Sudah Tepat, Inovasi Sistem Pendidikan di Era New Normal - Analisa - www.indonesiana.id
x

source: stockvault

Maulidiya Purnama Sari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Agustus 2020

Kamis, 13 Agustus 2020 11:51 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sudah Tepat, Inovasi Sistem Pendidikan di Era New Normal

    Inovasi sistem pendidikan memang sudah tepat dilakukan di era new normal, mengingat teknologi yang ada sudah berkembang pesat di revolusi industri 4.0. Pemerintah pasti telah memikirkan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi. Kabar baiknya dengan adanya inovasi ini mampu mempercepat revolusi sistem pendidikan di Indonesia.

    Dibaca : 472 kali

    “Krisis akibat Covid-19 memaksa kita mengembangkan cara dan norma baru serta standar kebaikan dan kepantasan yang baru.” (Presiden Jokowi)

    New normal atau normal baru merupakan skenario yang dirancang untuk menghadapi COVID-19 dengan kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebelum kebijakan new normal diberlakukan, Indonesia telah melalui masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membatasi pergerakan sosial untuk masuk dan keluar dari daerah masing-masing.

    Kebijakan new normal sebagai respon dari pandemi virus corona yang tidak diketahui kapan akan berakhir sehingga pada akhirnya memaksa kita untuk tetap menjalani roda kehidupan dengan kembali menjalani tatanan hidup secara normal di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada.

    Sebenarnya jika diamati lebih dalam, kebijakan new normal tidak menjamin penyebaran virus dapat terkontrol. Bahkan, Indonesia sendiri belum dapat dikatakan aman dari virus corona. Banyak yang menyatakan bahwa pemerintah terkesan terburu-buru dalam menerapkan kebijakan ini. Namun, akhir-akhir ini di tengah semakin masifnya penyebaran virus corona yang masih belum bisa diprediksi kapan berakhir, di sisi lain pemerintah juga dituntut supaya cepat dan tanggap dalam mencari jalan keluar agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya. Salah satunya dengan melakukan inovasi dalam sistem pendidikan.

    Kemendikbud mulai memikirkan dan mengeluarkan berbagai macam kebijakan yang relevan saat ini. Salah satu inovasi pendidikan yang diterapkan ialah pembelajaran daring. Dalam rapat kerja antara Mendikbud dan Komisi X DPR pada tanggal 2 Juli 2020 lalu, mengusulkan adanya wacana blend system alias sistem campuran. Pada akhir pertemuan, ia menyatakan bahwa ini merupakan sebuah tantangan dan kesempatan untuk mencoba beradaptasi serta berinovasi dalam memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar.

    Inovasi sistem pendidikan

    Apa yang terlintas di benak kalian jika mendengar kata “Inovasi”? pembaharuan, penemuan, perubahan, dan lain sebagainya. Ya, inovasi merupakan proses mengubah konsep yang telah ada dan kemudian dimodifikasi menjadi hal yang lebih baru yang tentunya disesuaikan dengan tuntutan zaman. Lantas, mengapa inovasi penting untuk dilakukan? Karena zaman yang semakin berubah maka permasalahan yang ditemukan juga semakin besar sehingga dibutuhkanlah inovasi untuk siap menghadapi permasalahan tersebut.

    Inovasi sistem pendidikan merupakan sebuah ide atau pembaharuan yang dapat dilakukan dalam sebuah pendidikan baik dari segi perencanaan, proses, dan penilaian dalam pembelajaran. Pembaharuan sistem pendidikan tidak hanya diterapkan di pendidik, tenaga kependidikan maupun peserta didik tetapi juga keseluruhan aspek yang ada di dalam pendidikan seperti kurikulum, proses pembelajaran, hingga pada sarana prasarana pendidikan. 

    Inovasi pendidikan sangat urgen apalagi di era new normal saat ini yakni era di mana terjadinya pandemi COVID-19 yang pada keseluruhannya mengubah tatanan hidup manusia termasuk dalam bidang pendidikan. Kita tahu bahwa inovasi sangat perlu untuk dilakukan mengingat proses pendidikan menjadi terhambat bahkan berhenti pada saat awal virus ini merebak dan pada saat itu pula belum ada persiapan apapun untuk mengatasinya.

    Di Indonesia, sejak virus corona menjadi pandemi, aktivitas proses pendidikan sudah tidak berjalan seperti biasanya karena pemerintah mulai mengubah sistem pendidikan yang tadinya semua serba offline mendadak menjadi online. Hal ini dilakukan bukan tanpa tujuan dikarenakan demi meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan pendidikan baik formal maupun non formal.

    Berbagai macam inovasi pendidikan bermunculan, seperti seluruh proses belajar mengajar di sekolah hingga perguruan tinggi diubah menjadi daring dengan menggunakan berbagai macam platform yang ada, Kemendikbud juga mengadakan program belajar dari rumah dengan menggunakan media televisi, dimana guru menyediakan bahan ajar dalam bentuk video pembelajaran, pelayanan sekolah yang dilakukan dari rumah, sekolah-sekolah yang mengembangkan pembelajaran jarak jauh dengan membuat sebuah aplikasi pembelajaran, hingga wacana yang diusulkan oleh Nadiem Makarim untuk sistem pembelajaran campuran.  

    Tetapi di tengah urgensi inovasi pendidikan saat ini, apakah pemerintah juga memperhatikan berbagai aspek lain? Bagaimana dengan guru, siswa, maupun orang tua siswa yang gaptek atau gagap teknologi? Bagaimana dengan daerah-daerah pelosok yang untuk menggunakan listrik saja masih susah apalagi ikut terlibat dalam melaksanakan pembelajaran daring? Bagaimana dengan sekolah-sekolah yang terbatas media pembelajarannya?

    Dari banyaknya inovasi yang bermunculan, tentunya pemerintah juga harus memikirkan solusi atas masalah yang muncul. Apalagi sekarang banyak keluhan yang datang akibat dari inovasi tersebut.

    Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian ialah aspek pemerataan. Tidak semua daerah di Indonesia sama rata pendidikannya. Banyak fasilitas-fasilitas di sekolah pelosok yang masih minim, pembangunan infrastruktur yang masih sangat kurang, dan berbagai masalah lainnya.

    Menurut penulis, inovasi sistem pendidikan memang sudah tepat untuk dilakukan di era new normal saat ini mengingat teknologi yang ada juga sudah berkembang sangat pesat di revolusi industri 4.0. Pemerintah juga pasti telah memikirkan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi. Kabar baiknya dengan adanya inovasi ini mampu untuk mempercepat revolusi sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pemerintah juga sudah selayaknya memperhatikan aspek lainnya. Hambatan ataupun permasalahan yang muncul harus segera dicarikan solusinya agar sistem pendidikan di Indonesia dapat berjalan ke arah yang lebih maju dan tidak lupa pula besar harapan agar pandemi ini cepat berakhir.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.