jogja Satri N menjelaskan tingkat tempat tinggal di hotelnya sering penuh pada musim berlibur. Tingkat tempat tinggal hotel di Yogyakarta menurut Satri sampai 80 % pada musim berlibur sekolah atau akhir minggu panjang.

    Nah, lantas bagaimana supaya masih dapat liburan serta bermalam di hotel seputar Yogyakarta waktu musim berlibur? Director of Sales Hotel Santika Premiere Jogja, Dono Prasetyo serta Ketua Perhimpunan Hotel serta Restoran Indonesia Daerah Wilayah Spesial Yogyakarta, Istidjab M Danunagoro share panduan pilih hotel murah di Yogyakarta pada musim berlibur.

    Cek Online Travel Agent (OTA)

    Musim berlibur menurut Istidjab ialah saat-saat peak season yang kelihatan dengan tingginya tingkat tempat tinggal hotel. Dia merekomendasikan pelancong untuk pesan melalui OTA.

    Pelancong dapat memeriksa harga, kelas hotel, sarana hotel yang dipunyai, serta pesan kamar. Menurut Istidjab, dengan pertolongan OTA, pelancong tidak butuh berkeliling-keliling hotel untuk cari kamar.

    Mencari hotel di luar tempat Ring 1 Yogyakarta

    Di Yogyakarta diketahui mempunyai zonasi hotel yang dipastikan dari jauh dekatnya Keraton Yogyakarta. Dono menjelaskan bila hotel-hotel di sekitar Jalan Malioboro yang terhitung Ring 1 penuh, pelancong dapat cari di zone Ring 2 serta 3.

    Dono mengatakan, zone Ring 2 terdapat setelah Monumen Tugu Yogyakarta seputar 2-3 km. ke bagian luar. Sementera zone Ring 3 terdapat di wilayah Kaliurang sampai Bantul.

    Istidjab menerangkan, ada beberapa hotel-hotel non bintang yang tidak tersambung dengan OTA di ruang luar Kota Yogyakarta. Dia mengatakan ada 1.100 hotel non bintang yang sejumlah keseluruhan 13.500 kamar yang menyebar di Kaliurang atau yang paling dekat dari Keraton Yogyakarta seperti di Prawirotaman 3.

    Pesan minimum seminggu

    Sebaiknya pesan hotel satu minggu sebelum pergi ke Yogyakarta. Dono menyebutkan, waktu 1 minggu itu ialah waktu paling baik untuk pesan kamar hotel buat pelancong yang memakai mobil pribadi waktu berekreasi di Yogyakarta.

    Dono memberikan tambahan, untuk pelancong yang memakai kendaraan umum untuk ke arah serta berkeliling-keliling Yogyakarta sebaiknya pesan kamar hotel lebih dari satu minggu sebelum keberangkatan. Hal tersebut menghadapi pelancong tidak bisa kamar hotel serta harus berkeliling-keliling dari hotel ke hotel.

    Jauhi last minute booking

    Hotel-hotel di Kota Yogyakarta sering penuh mendekati berlibur. Dono merekomendasikan untuk menghindarkan pesan hotel last minute bila ingin berekreasi ke Yogyakarta.

    Tidak hanya, beresiko tidak bisa kamar hotel, pelancong akan memperoleh harga kamar yang paling tinggi. Harga yang tinggi itu sebab hotel-hotel dengan kelas anggaran atau kelas paling rendah sudah habis terjual.

    Yakinkan info hotel tempat bermalam

    Dono menjelaskan, lebih baik untuk pastikan info mengenai hotel-hotel yang akan dihuni. Yakinkan info mengenai jumlahnya kamar, sarana yang dipunyai, jarak dengan obyek wisata, harga, serta info yang lain.

    Yakinkan fasilitas hotel yang akan diinapi sesuai gagasan. Umumnya mendekati berlibur di Yogyakarta, keinginan kamar hotel akan bertambah serta mengakibatkan harga kamar beragam dari beberapa type.

    Pilih hotel non budget

    Umumnya, hotel-hotel anggaran atau berbintang tiga akan jadi target pelancong saat berekreasi ke Yogyakarta. Dono menjelaskan, pelancong dapat pilih hotel-hotel berbintang empat atau lima di Yogyakarta.

    Hotel-hotel bintang empat atau lima umumnya mempunyai sisa-sisa kamar yang dapat pelancong inapi. Namun banyak juga kok hotel murah di Jogja yang fasilitasnya juga lumayan bagus. Jadi dont worry ya Guys!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Salsabila Zulfani

    2 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 141 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.