Sejarah Perkembangan Radio di Indonesia Pada Masa Penjajahan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Anas Muzaki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Juli 2020

Senin, 14 September 2020 15:25 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sejarah Perkembangan Radio di Indonesia Pada Masa Penjajahan

    Simak sejarah perkembangan radio di Indonesia pada masa penjajahan di artikel ini.

    Dibaca : 574 kali

    Radio selalu memiliki peminatnya sendiri dari dulu dimana radio merupakan media massa paling populer sampai sekarang dimana orang sudah lebih memilih menggunakan internet dan televisi, hal ini disebabkan karena sifat radio yang santai, karena sifatnya auditori (untuk didengarkan), lebih mudah orang untuk menyampaikan pesan dalam bentuk acara yang menarik. 

    Dahulu Perkembangan radio sebagai media massa berkembang dibeberapa negara. Diawali di Amerika Serikat (AS) dengan pengembangan penemuan Marconi oleh Dr. Lee De Forest pada tahun 1906. Sejak saat itu radio di AS mulai mengalami perkembangan yang pesat. Pada bulan Maret 1923 telah berdiri 556 stasiun radio. Baru pada tahun 1926 berdirilah NBC sebagai badan siaran radio yang luas dan besar, lalu muncul pesaingnya yaitu CBS. Sejak saat itu radio terus berkembang dibeberapa negara seperti Inggris, Perancis, Uni Sovyet, Jepang dan RRC.

    Lalu, bagaimana dengan perkembangan radio pada saat itu di Indonesia yang mana saat itu Indonesia masih dalam masa penjajahan?

     

    Perkembangan Radio di Indonesia Pada Masa Penjajahan

    Indonesia sendiri pada saat radio berkembang sebagai media massa, masih berada dalam masa penjajahan.

     

    Saat masa penjajahan Belanda, saat itu Belanda mengalami masa tidak baik, sebab pribumi mulai meningkat rasa nasionalismenya yang ditandai dengan terbentuknya banyak organisasi pribumi. Pada 16 Juli 1925 pertama kali didirikan radio dengan nama Batavia Radio Verening. Stasiun yang beroperasi ini merupakan milik swasta.

     

    Tak lama berselang, berdiri NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij) yang merupakan stasiun besar dari pemerintah Hindia Belanda. Seiring berjalannya waktu, stasiun radio ini mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan luasnya jangkauan, meski begitu sayangnya program siaran stasiun radion ini hanya berita tentang perdagangan warga asing.

     

    Masuk ke dalam masa penjajahan Jepang, pemerintah menguasai radio hampir tiga setengah tahun. Berbagai program mengarah untuk mendukung propaganda perang asia timur. Pada masa ini siaran radio mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perubahan yang dimaksud yakni materi siaran pada program yang dijalankan dimana porsi sosial budaya semakin besar.

     

    Berbeda dengan masa Hindia Belanda, semua sarana komunikasi di kendalikan oleh militer. Hal ini ditujukan untuk membantu dan memenuhi kepentingan perang, radio ini termasuk dalam alat komunikasi yang paling bagus pada saat itu. Terlepas dari itu, pemerintah jepang membentuk pengurus siaran radio.

     

    Sampai 6 bulan berjalan, radio ini terus melakukan siaran menggunakan bahasa Belanda dan Inggris. Waktu tidak berjalan lama, kebijakan itu di hapus. 

     

    Tragisnya radio yang ditujukan sebagai alat propaganda Jepang malah menjadi boomerang bagi Jepang sendiri. Adanya radio malah membuat semakin banyak rakyat dan nasionalis mendengarkan berita. 

     

    Itu dia perkembangan radio di Indonesia pada masa penjajahan yang bisa saya sampaikan. Sekian dan semoga artikel ini bermanfaat.

     

    Sumber : https://www.sejarahpedia.com

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.