Langkah Mudah Bangun Podcast Sendiri (Bagian 2) - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

ilustrasi mic podcast

Dewa Made

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 14 Februari 2020 13:13 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Langkah Mudah Bangun Podcast Sendiri (Bagian 2)

    Langkah teknis untuk membangun podcast sangatlah sederhana.

    Dibaca : 375 kali

    Pada bagian pertama tulisan Langkah Mudah Bangun Podcast Sendiri, saya lebih banyak bercerita soal keawaman saya di dunia podcast. Nah, di tulisan bagian kedua ini saya akan langsung membagikan langkah-langkah teknis membangun podcast sendiri.

    Langkah-langkah ini disusun setelah berbulan-bulan riset dan trial error. Karena membangun podcast tidak hanya fokus pada teknis rekaman, tetapi juga bagaimana kita siap dengan konten yang akan disuguhkan. Lewat langkah teknis ini, saya yakin anda bisa bikin podcast dengan biaya yang relatif murah.

    1. Menyiapkan materi konten

    Jika masih bingung mau bahas apa di podcast perdana, mulailah dari menggali topik yang paling dikuasai. Apabila membuat naskah terasa berat, cukup membuat catatan kecil yang akan dibicarakan, agar obrolannya tidak berulang-ulang.

    2. Rekaman

    Orang awam kadang minder duluan ketika menyaksikan podcast Deddy Cobuzier. Dengan tata letak mikrofon yang oke, headphone keren, dan tata ruang menawan. Percayalah, itu bukan yang utama. Karena tujuan prioritasnya adalah memproduksi suara yang bisa jelas didengar.

    Secara umum, recording memang membutuhkan:

    • mikrofon
    • headphone
    • sound interface, misalnya merek Behringer atau Focusrite
    • laptop/ PC untuk melakukan recording
    • software audio

    Kalaupun ingin lebih minimalis, cukup dibutuhkan:

    • mikrofon
    • audio recorder, misal Tascam atau Zoom H4n
    • untuk editingnya tetap dibutuhkan laptop atau PC

    Nah jika anggaran yang tersedia lebih pas-pasan lagi, tidak perlu neko-neko, mulai aja dulu!

    • mikrofon bisa diakali dengan memaksimalkan headset smartphone
    • perekamannya bisa menggunakan software bawaan di smartphone

     

    3. Editing

    Setelah rekaman, tahap selanjutnya adalah editing. Editing yang dimaksud adalah 'mempercantik' kualitas audio. Misalnya, menghapus bagian yang salah ucap, mengatur batas volume agar suaranya tidak pecah, hingga menambahkan musik pembuka. Editing audio (sederhana) tidaklah serumit serumit editing video yang butuh spesifikasi PC tinggi. Softwarenya juga bisa memanfaatkan software gratisan yang gratis dan legal seperti Audacity. Tutorialnya ada banyak di Youtube.

    4. Publikasi

    Cara publikasi podcast sedikit berbeda dibanding publikasi pada umumnya yang tinggal upload. Agar podcast  bisa didengar di Spotify, kita tidak bisa langsung upload ke Spotify. Kita membutuhkan aplikasi pihak ketiga yang dikenal sebagai podcast aggregator.

    Podcast aggregator adalah layanan cloud (penyimpanan) yang sekaligus bisa menyebarkan konten ke berbagai platform audio streaming seperti Spotify, Breaker, Google Podcast, Apple Podcast, Radio Public, Pocketcast, Stitcher, dan lainnya. Memilih aggregator podcast adalah hal yang paling dasar dalam pendistribusian konten.

    Beberapa pilihan aggregator podcast antara lain: Anchor, Audioboom, Backtracks, Blubrry dan Castos. Aggregator paling lazim digunakan di Indonesia adalah Anchor, yang telah diakuisisi Spotify. Sejauh ini, Anchor menjadi aggregator yang masih gratis. Begitu konten diupload ke Anchor, cukup tunggu beberapa menit, dan abrakadabra, podcast sudah bisa muncul di Spotify.

    Menariknya menggunakan aggregator, podcast tidak hanya didistribusikan ke Spotify, tetapi kita juga dibantu untuk dipublikasikan di platform audio streaming bahkan ke Apple Podcast. Dan semua itu gratis!

    Jadi secara ringkas, urutan membangun podcast secara mandiri adalah:

    Menyiapkan materi –> rekaman –> editing –> publikasi

    Gimana, tidak sulit bukan? Mulailah rekaman dan sebarkan ceritanya pada dunia!



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.