Raja Kecik, Sang Pewaris Tahta Kerajaan Johor yang di Pisahkan dari Istana Johor

Minggu, 26 Januari 2020 13:07 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Raja Kecik adalah salah satu pewaris Kerajaan Johor. Beliau kemudian menetap di Kerajaan Pagaruyun karena kondisi dan polemik perebutan tahta yang terjadi di Kerajaan Johor.

Dalam tataran sejarah Kerajaan Johor seperti yang saya baca pada artikel Sejarah Kerajaan Johor, tersebutkan nama salah satu pewaris dari Kerajaan Johor ini. Ia dikenal dengan nama Raja Kecik.

…Laporan dari E.Netscher,

Dalam residen Belanda yang pertama berada di Johor, sempat menuturkan bahwa saat Raja Kecik berumur 7 tahun dia sangat menginginkan untuk berkunjung dan sekedar bermain ria di Istana Johor.

Note:
Nah, dalam sebuah artike berjudul Sejarah Kerajaan Johor juga tersebutkan nama Raja Kecik yang menjadi pewaris Tahta Kerajaan Johor.

Selanjutnya,

Suatu hari, niat sang Raja Kecik tersebut sempat dikabulkan oleh sang kakek, Laksamana. Akan tetapi sebelum beliau sampai di muka pintu masuk istana, kabar ini berdesing santer terdengan dimana-mana, hingga selanjutnya kabar tersebut sampai ketelinga Sultan Abdul Jalil Riayat Syah (bendahara yang menjadi raja karena Sultan Mahmud II dibunuh Megat Serirama).

…Dilaporkan juga,

Bahwa suatu masa atas perintah Sultan Abdul Jalil Riayat Syah dan menyuruh Hulubalang untuk membawa bocah bersamaan dengan sang Laksamana. Namun permasalahan ini dapat diatasi oleh Laksamana yang kemudian sukses membawa cucunya dari kejaran tentara istana.

Salah satu Sultan Abdul Jalil Riayat Syah meminta supaya bocah ‘Raja Kecik’ ini untuk dihadapkan kepada raja. Hali ini dikarenakan beliau mendapat kabar bahwa wajah si bocah tak tumpah atau serupa dengan wajah Sultan Mahmud (II).

Hal ini lah yang hingga saat ini, ketika ingin melihat wajah dan paras Raja Kecik maka lihatlah lukisan Sultan Mahmud (II).

Selanjutnya dalam cerita pengejaran Raja Kecik, yang dalam pelariannya dikejar Hulubalang Istana, Raja Kecik kemudian disembunyikan dan dibawa ke Singapura,

Kemudian Laksamana menyerahkan Raja Kecik terhadap saudagar Malim guna dibawa ke Pagaruyung. Pada waktu itu Malim (mualim) sempat bertanya siapakah anak kecil ini terhadap Laksamana.

Karena cucunya tersebut memang belum diberi nama, maka Laksamana sekilas hanya menjawab bahwa bocah ini ialah Tuan Muda Johor, pewaris Kesultanan Johor.

Berlayarlah perahu Saudagar Malim ke Pagaruyung, tetapi sebelum hingga ke tujuan, perahu sempat membuang jangkar di Jambi dan berlabuh disana.

Keberadaan Malim Di kawasan Kerajaan Jambi sempat bertemu dengan raja Jambi, Lemah Abang, yang pada saat tersebut terlibat perang saudara. Saudagar Malim yang membawa seorang bocah berusia sekitar 7 tahun, Hal tersebut menjadi tanda tanya untuk Lemah Abang, siapa gerangan bocah itu.

Karena memang belum terdapat nama yang disematkan pada Raja Kecik itu, maka saudagar Malim juga hanya memberi tahu bahwa bocah ini ialah “Tuan Muda Johor.”

…Nah, dari daftar E.Netscher ini,

Menjadi sebuah kesimpulan bagi Saudagar Malim bahwa Raja Kecik bukanlah berasal dari Kerajaan Pagarruyung, dia hanya dipisahkan dari Istana Johor dan kemudian di Pagaruyung dia diajarkan dengan keadaan dan budaya, agama, dari daerah asalnya. Raja Kecik juga diajarkan silat di negeri yang sekarang kita kenal dengan nama Minangkabau.

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler