Ketika Panik Karena Virus Corona? Para YouTuber Ini Himbau untuk Tetap Tenang - Viral - www.indonesiana.id
x

corona

Clara Clara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Juli 2019

Selasa, 17 Maret 2020 11:19 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Ketika Panik Karena Virus Corona? Para YouTuber Ini Himbau untuk Tetap Tenang

    Dibaca : 2.506 kali

    Akhir-akhir ini masyarakat dunia dikejutkan oleh wabah penyakit misterius asal Tiongkok yang menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan pneumonia. Banyaknya korban jiwa menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat dunia, salah satunya Indonesia.

    Harga masker dan juga antiseptik melambung tinggi, bahkan aktivitas sekolah dan juga tempat-tempat umum pun mulai di non-aktifkan. Kepanikan yang melanda masyarakat ini pun menarik perhatian para YouTuber. 

    Berikut 5 konten YouTube yang mengingatkan kamu untuk tidak panik di tengah beredarnya virus corona:

    1. Deddy Corbuzier

     
    Dilansir dari akun YouTubenya, Deddy Corbuzier dan juga Jovi Adhiguna sedang membahas isu yang tengah panas di kalangan masyarakat. Deddy merasa bahwa virus corona yang sudah menyebar sejak lama ini merupakan "Virus Cupu" yang sudah diderita oleh banyak orang.

    Namun meskipun Cupu, Deddy mengakui bahwa ini merupakan salah satu jenis baru dari virus corona ini. Namun Deddy menyayangkan dengan pemberitaan yang terlihat untuk menakut-nakuti masyarakat. Pasalnya angka kematian akibat gula dan tenggelam di kolom renang jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kematian akibat virus dari wuhan ini.

     

    1. Merry Riana

     

    Dilansir dari akun YouTube Merry Riana, wanita yang akrab dipanggil “Mother Of YouTube” ini pun ikut prihatin terhadap kasus virus corona yang sudah masuk ke Indonesia. Dengan mengenakan masker yang lantas ia buka, beliau pun mengungkapkan agar tetap tenang dan tidak panik dalam keadaan saat ini.

    Miss Merry Riana pun menuturkan bahwa virus corona memang harus tetap diwaspadai, namun jangan lupa ada virus yang lebih mematikan dibandingkan COVID-19 ini yaitu “ Virus Kepanikan”. Hal inilah yang membuat Ms Merry Riana pun mengajak masyarakat untuk selalu menjaga “personal hygiene” sebagai langkah awal menangkal penyebaran COVID-19 ini.

    Uniknya video ini juga mengubah sudut pandang negatif yang selama ini beredar di tengah masyarakat. Bahkan di akhir videonya, MS Merry pun meminta masyarakat untuk tetap optimis melawan virus asal Wuhan ini.

    1. Ashanty dan Anang

     

    Bersama Mohammad Indro Cahyono, Ahli Virus atau Virologist, Ashanty dan Anang mencari tahu perihal virus asal Wuhan ini. Indro Cahyono pun mengungkap bagaimana antibodi bisa menangkal sendiri virus yang telah memakan banyak korban ini.

    Menurutnya, COVID-19 tidak berbahaya, namun karena media yang telah tersebar membuat masyarakat panik. Dan jika sudah terkena virus corona dan antibodi sudah terbentuk maka tidak mudah untuk terkena virus serupa. 

    1. Edho Zell

    Masuknya virus corona ke Indonesia, sempat membuat YouTuber bernama Edho Zell panik. Ditambah dengan pemberitaan mengenai virus Corona yang seakan-akan menjadi pembunuh paling mematikan.Edho Zell pun akhirnya mengunggah sebuah video dan mengungkap bahwa virus ini tidaklah mematikan seperti anggapan masyarakat selama ini. Bahkan menurutnya, masih ada penyakit yang levelnya jauh lebih mematikan dibandingkan dengan corona.

    5. Captain Vincent

     

    Youtuber yang dikenal dengan “konten zerogravity-nya” ini pun ikut buka suara terkait kasus virus corona. Bersama Miss Merry Riana, Capt Vincent meminta masyarakat untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan berita-berita yang tidak diketahui kebenarannya.

    Dalam video berdurasi 23 menit ini, Ms Merry pun meminta masyarakat untuk tenang dalam menghadapi masalah penyebaran virus corona yang sudah masuk ke Indonesia. Beliau pun meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan sehingga membuat kerugian bagi kehidupannya mau pun orang lain.

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.149 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).