x

Pemudik sepeda motor memacu kendaraannya di atas jalan tanah di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/8). Puncak arus mudik melalui Jalur Pantura diperkirakan terjadi hari ini dan esok hari. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Iklan

Irsyad maulidjul

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Juli 2020

Jumat, 24 Juli 2020 12:52 WIB

Jalan yang Kecewa

Puisi untuk mereka yang pernah berjanji akan memperbaiki infrastruktur namun nyatanya hanya bualan belaka

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Jalan tanah itu pernah di injak oleh ribuan manusia


Bahkan orang yang berjanji akan mengaspal jalan itu pun pernah menginjak jalan itu


Jalan tanah menunggu janji namun yang memberi janji tidak pernah lagi alas sepatunya menginjak punggungnya

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan


Jalan tanah tersadar ternyata manusia adalah pengemis, mengemis janji demi kekuasaan diajaknya rumputan liar berbicara iya berucap "haram bagi diriku jika manusia manusia pengemis itu menginjakkan kaki di punggungku".


Akhirnya jalan tanah mengamuk dan membuat lubang dalam di punggungnya agar manusia pengemis janji itu terperosok dan iya dapat menagih janjinya.

Ikuti tulisan menarik Irsyad maulidjul lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler