Gertakan Trump Angka 52 Dibalas 290: Iran Bersiap, Inilah Kekuatannya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Iran vs AS

Andi Pujipurnomo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Oktober 2019

Selasa, 7 Januari 2020 05:30 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Gertakan Trump Angka 52 Dibalas 290: Iran Bersiap, Inilah Kekuatannya

    Sekali lagi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menggertak. Ia menegaskan kembali ancaman serangan terhadap situs-situs budaya Iran jika ada serangan balasan terhadap meereka menyusul terbunuhnya Jenderal Iran Qasem Soleimani.

    Dibaca : 7.062 kali

    Sekali lagi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  terus menggertak. Ia menegaskan kembali ancaman serangan terhadap situs-situs budaya Iran jika ada serangan balasan terhadap  mereka menyusul terbunuhnya Jenderal Iran Qasem Soleimani.

    Penegasan itu disampaikan Trump sesudah ia diperingatkan bahwa serangan ke pusat budaya akan dinilai sebagai kejahatan perang. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, sempat pula mengatakan  bahwa aksi militer AS akan mematuhi hukum internasional.

    Hanya, Trump ngotot menyatakan dirinya akan menganggap situs budaya sebagai target yang adil jika Iran mengerahkan kekuatan mematikan terhadap target-target AS. Trump mengatakan hal itu  kepada wartawan di pesawat kepresidenan AS, Air Force One,  pada 6 Januari 2020.

     

    Ia  menegaskan bahwa target-target pengeboman AS juga termasuk situs-situs warisan budaya Iran.  "Jika Iran melakukan apapun, akan ada pembalasan besar," tegas Trump dalam penerbangan menuju Washington DC.

    Dalam pernyataan via Twitter pada Sabtu (4/1) waktu setempat, Trump menyatakan ancamannya untuk menyerang 52 situs tak teridentifikasi di Iran, jika negara mayoritas Syiah itu menyerang tentara AS dan kepentingan-kepentingan AS di kawasan Timur Tengah. Pernyataan Trump itu menyebut lokasi-lokasi yang 'penting bagi Iran dan bagi kebudayaan Iran' masuk dalam daftar target serangan.

    Sekutu Amerika Serikat  seperti Inggris tampaknya juga tidak setuju jika Trump nekat. Hanya, Menteri Luar Negeri  Inggris Dominic Raab  menyatakannya secara implisit : "Kami telah sangat jelas bahwa situs budaya dilindungi di bawah hukum internasional dan kami berharap itu akan dihormati," ujarnya

    Selanjutnya: reaksi Iran



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.