Safari Dakwah - Trend Wisata Religi yang Cocok untuk Kaum Millenials - Analisa - www.indonesiana.id
x

Safari Dakwah yang diselenggarakan dengan mengundang Ustadz Hanan Atakki sebagai pemberi materi

Citra Cahya Adhieni

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Mei 2020

Jumat, 22 Mei 2020 10:27 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Safari Dakwah - Trend Wisata Religi yang Cocok untuk Kaum Millenials

    Dibaca : 216 kali

    "Era semakin modern, orang-orang semakin sibuk pada rutinitas padat dan mobilitas tinggi. Resiko stress dan kebosanan pada rutinitas pun menjadi ancaman kesehatan mental saat ini. Maka, tak heran jika industri pariwisata kini semakin berkembang pesat, salah satunya karena orang-orang di masa kini telah menganggap kegiatan wisata sebagai kebutuhan, sehingga muncullah berbagai jenis wisata yang tak lain untuk memenuhi permintaan wisatawan."

    Tuntuan pekerjaan yang semakin tinggi di era yang sangat dinamis, mendorong orang-orang untuk berpikir bahwa berwisata merupakan solusi yang paling tepat untuk mengobati rasa bosan, stress dan bahkan perasaan ingin keluar dari rutinitas tersebut walaupun hanya sementara, sehingga lambat laun keinginan berwisata berubah menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang.

    Menjadi suatu kebutuhan itu artinya kegiatan wisata menjadi sebuah agenda prioritas yang akan dilakukan oleh banyak orang, hal ini mendorong pesatnya perkembangan pariwisata saat ini baik di Indonesia maupun luar negeri. Perkembangan tersebut bisa kita lihat dari banyaknya jenis wisata yang dapat kita lakukan, tidak lagi hanya mengenai wisata alam dan budaya saja. Tetapi jenis wisata lain pun mulai berkembang dan tak kalah banyak memiliki peminatnya masing-masing.

    Seperti jenis wisata yang lebih menekankan pada keinginan dan keyakinan individu untuk mencari ketenangan dan ketentraman melalui perjalanan wisata yaitu melalui wisata religi. Perjalanan wisata yang didasarkan atas motivasi mencari spiritualitas tersebut telah berkembang sejak dulu dengan motivasi yang disebut motivasi religius.

    Namun, di era modern ini motivasi tersebut telah berkembang dengan motivasi yang tidak berhubungan dengan spiritualitas karena wisatawan hanya termotivasi untuk mencari pengalaman baru, pengetahuan dan wawasan baru mengenai budaya, sejarah dan nilai-nilai baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Bahkan hingga motivasi yang hanya karena unsur keterpaksaan karena tuntutan dari kewajiban agamanya maupun hanya sebagai pemenuhan prestige yang berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat saat ini. Motivasi-motivasi itu bisa disebut sebagai motivasi non-religius.

    Selain motivasi wisatawan yang berkembang, bentuk-bentuk dari wisata religi pun ikut berkembang seiring dengan berkembangnya zaman yaitu mulai dari wisata ziarah yang sangat identik dengan wisata religi hingga wisata religi yang bertema dakwah. Wisata religi yang mengandung misi dakwah atau penyebaran ajaran agama telah ada sejak dulu terutama dalam agama Islam, seperti penyebaran agama yang dilakukan oleh Walisongo yang menyebarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa dengan berbagai metode yang khas oleh masing-masing wali. Metode dakwah ini kemudian berkembang di era modern dengan istilah yang dikenal sebagai kegiatan Safari Dakwah (SAFDA).

    Apa itu Safari Dakwah?

    Safari dakwah merupakan metode dakwah yang berusaha merangkul seluruh kaum Muslimin melalui masjid-masjid (rumah Allah Subhanahu Wa ta’ala), memperkenalkan dan mengajarkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melalui obrolan-obrolan ringan, membacakan dan mengkaji sebuah buku ataupun kitab islami yang penting untuk diketahui oleh semua lapisan masyarakat.

    Safari dakwah ini dipelopori oleh komunitas aliran agama Islam sunni yang bernama HASMI (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami) dan telah mendapatkan rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Nomer : Rek-483/MUI/X/2011. Rekomendasi tersebut diharapkan bisa membantu mendorong agar pemerintah dan masyarakat, khususnya para pengurus ta’mir masjid di seluruh nusantara memberikan dukungan atas kegiatan safari dakwah ini.

    Safari Dakwah termasuk Wisata Religi, Mengapa?

    Hmm, benar sekali. Pasti diantara kalian bertanya-tanya, mengapa Safari Dakwah termasuk dalam kegiatan wisata religi, bukan?? Tentu hal ini akan menjadi pertanyaan besar dalam benak kalian, karena safari dakwah telah jelas merupakan kegiatan yang memiliki misi keagamaan yang tinggi yaitu "dakwah" yang sama artinya dengan penyiaran agama. Tapi, kenapa itu juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk dari jenis wisata religi?

    Dua hal yang sangat kontras ini memang sering menjadi perdebatan oleh beberapa orang karena penggabungan dari konsep "wisata" yang cenderung dianggap sebagai sesuatu yang berhubungan dengan urusan duniawi sedangkan "religi" tentu cenderung lebih berhubungan dengan urusan akhirat atau non-duniawi.

    Akan tetapi, dua hal tersebut tidak mustahil untuk bersatu dan menjadi sebuah kolaborasi yang baik, karena manusia di zaman modern semakin rentan mengalami permasalahan pada kesehatan mental dikarenakan tekanan kerja yang semakin tinggi sehingga mereka perlu dan membutuhkan jenis wisata yang tidak hanya memberi kesenangan dan relaksasi sementara dan bersifat keduniawian saja tetapi juga bisa memberikan rasa tenang, damai, dan relaksasi yang mengarah pada ketentraman batin sebagai penyeimbangnya.

    Nah, kegiatan seseorang yang berusaha keluar dari rutinitas atau keadaan yang biasa dilakukannya untuk tujuan rekreasi ataupun mencari kesenangan dan ditambah lagi dengan motivasi untuk berkunjung ke situs religi ataupun dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai agama atau spiritualitasnya, tentu sudah jelas bahwa hal tersebut termasuk ke dalam kegiatan wisata religi walaupun hanya dilihat berdasarkan pengertiannya saja. Selain itu, dilihat dari usaha dalam melakukan kegiatan Safari Dakwah ini tidak dapat dipungkiri bahwa penyelenggaraannya banyak membutuhkan komponen-komponen pariwisata seperti perjalanan wisata lainnya yaitu kebutuhan akan transportasi, akomodasi dan fasilitas-fasilitas dasar yang biasa dibutuhkan untuk berwisata.

    Mengapa Safari Dakwah Digandrungi Kaum Millennials?

    Dalam perkembangannya, safari dakwah kini menjadi sebuah trend baru dalam wisata religi di Indonesia yang cukup baik bisa diterima dan disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat baik kaum konservatif maupun kaum millenialls. Lalu, kenapa sih kaum millennials itu mulai tertarik dengan kegiatan wisata religi satu ini? Padahal notabene kaum millennials lebih suka pada kegiatan yang bersenang-senang dan bebas. 

    Alasannya tak lain karena metode dakwah yang diterapkan pada safari dakwah ini sangat berbeda jauh dengan metode dakwah yang ada pada zaman dulu dan dakwah ini dapat dikatakan mampu mengikuti trend apa yang diinginkan atau disukai oleh para kaum millennials sehingga dalam perkembangannya wisata religi satu ini berhasil mendapatkan perhatian oleh sejumlah kaum millennials saat ini. 

    Yuk simak perbedaan dakwah zaman dulu (masa penyebaran ajaran agama Islam oleh Walisongo) dan masa sekarang oleh beberapa ulama atau pendakwah muda yang terkenal seperti Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Buya Yahya hingga Ustadz Hanan Atakki yang memiliki gaya penyampaian dakwah yang unik dan banyak disukai oleh kaum muda.

    Zaman Old

    Zaman Now

    Didominasi kaum konservatif dewasa dan lansia
    Kaum millennials (remaja) tidak kalah mendominasi
    Pendakwah menghampiri jama’ah di pusat kerumunan masyarakat (tidak selalu di masjid)
    Jama’ah menghampiri masjid / venue acara dimana pendakwah tersebut melakukan dakwahnya
    Penyampaian masih kaku dan dianggap monoton sehingga rentan terasa membosankan
    Penyampaian dengan bahasa dan analogi yang kekinian (mudah dipahami) serta kreatif /bervariasi sesuai dengan ciri khas gaya penyampaian masing-masing pendakwah
    Tema/topik kajian yang disampaikan disesuaikan pada urgensi atau keinginan pendakwah
    Tema/topik kajian disesuaikan minat atau isu yang hangat dibicarakan oleh mayoritas jama’ah

     

    Hal-hal itulah yang membuat kaum millennials menjadi mulai tertarik dan turut mendorong tumbuhnya trend untuk melakukan perjalanan wisata religi di Indonesia. Keberhasilan penerimaan masyarakat terhadap Safari Dakwah membuat citra dari wisata religi di Indonesia semakin berkembang dan lebih baik. Kini, wisata religi tidak lagi dianggap sebagai jenis wisata yang kuno dan tidak populer karena cenderung didominasi oleh para lansia tetapi kaum millennials pun juga pantas untuk mencoba jenis wisata ini.

     Jadi, tunggu apalagi kaum millennials? Kalian bisa berwisata sekaligus mendapatkan ketentraman hati hanya dengan melakukan satu jenis perjalanan wisata yang kini menjadi trend yang tak kalah menariknya untuk dicoba, yaitu wisata religi berupa Safari Dakwah ini.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.