Indonesia: Hancurkan Semua Nuklir di Dunia - Analisis - www.indonesiana.id
x

Menlu Retno Marsudi dalam jumpa pers virtual pada Kamis, 17 September 2020. Kemenlu

Gadis Desa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Selasa, 13 Oktober 2020 06:57 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Indonesia: Hancurkan Semua Nuklir di Dunia

    Kalau dibilang siapa Kartini masa kini, saya setuju untuk mengusung nama Retno Marsudi sebagai sosok paripurna yang pas merepresentasikan Kartini masa kini. Rekam jejaknya dalam diplomasi Indonesia, tak dapat diragukan.

    Dibaca : 895 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kalau dibilang siapa Kartini masa kini, saya setuju untuk mengusung nama Retno Marsudi sebagai sosok paripurna yang pas merepresentasikan Kartini masa kini. Rekam jejaknya dalam diplomasi Indonesia, tak dapat diragukan.

    Retno Marsudi, tahun ini menjadi periode kedua menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia di kabinet Jokowi. Presiden gak punya catatan minus dan justru terpuaskan dengan gerak lincah nan berani ala Srikandi yang dipentaskan Retno.

    Agustus lalu, Bu Retno berhasil meng-gol-kan peran perempuan dalam misi perdamaian dunia lewat Resolusi 2538 Dewan Keamanan (DK) PBB. Posisi sebagai anggota tidak tetap DK PBB, benar-benar dimaksimalkan untuk menghasilkan rumusan dan perjuangan nyata bagi perdamaian dunia.

    Resolusi 2538 itu ternyata juga adalah resolusi pertama dalam sejarah diplomasi Indonesia di DK PBB dan berhasil meraih dukungan dari 97 negara PBB.

    Menariknya, di setiap gerak diplomasi, Bu Retno selalu menarik sisi emansipasi perempuan ke dalam peran-peran yang mulia, salah satunya sebagai bridge builder, yang tidak hanya berhasil jembatani perbedaan posisi, tetapi juga mempersatukan anggota DK PBB.

    Saat ini, personel perempuan penjaga perdamaian PBB berjumlah 5.327 atau 6.4% dari total 82.245 personel. Dan Indonesia adalah salah satu kontributor personel perempuan terbesar dengan 158 personel yang bertugas di tujuh misi PBB yaitu Lebanon, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah, Sudan Selatan, Darfur, Mali, dan Sahara Barat. Sejak tahun 1999, Indonesia telah mengirim lebih dari 570 personel perempuan ke berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB. (sumber: Kemlu)

    Yang terbaru, di momentum Sidang Umum PBB ke-75 September-Oktober tahun ini, Retno Marsudi lagi-lagi membuat decak kagum dengan konsistensi perjuangannya menghadirkan kondisi dunia yang damai tanpa perpecahan.

    Di Sidang Umum PBB kali ini, Indonesia melalui Bu Retno dengan tegas menyerukan penghancuran secara menyeluruh dari senjata nuklir di dunia. Ada tiga pokok utama ketegasan indonesia ini, yaitu pertama perlunya mempertahankan Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Kedua, mekanisme dan arsitektur perlucutan senjata nuklir yang relevan harus diperkuat. Dan ketiga, perlucutan senjata nuklir harus memberikan manfaat nyata bagi kemakmuran global.

    “Covid-19 mengingatkan kita bahwa melindungi umat manusia tidak dapat dilakukan melalui senjata nuklir, tetapi melalui solidaritas global,” kata Retno Marsudi.

    Bravo Indonesia!

    Ikuti tulisan menarik Gadis Desa lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.