Peran Media Sosial dalam Pengembangan Wisata Religi - Analisa - www.indonesiana.id
x

Media

MARIO ALBERT ARIF HARDIAN

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2020

Jumat, 22 Mei 2020 17:00 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Peran Media Sosial dalam Pengembangan Wisata Religi


    Dibaca : 380 kali

    Pada era digital saat ini, media sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat global. Data terkini dari laman resmi We Are Social (23/4/2020) menunjukkan bahwa pengguna media sosial di dunia pada April 2020 berjumlah 3,81 miliar orang. Sementara itu, di Indonesia, pengguna media sosial mencapai angka 160 juta orang atau hampir 60% masyarakat Indonesia menggunakan sosial media dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial memiliki peran yang penting dalam kehidupan masyarakat. Media sosial memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai macam informasi dan berkomunikasi.

    Selain itu, media sosial juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata. Beberapa riset membuktikan bahwa media sosial memegang peranan dalam pemasaran pariwisata. Sebagai contoh, penggunaan blog perjalanan wisata dapat menciptakan brand image (Prats dan Marin, 2012). Adapun media sosial dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi masyarakat untuk menumbuhkan pengetahuan mereka terhadap suatu destinasi wisata. Informasi yang diterima masyarakat merupakan hal yang penting dalam menumbuhkan minat wisatawan sehingga mereka tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata.

    Di samping itu, salah satu isu kepariwisataan yang sedang berkembang dalam kehidupan masyarakat global adalah pariwisata religi. Hal yang menjadi dasar perkembangan pariwisata religi adalah motivasi wisatawan dalam mengunjungi situs-situs keagamaan. Motivasi wisatawan tersebut sangat beragam, mulai dari menghormati bangunan suci, menumbuhkan religiusitas, mempelajari sejarah atau budaya, hingga mencari ketenangan batin. Hal tersebut membuktikan bahwa ruang lingkup pariwisata religi tidak terbatas pada ritual atau kegiatan yang bersifat keagamaan tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan spiritualitas dan kesejahteraan seseorang.

    Selain itu, perkembangan pariwisata religi juga dipengaruhi oleh media sosial. Media tersebut dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi pengelolaan situs wisata religi. Berbagai macam jenis media sosial seperti laman web, blog, facebook, twitter, dan youtube dapat dimanfaatkan bagi pengelola situs religi untuk melakukan promosi wisata. Selain itu, media tersebut juga memiliki kontribusi dalam menyediakan informasi-informasi penting kepada masyarakat, terutama bagi calon wisatawan yang memiliki minat yang tinggi terhadap wisata religi.

    Namun demikian, sebagian besar pengelola wisata religi, terutama di Indonesia, belum memanfaatkan media sosial secara maksimal. Hingga saat ini, belum banyak situs religi yang memiliki laman web resmi. Keberadaan laman web tersebut menjadi sangat penting karena dapat menyediakan informasi yang akurat berkaitan dengan aspek asal-usul atau sejarah dari situs wisata religi. Informasi tersebut bermanfaat sebagai sarana edukasi dan promosi. Selain itu, informasi non-religius seperti akomodasi, tempat makan, dan atraksi wisata di sekitar situs tersebut juga dapat dikembangkan dalam laman web (Prats dkk., 2015:151). Hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat di sekitar situs wisata religi.

    Selain itu, media sosial seperti facebook dan twitter dapat dimanfaatkan untuk mengetahui profil wisatawan. Tanggapan atau umpan balik dari wisatawan di media sosial merupakan sarana yang baik untuk pengembangan situs wisata religi. Komunikasi yang terjalin secara interaktif antara pengguna media sosial dengan pihak pengelola dapat bermanfaat untuk memeroleh persepsi wisatawan terhadap kualitas fasilitas, pelayanan, dan keamanan. Hal tersebut sangat penting bagi upaya pengelola dalam memberikan kenyamanan dan pengalaman yang baik bagi wisatawan sebagai bentuk pemasaran wisata. Oleh karena itu, keterbukaan pengelola wisata religi terhadap media sosial di era digital harus dikembangkan sehingga memeroleh manfaat positif yang berguna bagi pariwisata religi yang berkelanjutan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.