x

Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

Iklan

Joko Hariyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 23 April 2020 11:01 WIB

Pertengahan Ramadhan, Penambahan Kasus Covid-19 di Indonesia Diprediksi Melandai

Kendati di awal Ramadhan diprediksi masih akan diliputi suasana duka dampak pandemi virus corona, namun berdasarkan grafik hasil penelitian maka periode kritis (lereng kurva) akan terlewati pada 15 hari pertama bulan Ramadhan. Apa saja faktor yang membuat hal itu terjadi?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Umat muslim segera menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1441 H. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini hadirnya Ramadhan diliputi suasana duka karena hampir semua Negara di seluruh dunia sedang berjuang melawan pandemi virus corona.

Banyak harapan dan doa dipanjatkan, agar wabah corona ini segera berakhir seiring datanya bulan nan suci. Namun berbagai penelitian memprediksi pandemi ini masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda di awal datangnya Ramadhan.

Penelitian terkait meredanya wabah Covid-19 di tanah air sudah dirilis beberapa lembaga penelitian maupun ilmuwan. Beberapa pakar dan ilmuwan memprediksi bahwa pada awal Ramadhan --diperhitungkan jatuh pada Jumat,  24 April 2020-- bangsa Indonesia masih dalam situasi darurat pandemi corona.

Pakar dan ilmuwan tersebut, diantaranya Prof. Amin Soebandrio dari Lembaga Eijmen dan ahli pengenalan pola dari Pemda DIY, Dr. Joko Hariyono. Keduanya memprediksi pada awal Ramadhan pertumbuhan jumlah kasus Covid-19 di tanah air sedang berada di lereng kurva penambahan kasus (periode kritis). Pada tanggal-tanggal tersebut angka penambahan kasus masih cukup tinggi, dan belum menunjukkan tanda-tanda Indonesia sudah masuk periode puncak kasus, bahkan lebih jauh lagi di periode pemulihan (recovery). 

Perlahan tapi pasti, kita harus mulai menerima bahwa pelaksanaan ibadah di awal Ramadhan harus tetap memperhatikan hal-hal seperti pembatasan sosial berskala besar, menjaga jarak fisik (physical distancing), dan rajin mencuci tangan. Lalu juga beribadah tarawih, tadarus dan iktikaf di rumah dan menghindari keluar rumah jika tidak terlalu penting serta kehati-hatian kita untuk selalu menjaga kesehatan serta daya tahan tubuh.

Demikian halnya dengan aktivitas di siang hari, kantor yang malaksanakan pelayanan harus membiasakan tamu dan karyawannya melakukan cuci tangan, melengkapi alat pelindung (masker) hingga melakukan pengecekan tamu serta karyawannya saat memasuki kantor, dan sebagainya agar operasional perusahaan dapat dilaksanakan secara aman dan berkesinambungan. 

Selanjutny: Angka prediksi sesuai dengan data yang diumumkan

Ikuti tulisan menarik Joko Hariyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu