Keberhasilan Pengelolaan Wisata Pada Makam Aulia Gunungpring - Travel - www.indonesiana.id
x

Bagian dalam makam

KHOIRUNNISA RIZKI S S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2020

Jumat, 22 Mei 2020 12:29 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Keberhasilan Pengelolaan Wisata Pada Makam Aulia Gunungpring

    Dibaca : 390 kali

    Saat ini ziarah kubur telah berkembang menjadi suatu kegiatan pariwisata yang disebut dengan wisata ziarah. Objek wisata yang dikunjungi biasanya makam para tokoh yang berjasa atau terkenal semasa hidupnya. Makam Aulia Gunungpring salah satunya. Adalah salah satu objek wisata ziarah yang menyuguhkan nuansa religi yang kaya akan sejarah. Tepatnya terletak pada Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang

    Makam Aulia Gunungpring adalah sebuah destinasi wisata religi yang sudah cukup tersohor namanya. Sebuah destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik itu wisatawan dalam atau luar daerah. Sistem pengelolaannya terbilang cukup maksimal dibandingkan dengan objek wisata religi di Kabupaten Magelang lainnya.

    Hal tersebut menjadikan daya tarik tersendiri kepada masyarakat untuk mengunjungi situs tersebut. Terutama di Negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim ini jelas suatu situs wisata yang akan sangat menguntungkan.

    Makam Aulia Gunungpring ini memiliki fasilitas dan pelayanan yang lengkap serta bisa memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya. Keberhasilan suatu pengelolaan tersebut adalah peran serta dari kerjasama yang baik antar pihak.

    Beberapa faktor yang menjadi keberhasilan pengelolaan pada Makam Aulia Gunungpring ini ialah dipengaruhi oleh aspek alam yaitu keberadaan makam serta kondisi lokasi dan situs tanah yang baik. Kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan yang memadai serta aspek sosial budaya dari riwayat tokoh yang dimakamkan.

    Keberhasilan pengelolaan pada Makam Aulia Gunungpring ini dilihat dari terawatnya tempat tersebut serta kebersihan tempat. Kelayakan bangunan yang masih berdiri kokoh dan megah. Terdapat pula pusat perbelanjaan di sepanjang anak tangga menuju makam tersebut. Hal itulah yang menjadi daya tarik bagi peziarah untuk mengunjunginya. Tempat tersebut akan bertambah ramai pada bulan-bulan besar Islam, salah satunya yaitu pada bulan Muharam.

    Pada kesimpulannya, sebuah objek wisata tak akan maju tanpa sistem pengelolaan yang baik. Keberhasilan suatu pengelolaan pada sebuah destinasi wisata akan membawa dampak positif bagi destinasi wisata tersebut. Terutama untuk menarik wisatawan yang hendak mellakukan kunjungan. Keberhasilan dari pengelolaan itu juga akan memberi kenyamanan terhadap pengunjungnya dan berpotensi melakukan kunjungan berulang dan menjadikannya rekomendasi kunjungan wisata religi.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 668 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).