x

Warga memakai masker saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Usai Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan dua orang WNI di Indonesia terdampak virus corona (Covid-19), warga dihimbau menggunakan masker di tempat keramaian maupun ketika menggunakan transportasi umum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 3 Maret 2020 13:22 WIB

Corona: Tugas Jurnalis Melindungi Masyarakat

Jurnalis dan media harus transparan dalam mempublikasikan temuan-temuannya, baik yang menunjukkan peningkatan risiko maupun yang memperlihatkan peningkatan harapan baik. Umpamanya, di antara laporan jumlah kasus baru dan yang meninggal, laporan mengenai warga yang sembuh pun penting untuk dilaporkan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya


Ada imbauan agar perusahaan media memperhatikan secara cermat perlindungan bagi jurnalis yang ditugasi untuk meliput isu virus Corona. Ini karena jurnalis harus mobile, bergerak dari satu tempat ke tempat lain serta bertemu dengan banyak orang. Jurnalis mungkin ditugasi untuk meliput TKP penularan maupun rumah sakit tempat perawatan. Risiko terpapar, tentu saja, ada.

Di sisi lain, saat menghadapi risiko semacam itu, jurnalis dapat memainkan perannya untuk melindungi masyarakat dalam arti menyampaikan informasi yang akurat secara transparan, berimbang, tidak menakut-nakuti dan bombastis, maupun tidak menyembunyikan dan meremehkan sesuatu sehingga masyarakat lengah. Jurnalis dan media harus dapat menjadi penyeimbang bagi pemerintah dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan kasus maupun penyebaran virus Corona.

Dalam menjalankan tugas liputannya, para jurnalis penting untuk kembali memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik, maupun kaidah dalam bekerja serta etika jurnalistik, untuk melindungi masyarakat. Para jurnalis harus mampu menjaga jarak dari para konglomerat pemilik media dengan teguh memegang prinsip independensi dalam pemberitaan. Jurnalis juga harus mampu menjalin komunikasi dengan sumber-sumber resmi di pemerintahan tanpa kehilangan sikap kritis, lagi-lagi untuk kepentingan masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ketika sebagian warga masyarakat bingung menemukan rujukan yang dapat diandalkan, jurnalis dan medianya dapat berperan sebagai clearing house of information yang menjernihkan duduk perkara sebuah isu atau informasi atau kabar berita. Jurnalis dapat berperan menghalau hoax maupun dis-informasi dengan menyajikan informasi yang akurat. Karena itu, jurnalis dituntut untuk memiliki sumber-sumber informasi lain sebagai rujukan. Kerja in-depth atau investigasi menjadi kebutuhan untuk dapat menyajikan informasi yang sejernih-jernihnya.

Kecondongan untuk segera mengunggah informasi baru di laman media penting untuk dibarengi dengan akurasi agar tidak menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah masyarakat. Jurnalis dan media harus transparan dalam mempublikasikan temuan-temuannya, baik yang menunjukkan peningkatan risiko maupun yang memperlihatkan peningkatan harapan baik. Umpamanya, di antara laporan jumlah kasus baru dan yang meninggal, laporan mengenai warga yang sembuh pun penting untuk dilaporkan. Di sisi lain, kebiasaan untuk mengungkap secara jelas identitas warga yang diduga atau bahkan sudah terinfeksi juga mesti dibuang jauh karena ini melanggar etika jurnalistik. Para penyintas wajib dilindungi dari stigma buruk yang berpotensi mereka alami karena identitas dan informasi personal bertebaran di jagat media.

Keterbukaan informasi dalam isu-isu kesehatan, terlebih lagi ketika 'serangan' sedang berlangsung, sangatlah penting. Para jurnalis dan media dapat berperan dalam mengelola komunikasi yang baik di antara berbagai pihak, baik pemerintah maupun otoritas lain (rumah sakit), para ahli (dokter, epidemiolog, ahli biologi-molekuler, dsb), serta masyarakat. Kertetutupan dalam soal-soal ini berpotensi meningkatkan risiko lantaran masyarakat tidak mengetahui secara persis apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Jurnalis dapat berperan dalam mencegah kepanikan lantaran kepanikan akan memperburuk keadaan. >>

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan