x

Giring Ganesha menciptakan lagu Gusti Allah Ora Sare. Foto: Youtube

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 19 Agustus 2020 17:59 WIB

Giring for President, Kapan Lagi Punya Presiden Anak Band?

Umpamanya nih, Giring betul-betul dicalonkan jadi presiden yang akan bertarung di arena kompetisi pilpres 2024, mestinya pesta demokrasi bakal seru. Mungkin lebih seru ketimbang pilpres kemarin, soalnya ada anak band mencalonkan diri. Biarlah panggung pilpres diisi anak-anak muda, yang sudah sepuh memberi nasihat saja.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

Karena Grace Natalie melanjutkan sekolah di Singapura dan untuk sementara tidak bisa aktif sebagai Ketua Umum PSI, syahdan Giring ketiban sampur [ditunjuk] sebagai pelaksana tugas ketua umum. Ini Giring vokalis Nidji, loh, jadi mestinya ia tidak perlu diperkenalkan lagi. Sudah populer. Bukan hanya berkat lagu-lagunya, tapi juga jingkrak-jingkraknya saat berada di panggung pertunjukan musik.

Tapi, sebagai orang politik, banyak orang ingin berkenalan dengan pandangan politik Giring mengenai beragam isu terkini, umpamanya pilkada yang dijadwalkan berlangsung Desember nanti. Barangkali PSI punya calon yang mau diusung dan didukung? Komentarnya tentang politik dinasti mestinya juga ditunggu khalayak. Atau barangkali pendapatnya tentang KAMI; apakah PSI akan mendukung kehadiran mereka? Ah, tentu tidak, sebab PSI itu kan mendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebagai anak muda, mestinya Giring punya gaya sendiri dalam memimpin partai politik. Sebagai mantan vokalis band terkenal, mestinya Giring juga tidak lupa bagaimana bersikap vokal menyuarakan keadaan rakyat dan tidak menjadi pendukung pemerintah tanpa cadangan sikap kritis sembari menutup mata terhadap keadaan sekeliling. Gaya jingkraknya yang khas di panggung mestinya bisa terefleksi di gelanggang politik, tetap terukur tanpa kehilangan spontanitas. Tapi juga tidak asal njeplak.

Andaikan Giring mampu memainkan perannya sebagai Plt ketua umum partai, mungkin ia dapat membuka peluang untuk naik panggung yang lebih besar. Bukankah baliho besarnya sudah terpampang di tepi jalan: “Giring untuk Presiden 2024”. Biarpun ada netizen yang menyebut hal itu sebagai ‘halu’, tapi kan cita-cita tinggi pada awalnya memang terlihat seperti halusinasi.

Sebagai Plt sebuah partai yang belum mempunyai ‘petugas partai’ yang ngepos di Gedung Senayan, Giring perlu melakukan sesuatu untuk menarik perhatian masyarakat agar pada pileg 2024 nanti pecah telor. Menarik perhatian itu bukan sesuatu yang sekedar bikin orang menengok, tapi membuat banyak orang berpikir ‘wah, anak muda ini boleh juga dikasih kesempatan buat menunjukkan kemampuannya memimpin’.

Bukan kepemimpinan yang tanggung dalam arti menapaki anak tangga satu demi satu, tapi langsung melompat. Umpamanya nih, Giring betul-betul dicalonkan jadi presiden yang akan bertarung di arena kompetisi pilpres 2024, mestinya pesta demokrasi bakal seru. Mungkin lebih seru ketimbang pilpres kemarin, soalnya ada anak band mencalonkan diri. Biarlah panggung pilpres diisi anak-anak muda, yang sudah sepuh memberi nasihat saja.

Mengapa bukan politikus tulen, tapi [mantan] vokalis band? Sebab kita butuh sudut pandang lain, yang berbeda, unik, di tengah kejenuhan berpikir politikus dalam melihat dan memahami persoalan bangsa kita. Sebagai musisi, barangkali Giring mampu menawarkan jalan keluar yang kreatif dari situasi yang cenderung stagnan—stagnan karena kebuntuan jalan pikiran kita. Pikiran yang stagnan perlu diguncang oleh pikiran baru agar terbuka cakrawala baru. Zaman sudah berubah, masa sudah berganti. Tentu saja jika Giring memang punya pikiran yang mengguncang.

Kapan lagi momen yang tepat untuk menggiring Giring agar mau jadi capres? Kapan lagi kita bisa punya presiden anak band? Bukan sekedar presiden yang bisa memetik gitar? Jika empat tahun lagi situasi ekonomi masih sulit, setidaknya kita bisa meminta capres Giring untuk menyanyikan lagu pelipur lara: “Biarkan waktu.. waktu..... hapus aku....”Jika ternyata baliho itu hanya untuk menarik perhatian, ya kita lupakan saja Giring, seperti syair yang sama: “Biarkan waktu.. waktu..... hapus aku....” >>

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB