Sinopsis KDrama Kairos, Perjalanan Melintasi Waktu Menemukan Orang Tersayang - Analisis - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Minggu, 25 Oktober 2020 05:57 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sinopsis KDrama Kairos, Perjalanan Melintasi Waktu Menemukan Orang Tersayang

    Akan membawa penontonnya untuk turut membantu menemukan orang-orang tersayang yang hilang dengan melintasi waktu. Kairos sebuah drama terbaru MBC ramai diperbincangkan karena selain kisahnya yang menarik, juga genre thriller dan fantasinya pun sangat memukau jika dilihat dari trailernya.

    Dibaca : 414 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sinopsis KDrama Kairos, Perjalanan Melintasi Waktu Menemukan Orang Tersayang

    Akan membawa penontonnya untuk turut membantu menemukan orang-orang tersayang yang hilang dengan melintasi waktu. Kairos sebuah drama terbaru MBC ramai diperbincangkan karena selain kisahnya yang menarik, juga genre thriller dan fantasinya pun sangat memukau jika dilihat dari trailernya. 

    Kim Seo Jin (Shin Sung Rok) yang berprofesi sebagai direktur muda di salah satu perushaan konstruksi, yang telah memiliki seorang putri cantik. Berkat kegigihannya dalam bekerja, Seo Jin mampu menggapai kebahagiaan di masa mudanya dengan mudah. Sang istri pun memiliki paras yang cantik dan lihai dalam bermain biola. 

    Tak mau kalah cantiknya dengan sang istri, putrinya pun memiliki paras yang begitu memesona. Kebahagiaan Seo Jin rasanya sudah begitu sempurna tanpa kurang suatu apapun. Namun, kehidupannya yang bahagia dengan sang istri dan anak semata wayangnya, harus dilanda kesedihan karena sang putri diculik oleh seseorang. 

    Seo Jin sangat syok dengan kabar yang diterimanya. Ia ingin dapat kembali ke masa lalu, masa di mana sang putri tengah diculik, sehingga ia dapat menyelamatkan anaknya sebelum peristiwa menyakitkan tersebut terjadi. Hampir memiliki waktu peristiwa yang sama, Han Ae Ri (Lee Se Young) seorang wanita yang harus kehilangan ibu yang tengah sakit. 

    Ae Ri hanya menghabiskan waktunya untuk belajar dan bekerja sebagai paruh waktu, yang mana penghasilannya hanya dihabiskan untuk proses operasi sang ibunda. Sang ibu tengah sakit-sakitan, sehingga mengharuskan Ae Ri bekerja dengan giat demi mendapatkan uang yang berlimpah. 

    Memiliki kisah yang sama, Seo Jin dan Ae Ri dipertemukan karena hilangnya anggota keluarga mereka. Telah tinggal satu bulan sebelumnya daripada Seo Jin, keduanya hanya dapat terhubung selama satu menit saja tetapi akan ada situasi intens yang terjadi. Keduanya secara bekerja sama mencoba untuk mengungkapkan misteri hilangnya ibu dan anak mereka. 

    Ae Ri dan Seo Jin rela berdiri di persimpangan jalan di tengah takdir mereka yang bersilangan. Lalu, akankah salah satu orang yang paling berharga mereka dapat dipertemukan? Serta apakah fakta dibalik hilangnya ibu Ae Ri dan putri Seo Jin secara mendadak? 

    Drama garapan Park Seung Woo ini akan memberikan nuansa mencekam bagi para penontonnya. Kehidupan yang awal mulanya bahagia, tiba-tiba dihantam dengan ombak besar bahwa sang anak hilang begitu saja. Tak hanya itu, kehidupan yang sudah kelam pun akan semakin kelam karena fakta bahwa anggota keluarga yang paling dicintai pun harus menghilang. 

    Tak seperti kebanyakan drama lainnya yang akan mengisahkan tentang perjalanan ke masa lalu untuk mengubah masa depan, Kairos akan menyuguhkan kisah yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda pula. Namun, dengan kerja sama yang dilakukan dan berani mengambil resiko diyakini akan menghasilkan akhir yang bahagia. 

    Mulai tayang pada 26 Oktober 2020 setiap Senin dan Selasa pukul 21.20 KST, sudah siap kembali ke masa lalu bersama Kairos?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Karmila Yusuf

    1 hari lalu

    Proyek Based Learning Melalui Media Daring Memanfaatkan Akun Media Sosial Menciptakan Merdeka Belajar dan Mewujudkan Pelajar Berprofil Pancasila dalam Pembelajaran Terbatas di Masa New Normal

    Dibaca : 74 kali

    Terlepas dari aturan pemerintah daerah yang menghimbau anak anak untuk tidak membawa Hp ke sekolah, justru sekarang sebaliknya anak anak malah harus membawa Hp tapi tetap dalam kontrol ibu bapak gurunya disekolah. Pada pertengahan Oktober lalau terkait penyebaran covid 19 dimana daerah NTB mulai memasuki zona orans ke hija, pemerintah daerah mengacu pada pernyataan mas menteri yang membolehkan daerah zona orens untuk melakukan kegiaatn simulasi pembelajaran dengan protokol kesehatan yang ketat. Sekolah kami melakukan kegiatan simulasi dengan model sip, sehingga anak anak disekolah belajar per mapel selama 45 menit. Berangkat dari itu maka semua guru diminta untuk menyiapkan materi esensial yaitu materi yang dianggap paling penting yang sudah disesuaikan dengan KD setiap bab mata pelajaran. Hal inilah yang memunculkan ide saya dalam mengEmbangkan model pembelajaran Projek Beased Learning, projek anak anak dipembelajaran ini cukup berbeda, anak anak disekolah hanya membahas materi esensial saja selebihnya 80% pembelajaran dilakukan secara berkelompok dirumah dan semua penilaian dilakukan melalui media sosial yaitu melakukan promosi hasil karya melalui WA, Fb, IG ataupun media sosial lainnya, mereka harus memiliki sebuah toko online yang di aplikasinya melalui Hp. Dalam pembelajaran ini anak anak secara tidak langsung akan terlihat kemampuan sesuai dengan profil pancasila yaitu yaitu gotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri serta anak anak dapat berekspresi sehingga terwujudnya merdeka belajar. Merujuk dari pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengatakan semua anak itu berbeda dan setiap perbedaan adalah unik, guru itu bukanlah menuntut anak untuk harus mengikuti segalaa proses pembelajaran yang di dalam kendalinya namun guru tuganya menuntun anak sesuia kodrat yang melekat pada diri anak, dimana seoarang guru tidak dapat merubah kodrat anak melainkan hanya dapat menuntun kodrat tersebut layaknya seorang petani yang sedang menyemai padi. Tumbuhnya padi tidak bisa dipaksa seperti tumbuhnya tanaman jagung atau tumbuhan yang lainnya, tumbuhnya padi hanya bisa dioptimalkan menjadi padi yang tumbuh subur dan mengasilkan padi berkualitan tinggi. Anak anak SMA memang sudah lama mempelajari PKWU ( Prakarya dan Kewirausahaan ), anak anak sangat mumpuni dalam bereksperimen, mengenai alat alat rumah tangga seperti sendal jepit dan bermacam macam aksesoris lainnya, banyak jenis gaun gaun dari hasil limbah plastik yang merupakan hasil karya anak anak SMA di pelajaran dan seni budaya prakarya. Namun baru dua tahun ini anak anak dipokuskan pada makanan olahan tradisional yang digabung dengan makanan modern terkait dengan program pemerintah yaitu meningkatkan pengetahuan budaya lokal, anak anak praktik pengolahan makan sekaligus mempresentasikan olahan mereka sendiri yang dilakukan disekolah, sebagai tim penilai adalah Ibu Bapak guru disekolah. Berangkat dari potensi itu saya berpikir bahwa anak anak selain berkarya memang harus belajar berwirausaha terkait anak anak memang sudah memiliki modal utama yaitu mampu memproduksi makanan atau barang aksesoris lainnya. Selain itu pendidikan kewirausahan juga menguntungkan siswa dari semua latar belakang sosial ekonomi karena mengajarkan anak anak untuk berfikir luas, mengasah bakat dan keterampilan yang tidak konvensional. Lebih jauh lagi, ini dapat menciptakan peluang kerja, menjamin keadilan sosial, menanamkan kepercayaan diri dan merangsang ekonomi. Oleh karena itu saya mengajak anak anak untuk melihat dunia pasar yaitu pasar online, anakpun sekarang sudah lihai berseluncur ke dunia media sosial, saya hanya menuntun potensi mereka untuk mengidentifikasi media sosial, anak anak menemukan beragam toko toko online berseliwerran. Saya menanyakan kembali apakah anak anak siap beewirausaha bersma ibu guru sambil berkata jika memang ada pembelajaran wirausaha menurut anak anak yang membuat anak anak nyaman silahakan kita diskusikan bersama “untuk menciptakan merdeka belajar yaitu belajar atas dasar kemauan sendri”. Anak anakpun dengan semanagat mengatakan kami mau belajar berwirausaha bu guru. Dengan begitu saya mulai mengajak anak anak untuk merencakanan produk andalan apa yang akan diproduksi untuk di promokan ke media media sosila mereka, dengan membetuk kelompok kerja kemudian memberikan tips serta ilmu berwirausaha. Anak anak langsung saya minta mulai dari sekarang. Jadi anak anak membuat produk dan melakukan promosi dengan tetap saya kontrol melalui photo photo dan vidio vidio yang diunggah di media sosial atau dikirim langsung ke WA saya. Disekolah anak anak hanya membahas materi esensial saja terkait proses dalam memproduksi, tehnik mengemasan produk, dan tehnik pemasaran. Pada kesempatan inilah anak anak berkolaborasi anatar kelompok, dengan memperkenalkan produk produk ungggulan mereka bersamaan dengan proses serta kendala kendala yang anak anak temuan di lapangan. Disini terbentuk sebuah sinergi, saling mensuport, belajar saling menghargai serta memberikan masukan masukan berbentuk nilai nilai positif yang nantinya mampu memajukan iptek dan wawasan dunia luar secara bersama sama.






    Oleh: Tri Harjanto

    1 hari lalu

    Implementasi Merdeka Belajar Melalui Pembelajaran Daring Berdiferensiasi Pada Masa Pandemi Covid-19

    Dibaca : 107 kali

    Guru dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif dalam upaya untuk mewujudkan merdeka belajar terlebih pembelajaran melalui daring karena masih dalam suasana pandemi Covid-19. Upaya mengimplementasikan merdeka belajar pada mata pelajaran Biologi SMA Kelas X, diterapkan melalui strategi pembelajaran daring berdiferensiasi pada pokok bahasan tentang virus. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Untuk menentukan kebutuhan murid, guru harus memetakan kebutuhan belajar murid melalui kesiapan belajar (readiness) murid, minat murid dan profil belajar murid. Strategi pembelajaran berdiferensiasi terdiri dari diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Pada masa pandemi Covi-19 pembelajaran yang menarik, menantang, kolaboratif, komunikatif harus tetap berjalan. Upaya mewujudkan hal tersebut digunakan google meet sebagai media pembelajaran. Pada pembelajaran ini murid mendengarkan penjelasan seolah-olah bertemu di kelas, masih ada interaksi, umpan balik, diskusi dan unjuk karya produk hasil pembelajaran. Pembelajaran juga didasarkan pada minat yang dipetakan oleh guru sebelumnya, sehingga guru sudah mengetahui minat murid terhadap apa yang akan dipelajari saat itu. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP pembelajaran berdiferensiasi yang telah dibuat sebelumnya oleh guru. Pokok bahasan pembelajaran adalah Virus, dengan kompetensi dasar 4.4 melakukan kampanye tentang bahaya virus dalam kehidupan terutama bahaya AIDS berdasarkan tingkat virulensinya melalui berbagai media informasi. Strategi pada tahap diferensiasi konten, murid bebas memilih virus yang menjadi target materi. Diferensiasi proses, murid yang tersebar dalam kelompok yang belum memahami materi, guru akan memberikan pembimbingan individual atau meminta teman satu kelompoknya yang sudah paham untuk membantu menjadi tutor sebaya atau mencari sumber belajar lain. Tahap selanjutnya adalah diferensiasi produk, dalam menyajikan proyek setiap kelompok bisa membuat dalam bentuk PPT, poster atau video sebagai media presentasi kampanye yang diunggah ke you tube. Pada pembelajaran daring berdiferensiasi ini, muird-murid terlihat merdeka belajarnya, hal ini dapat dilihat dari antusias, ketepatan menggunggah tugas, kemampuan diskusi, variasi produk dan sumber belajar yang dipakai. Pembelajaran berdiferensiasi mampu membantu murid mencapai hasil belajar optimal, karena produk yang mereka hasilkan sesuai minatnya.