Sinopsis Brilliant Heritage, KDrama KBS Terbaru Tentang Pernikahan Beda Usia - Seleb - www.indonesiana.id
x

Poster Brilliant Heritage

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Jumat, 22 Mei 2020 07:56 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Sinopsis Brilliant Heritage, KDrama KBS Terbaru Tentang Pernikahan Beda Usia

    Dibaca : 393 kali

    Bagaimana jadinya jika harus menikah dengan seorang lelaki tanpa dilandasi cinta dan dilandasi dengan keterpaksaan? Keterpaksaan tersebut dirasakan oleh seorang wanita lajang yang telah berusia 33 tahun, dirinya harus menikah dengan seorang lelaki tua berusia 80 tahun tetapi merupakan seorang jutawan yang kaya raya.

    Dibalik pernikahannya yang dilandasi dengan rasa keterpaksaan, ternyata ia mampu memiliki empat orang anak lelaki yang tampan. Akhirnya, ia dan sang suami yang terpaut usia begitu jauh pun membangun rumah tangga dengan dilandasi kebahagiaan dan cinta setelah empat anaknya lahir.

    Membawa genre melodrama, romantis, dan juga keluarga, Brilliant Heritage hadir dengan 120 episode menggantikan slot penayangan Unasked Family yang telah merampungkan episode terakhirnya. KDrama yang naskahnya ditulis oleh Kim Kyung Hee ini diperankan oleh Kang Se Jung sebagai Kong Kye Ok, Shin Jung Yoon sebagai Boo Sul Ahk, Park In Hwan sebagai Boo Young Bae, dan Park Soon Chun sebagai Jung Mi Hee.

    Dibalik kisah tentang pernikahan wanita berusia 33 tahun dengan lelaki berusia 80 tahun,terdapat kisah mengharukan dan menyenangkan dari perjalanan hidup sang wanita lajang tersebut. Selain itu, terdapat pula kisah mengenai perebutan harta warisan. Jumlah uang dari harta warisan yang diperebutkan adalah 10 miliar dan merupakan warisan pusaka milik Park In Hwan.

    Tayang mulai 20 April 2020, Brilliant Heritage hadir setiap hari Senin sampai dengan Jumat setiap pukul 20.30-21.00 KST di KBS. Jadi, jangan sampai tertinggal satu episodenya ya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 676 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).