Diadaptasi dari Wattpad, Inilah 5 Fakta Menarik Film Dignitate - Seleb - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Senin, 20 Januari 2020 11:04 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Diadaptasi dari Wattpad, Inilah 5 Fakta Menarik Film Dignitate

    Dibaca : 889 kali

    Diadaptasi dari cerita Wattpad miliki Ana Margareta, MD Pictures mengangkat cerita menarik tersebut menjadi sebuah film bertajuk Dignitate. Bersama dengan Alghzali dan Caitlin Halderman, film ini akan segera tayang pada 23 Januari 2020 mendatang.

    Berkisah tentang kisah cinta anak SMA, Dignitate hadir dengan rasa yang fresh dan disukai oleh banyak penikmatnya. 

    Mengulik sedikit tentang cerita Dignitate yang berkisah tentang anak SMA bernama Alfi yang memiliki sikap dingin, sarkas, nakal, dan memiliki julukan ganteng-ganteng seram. Banyak yang jatuh hati padanya, tetapi ia tak peduli dan hanya fokus pada studinya. Namun, semuanya berubah ketika Alana gadis periang nan polos datang dan mengubah cara pandang Alfi tentang cinta. 

    Seperti apa ya kelanjutan ceritanya? Sebelum itu, simak dulu yuk ulasan mengenai lima fakta menarik dalam film Dignitate berikut ini:

    1. Novel Dignitate telah dibaca 9 juta kali dan telah dicetak 9 kali

    Sebelum diangkat menjadi sebuah film, Dignitate nyatanya memang diangkat dari sebuah cerita di Wattpad milik Ana Margareta. Selain itu, novelnya pun telah dibaca oleh 9 juta kali dan sudah melalui sembilan kali proses cetak, serta terjual 20 ekspemplar. Masih ragu dengan film yang dibintangi Alghazali ini?

    2. Cerita yang mudah dicerna

    Karena mengangkat mengenai bagaimana kisah dari anak SMA yang tentu memiliki banyak strugle dalam hidup, ternyata film ini memiliki alur cerita yang mudah dicerna. Maka dari itu, ketika kita menyaksikan film yang satu ini akan terasa begitu relate dengan kehidupan kita di masa sekolah.

    3. Dihujani aktor dan aktris muda selain Alghazali dan Caitlin

    Tak hanya wajah tampan putra sulung dari Maia Estianty dan Ahmad Dhani saja yang akan menghiasi layar bioskop bersama Caitlin Halderman, tetapi akan ada banyak aktor dan aktris terbaik yang akan tampil bersama. Berikut terdapat Giorgino Abraham, Teuku Rizki, Kenneth Santana, Lania Fira, Shopia Latjuba, dan Budiman Sudjatmoko.

    4. Banyak konflik yang bermunculan

    Jika hanya dilihat secara sekilas, tentu kita hanya melihat sisi konflik dari kisah cinta remaja saja. Namun, sebenarnya ada beberapa konflik yang ditimbulkan dalam Dignitate selain kisah cinta atau all in one. Konflik-konflik yang ada di dalamnya selain kisah cinta, berupa konflik keluarga, pertemanan, dan dunia sekolah. Dijamin, film yang satu ini tidak akan terasa boring lho, karena tak hanya membahas kisah cinta muda mudi saja.

    5. Menghadirkan sisi woman empowerement dari seorang single mother

    Selain menghadirkan lika liku sebagai anak SMA, nyatanya Dignitate juga menghadirkan sisi seorang single mother yang harus membesarkan anaknya seorang diri. Sang single mother tersebut, akan dihadapkan pada sebuah masalah besar yang membuatnya harus berseteru dengan harga dirinya. Dengan menghadirkan sosok ibu yang membesarkan anaknya sendirian tersebut, termasuk dalam menggalakkan woman empowerement yang sedang marak di dunia saat ini.

    Nah bagaimana? Sudah tidak sabar kan menantikan film Dignitate hadir di bioskop? Saksikan tanggal 23 Januari 2020 mendatang ya!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 452 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin