Nadiem Makarim Sasar Mahasiswa Merdeka - Analisa - www.indonesiana.id
x

Dara Safira

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Kamis, 20 Februari 2020 16:49 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Nadiem Makarim Sasar Mahasiswa Merdeka

    Dibaca : 549 kali

    Terkorelasi. Bisa memenuhi kebutuhan pasar. Tidak ngawur antara peluang dan yang tersedia. Itu sebenarnya gambaran mudah program cetakan Mahasiswa Kampus Merdeka ala Mendikbud Nadiem Makarim. Sah-sah saja begitu.

    Toh, selama ini Mahasiswa begitu jadi Sarjana juga orientasinya cari kerja. Bisa dikomparasi berapa persen Sarjana yang jadi pencipta pekerjaan dan pencari kerja.

    Di situ yang ingin diarahkan Menteri Nadiem. Kalaupun ingin mencari kerja, bisa 'nyambung' keahlian dan pasar peluangnya. Itu meminamilisir risiko pengangguran.

    Makanya pintu magang dibuka lebih lama waktunya. Supaya mahasiswa kelak jadi sarjana, bisa lebih hebat skill-nya. Lebih memahami pekerjaannya. Syukur-syukur, menemukan minatnya bekerja di perusahaan yang bergerak di sektor apa.

    Selama ini realitasnya terbukti juga. Ada Sarjana Teknik malah berprofesi sebagai marketing bank. Ada Sarjana Hukum justru menjiwai pekerjaan jurnalis. Yang penting, passion si mahasiswa sudah tumbuh. Mau karirnya apa, yang penting 'nyambung', ketika bekerja sudah memahami. Tidak bingung lagi proses kerjanya.

    Bukan jadi kapitalis arah dibawa Menteri Nadiem dari sasaran program Mahasiswa Kampus Merdeka. Beda antara mencetak SDM kapitalisme dengan meminimalisir pengangguran.

    Nyatanya, Menteri Nadiem juga memberikan kesempatan Mahasiswa magang lebih lama agar melahirkan ide-ide baru. Menjadi pencipta. Tidak harus juga di perusahaan bersertifikasi internasional atau nasional.

    Silahkan jika passion-nya sang mahasiswa adalah pemberdayaan masyarakat, bisa magang ke desa-desa. Berinteraksi dengan warga desa. Membangun desa.

    Kalau minat si mahasiswa adalah menggagas model pemerintahan lebih bak, boleh magang ke partai politik atau LSM. Mengonsep bagaimana tatanan politik bernegara.

    Bila ada yang ingin jadi wirausahawan, silahkan magang di tempat yang dianggapnya bisa menambah pengetahuan bisnisnya. Biar nanti menciptakan lapangan kerja. Bebas.

    Jadi mudah saja dipahami bahwa arah cetakan mahasiswa dari program Kampus Merdeka agar lebih menemukan minat. Meningkatkan keahlian untuk masa depan.

    Sehingga jadi tepat arah antara penjiwaan karirnya ketika jadi Sarjana. Ada titik temu antara peluang dan kemampuan si mahasiswa.

    Terserah, apakah mau bekerja di perusahaan suatu saat nanti; atau jadi pengayom masyarakat; atau jadi ilmuwan; atau jadi apapun.

    Tidak ada melahirkan mahasiswa Indonesia yang bergaya kapitalisme.*


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.