Dua Kunci SKK Migas - Analisa - www.indonesiana.id
x

Citra Cita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

4 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Dua Kunci SKK Migas


    Dibaca : 160 kali

    DUA KUNCI SKK MIGAS

    Semangat dan strategi.

    Itu jadi kunci suksesnya mencapai target kerja. Plus: mewujudkan tanggung jawab. SKK Migas punya keduanya. Kunci sukses itu. Untuk pengelolaan industri hulu migas nasional.

    SKK Mgas ingin produksi minyak bumi dan serapan gas di Indonesia betul-betul optimal tahun ini. Dapat mencapai target ditetapkan. Makanya perlu strategi.

    SKK Migas juga optimis berhasil merealisasikannya. Itu dulu yang penting. Punya keyakinan. Supaya tetap lahir ide-ide inovatif. Strateginya: SKK Migas mengoptimasi rate produksi dan mempercepat planned shutdown ExxonMobil Cepu Ltd  Dari situ SKK Migas yakin mampu menambah produksi minyak bumi sebesar 1.200 bph.

    Siasat lainnya: SKK Migas mengoptimalkan juga pemboran 11 sumur di Blok Rokan per kuartal IV 2020 yang diharapkan mampu menambah produksi sebesar 400 bph.

    SKK Migas juga mematok tambahan produksi 1.000 bph dari Pertamina EP melalui optimasi pemboran pengembangan, workover dan well intervention yang sempat tertunda karena wabah Covid-19 dan rendahnya harga minyak mentah.

    Kemudian; SKK Migas menyiapkan strategi juga agar KKKS segera mengeksekusi komitmen program kerjanya, antara lain PT Bumi Siak Pusako – Pertamina Hulu untuk membor 13 sumur yang belum, Odira Karang Agung untuk melakukan 3 work over dan Camar Resource Canada untuk reaktifasi platform.

    Jadi itu semua strategi disusun SKK Migas. Agar produksi migas Indonesia sesuai target diinginkan. Tentu saja ada strategi karena SKK Migas punya semangat dan integritas kerja kelembagaan.

    Sebab bersemangat, maka SKK Migas bertekad mencapai target produksi migas dituju. Sehingga nama baik lembaga tetap terjaga. Begitu logika sederhananya.

    Semangat dan strategi kerja SKK Migas jadi keyakinan mendongkrak peningkatan produksi minyak sebesar 2.900 bph. Dan sasaran besar dari semangat dan strategi kerja SKK Migas tersebut: outlook produksi akhir tahun pasca optimasi bakal mencapai 707,2 ribu bph.

    Optimis tercapai? Sangat optimis.Sebab SKK Migas punya semangat dan strategi kerja. Sebab tanggung jawabnya untuk ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat dari hasil hulu migas nasional.*



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    4 hari lalu

    Sepuluh Aturan Emas Pengelolaan Risiko Banjir (10 Golden Rules of Flood Risk Management)

    Dibaca : 401 kali

    Dalam Undang Undang No 17 tahun 2017 tentang Sumber Daya Air (SDA), pada Bagian Keempat Pasal 35, pengertian “Pengelolaan Banjir” adalah “Pengendalian Daya Rusak Air”. Pasal 35 ayat (1) Pencegahan Daya Rusak Air dilakukan secara menyeluruh yang mencakup upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan; Ayat (3) Pencegahan Daya Rusak Air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan Daya Rusak Air. Penjelasan Pasal 35 ayat (3) Yang dimaksud Daya Rusak Air antara lain, berupa: a. banjir (banjir adalah peristiwa meluapnya air melebihi palung sungai atau genangan air yang terjadi pada daerah yang rendah dan tidak bisa terdrainasikan – SNI 2415-2016); b. erosi dan sedimentasi; c. tanah longsor; d. banjir lahar dingin; e. perubahan sifat dan kandungan kimiawi, biologi, dan fisika Air; g. terancam punahnya jenis tumbuhan dan/atau satwa; h. wabah penyakit; i. tanah ambles; j. intrusi, dan/atau; k. perembesan. Beberapa kecenderungan (trend) “Pengelolaan Risiko Banjir” yang berkembang di Eropa, China dan Australia ditulis oleh Sayer et.al 2012 sebagai 10 Golden Rules of Flood Risk Management. Saudara Ir. Slamet Budi Santoso Dipl. HE (Pengamat: persungaian terkait banjir, kekeringan dan pencemaran) telah menyadur tulisan Sayer et.al 2012 tersebut, dan sekaligus mengaitkannya dengan kondisi dan praktek penanganan Banjir di Indonesia. Melihat tantangan permasalahan Banjir ke depan yang semakin berat dan meluas akibat masifnya alih fungsi tutupan lahan dan hutan DAS hulu, ditambah perubahan iklim; Penulis menilai pemahaman Aturan Emas terkait Risiko Banjir ini penting sebagai referensi bagi para akademisi, tenaga ahli dan pengamat banjir di Indonesiana.