5 Fakta Sinetron Muslimah, Dibintangi Titi Kamal dan Ririn Ekawati - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Kamis, 9 April 2020 15:26 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • 5 Fakta Sinetron Muslimah, Dibintangi Titi Kamal dan Ririn Ekawati

    Dibaca : 6.702 kali

    Muslimah (Titi Kamal) merupakan sosok perempuan yang tabah, lembut, baik hati, dan memiliki sikap yang sangat indah. Muslimah besar di panti asuhan semenjak belia, hal inilah yang membuat dirinya pun memiliki kepribadian yang baik. Meskipun tak sedikit pula yang tak menyukainya, tak membuat Muslimah bersikap buruk. Ia pun kini tengah menanti hari pernikahannya dengan Daffa (Okan Cornelius), lelaki yang ia cintai. 

    Hanya tinggal selangkah pernikahannya berlangsung, Muslimah harus menelan kepahitan dalam hidupnya. Daffa harus menikah dengan Petty (Tya Restyana) yang sedang dalam keadaan sekarat. Muslimah mau tak mau harus merelakan lelaki yang sangat ia cintai untuk jatuh ke pelukan orang lain. Meski Petty selalu menyakiti hatinya, Muslimah tetap sabar akan perbuatannya pada dirinya setiap hari. 

    Di sisi lain, Nasyla (Ririn Ekawati) merupakan seorang istri dan ibu dari dua anak yang baru mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit keras dan tak akan lama sisa hidupnya di dunia. Ia pun mencari pengganti istri Rafi (Lucky Hakim) suaminya dan ibu untuk kedua anaknya. Bertemu dengan Muslimah, Nasyla ingin suaminya menikahi Muslimah untuk dijadikannya istri. 

    Namun sayangnya, Rafi tak mau menikahi Muslimah karena tak ingin berpoligami. Lalu, bagaimanakah kelanjutan hidup Muslimah? Akankah ia tetap seorang diri atau menjadi istri kedua Rafi? Simak dulu yuk lima fakta menarik serial drama Muslimah berikut ini:

    1. Bernuansa religi

    Mendekati bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari, serial drama Muslimah akan menemani penggemar ANTV dalam menunggu waktu buka. Mengisahkan tentang Muslimah yang merupakan ceminan seorang perempuan yang sabar, tabah, dan juga selalu legowo dalam menjalani hari, serial drama ini bisa menjadi tontonan dan tuntunan bagi penonton.

    2. Kisah yang haru

    Jika menilik dari sinopsis dari serial drama Muslimah, tentu akan ada keharuan dan ketegangan yang dihadirkan dalam tayangan terbaru ANTV ini. Lewat cobaan dan cacian, Muslimah harus tetap menjalani hari dengan seorang diri sebagai anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Meski sudah dewasa, dirinya pun tetap harus berjuang untuk bahagia.

    3. Diperankan aktor dan aktris kenamaan

    Bersama dengan Titi Kamal, Okan Cornelius, Lucky Hakim, Ririn Ekawati, dan Tya Restyana, serial drama Muslimah akan bergelimang pemain kenamaan dan kemampuan aktingnya yang tak perlu diragukan lagi.

    4. Antusiasme penonton

    Semenjak hadirnya trailer dari serial drama Muslimah, sudah banyak penonton yang tak sabar menunggu kehadiran Titi Kamal cs di layar kaca. Dengan kisah yang haru dan mendekati bulan suci Ramadhan, membuat banyak penonton tertarik dengan serial drama religi yang satu ini.

    5. Tayang awal April

    Mulai tayang pada Minggu, 5 April 2020 pukul 16.30, membuat Muslimah menjadi serial drama pertama yang tayang di awal bulan April di ANTV. 

    Sudah siapkah dengan kisah Muslimah yang mengharu biru? Jangan lupa saksikan setiap harinya ya!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    4 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.035 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).