Strategi menjadi Guru Hebat di Era Pandemi Covid-19 - Analisis - www.indonesiana.id
x

Webinar perencanaan keuangan bagi UMKM di desa Karanganyar Kec. Poncokusumo

Yusra Defawati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Oktober 2020

Sabtu, 31 Oktober 2020 10:47 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Strategi menjadi Guru Hebat di Era Pandemi Covid-19

    Sejak merebak wabah pandemi Covid-19 awal Maret 2020 hampir di seluruh permukaan bumi ini, mengakibatkan lumpuhnya segala sendi kehidupan termasuk Indonesia. Bidang pendidikan termasuk imbas terbesar yang musti melakukan penyesuaian dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar, hal ini disikapi langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dinas pendidikan provinsi , seterusnya satuan pendidikan dengan dikeluarkannya kebijakan kurikulum di masa kondisi khusus ini dan setiap satuan pendidikan diberikan kelonggaran dalam merealisasikannya.

    Dibaca : 611 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    “Strategi Menjadi Guru Hebat Di Era Pandemi Covid-19”

    Yusra Defawati, S.Pd*

     

    Latar Belakang

    Sejak merebak wabah pandemi Covid-19 awal Maret 2020  hampir di seluruh permukaan bumi ini, mengakibatkan lumpuhnya segala sendi kehidupan termasuk Indonesia. Bidang pendidikan termasuk imbas terbesar yang musti melakukan penyesuaian dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Hal ini disikapi langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dinas pendidikan provinsi, seterusnya satuan pendidikan, dengan dikeluarkannya kebijakan kurikulum di masa kondisi khusus ini. Dan setiap satuan pendidikan diberikan kelonggaran dalam merealisasikannya.

    Tantangan ini menggeliatkan semua aspek yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan untuk menata ulang perangkat pembelajaran yang tentu tidaklah mudah. Al Quran mengatakan bahwa, ”Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada(Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS.At-Taubah : 105).

    Kegiatan pembelajaran pun lalu dilakukan secara online, salah satunya Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) yang dipengaruhi oleh geogafis, budaya, maupun infrastruktur setiap daerah (Nadiem M. liputan6.com). Jika dilihat dari data statistiknya ada 51 juta siswa dan hampir 3 juta guru yang terdampak pandemi ini. "Namun demikian guru tetap menjadi pelecut dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan PJJ," ungkap Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd (Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO).

    Peran guru di masa pandemi diantaranya: 1). memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademik dan non akademik, mempersiapkam materi dan hasil evaluasi pembelajaran, 2). Guru juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan peserta didik secara fisik dan psikis, 3). Memberikan penguatan aktif dalam memberikan pemahaman kepada siswa guna mentaati semua protokol kesehatan.

    Dengan demikian kepala sekolah sebagai manejer dari satuan pendidikan harus dapat merancang srtategi dalam menjalankan kurikulum kondisi khusus ini. Sedangkan untuk guru sebagai pendidik yang berhubungan langsung dengan siswa, mereka menjadi hebat dan hal-hal yang diungkapkan di atas. PJJ dapat direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional.

    Strategi kepala sekolah menjadikan guru hebat di era pandemi

    Guru hebat  menurut Agustina Soebachman (2004:79) adalah guru yang memiliki 5 kriteria, yaitu: kualitas, integritas moral, kedalaman ilmu, keterampilan, konitmen diri. Sebagaimana yang diungkapkan juga oleh Burden & Byrd serta Kennedy(Slavin:2000) bahwa guru yang efektif perlu memliki kemampuan untuk menanpilkan tugas-tugas yang  mempengaruhi instruksi efektif. Dari paparan diatas pada situasi pandemi covid19 saat ini masih sangat relevan. Melihat kriteria diatas  semua guru sangat mungkin dan bisa menjadi guru hebat apabila sekolah dapat melakukan upaya dan usaha untuk menciptakan guru-guru yang memiliki kriteria tersebut.

    Usaha –usaha itu dapat dilakukan baik secara indivu guru itu sendiri atau secara kolektif melalui lembaga sekolah. Usaha secara kolektif dapat diupayakan oleh kepala sekolah sebagai top manajer di sekolah.

    Strategi  kepala sekolah dalam menciptakan guru hebat yang memiliki kedalam ilmu, keterampilan, komunikasi yang efektif, dan  keluwesan dalam pendekatan pembelajaran adalah :

    1. Kepala Sekolah melakukan pemetaan terhadap kompetensi guru melalui data penilian kinerja guru sebelumnya. Dari hasil pemetaan tersebut guru dikelompokkan menjadi 3 level yaitu level1. 2, dan 3.

    Level 1 hasil penilaian kinerja guru rendah, level 2 hasil penilian kinerja guru sedang, dan level 3 hasil penilaian kinerja guru baik.

    1. Terhadap guru level 1 dan 2 dirancang perencanaan kegiatan workshop/pelatihan diantaranya pelatihan model-model pembelajaran daring, merancang persiapan pembelajaran daring, dan membuatnya dalam aplikasi daring yang digunakan. Adapun Nara sumber ahli dalam pelatihan diundang dari pengawas sekolah maupun dari widyaswara LPMP dan dibantu oleh tenaga IT Sekolah dalam pendampingan guru, sedangkan guru level 3(baik) dijadikan sebagai tutor sebaya dalam pelatihan.

    Dalam kondisi pandemi ini pelatihan direncanakan pelaksanaannya secara luring/offline, hal ini dikarena guru tersebut perlu dilatih secara langsung karena keterbatasan keterampilannya di bidang IT dengan tetap menjalankan  Protokol Kesehatan.

    1. Melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan, serta mengevaluasi ketercapaiannya .
    2. Melengkapi sarana prasarana pendukung untuk PJJ diantaranya ketersediaan internet, bantuan pulsa yang cukup, kelengkapan labor IT, listrik yang memadai.

    Keempat strategi di atas akan berhasil dengan baik dan optimal bilamana semua aspek kependidikan pada satuan pendidikan bersinergi dengan sungguh-sugguh.sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh  Ahmad,” Seseungguhnya Allah menyukai hamba yang bekerja dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah.” Wallahu ‘alam bisshawaab.

    Talang Payakumbuh, 29 Okrober 2020

     

     

     

     

     

     

    Daftar Pustaka

     

    m.liputan6.com, News  , Nadiem Sebut Pendidikan Banyak Berubah Untuk Hadapi Pandemi

                ( Kamis 11 Setember 2020), diambil tanggal 29 Oktober 2020 pukul 14.30 WIB

     

    Permendikbud Nomor 13 Tahun 2007.Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

     

    Slavin , R.E. 2009. Educational Psychologi for effective Teaching. Belmont : Wadsworth  

                 Publishing Company.

     

    Suebechan, Agustina. 2014. Saatnya Anda Menjadi Guru Terhebat. Yogyakarta:In

               Azna Book

    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

     

     

     www.kompas,com, Edu. Ini  Peran dan Tuntutan Kompetensi Guru di Masa Pandemi (Senin,

                  26 Oktober 2020), diambil tanggal 29 Oktober 2020 pukul 13.25 WIB

     

     

        *Penulis adalah Wakil Kurikulum SMAN 1 Kec. Guguak, Mahasiswa Pascasarjana

       Manajemen Pendidikan Islam IAIN Batusangkar

     

     

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.