Viral Direktur BTN dan Gerakan Rizieq Shihab: Ternyata Ini Salah Kaprahnya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Chandra Hamzah dan Pahala Mansury. Kementerian BUMN

Andi Pujipurnomo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Oktober 2019

Minggu, 1 Desember 2019 04:06 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Viral Direktur BTN dan Gerakan Rizieq Shihab: Ternyata Ini Salah Kaprahnya

    Dibaca : 14.250 kali

    Salah satu anggota Direksi Bank Tabungan Negara, Hirwandi Gafar, mendadak jadi sorotan di media sosial.  Hirwandi yang baru saja diangkat menjadi Direktur Consumer dan Commercial Lending  BTN dituduh  terpapar paham radikalisme.

    Dasarnya? Potongan gambar  yang diduga dari laman Facebook Hirwandi Gafar pada 23 Mei 2017. Dalam statusnya saat itu disebutkan: "Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus". Nah disampingnya ada terdapat foto Habib Rizieq.

    Kabar itu jelas masih samar karena belum ada konfirmasi dari Hirwandi Gafar.  Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga pun memastikan pihaknya tidak kecolongan dalam menetapkan pimpinan perusahaan negara. "Kerja kita pasti profesional. Jadi yang kita nilai adalah kemampuan profesionalnya," kata Arya pada Tempo, Sabtu, 30 November 2019.

    Ia juga menegaskan bahwa Kementerian BUMN selalu mengedepankan ideologi Pancasila sebagai salah satu kriteria seleksi direksi perseroan. "Ideologi pasti ideologi Pancasila," katanya.  Ketika ditanya apa benar  Hirwandi terpapar radikalisme atau memiliki ideologi khilafah, Arya membantahnya. " Sampai nanti kalau memang Hirwandi ternyata memiliki ideologi lain selain Pancasila, kami pasti menindaklanjutinya,"ujarnya.

    Salah  kaprah
    Betapa repotnya kita menelisik perilaku pejabat  dalam urusan yang radikal.

    Pertanyaannya, apa ukuran radikalisme itu?  Apakah orang bikin status yang pro  gerakan 212 atau reuni 212 bisa dianggap terkena ajaran radikal?  Bagaimana jika orang itu cuma setuju demonya dan bukan ideologi kelompok atau organisasi yang berdemo itu?

    Begitu pula, apa ukuran  orang yang anti Pancasila?  Inilah pekerjaan rumah bagi Pemerintah Joko Widodo. Yang jelas, ketika  Arya Sinulingga menyebutkan bahwa ukurannya “kemampuan profesional”, memang  itulah yang dibutuhkan oleh BUMN.

    Peraturan Menteri BUMN NO.3/2015

    Peraturan Menteri BUMN No.3/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Anggota Direksi BUMN pun mengatur hal itu.   Tapi tak ada soal ideologi. Syarat formal calon direksi persero, misalnya:

    Cakap melakukan perbuatan hukum, dan dalam lima tahun terakhir tidak:
    1. dinyatakan pailit;
    2. menjadi Anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu BUMN dan/atau Perusahaan dinyatakan pailit;
    3.dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, BUMN, Perusahaan, dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan.

    Syarat material meliputi: keahlian, integritas, kepemimpinan,  pengalaman,  jujur, dan sebagainya.  Ada juga syarat lain seperti: bukan pengurus partai politik dan/atau calon anggota legislatif. Selain itu calon anggota  direksi juga  harus lulus tes  uji kelayakan dan kepatutan.

    Direksi BUMN bukan  Aparatur Sipil Negara               
    Kementerian BUMN kebetulan tidak termasuk dalam lembaga yang meneken Surat Keputusan Bersama  Anti Radikalisme.   Jangan lupa juga  direksi BUMN bukanlah pegawai negeri atau aparatur sipil negara. Soalnya mereka bukan bekerja di pemerintahan, melainkan perusahaan negara.

    Karyawan BUMN pun tidak bisa disebut PNS atau ASN yang digaji lewat APBN langsung.  Karyawan perusahaan negara digaji oleh BUMN yang asetnya merupakan kekayaan negara yang dipisahkan.  

    Sesuai  UU No. 5/2014 tentang ASN,  Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ANS  secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

    Pegawai ASN adalah PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.  ***


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 619 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).