Pilkada dan Kebutuhan Pemimpin Daerah Berwatak Penerobos - Analisa - www.indonesiana.id
x

rakyat dan pemimpin

Rusmin Sopian

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 18 November 2020 20:35 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pilkada dan Kebutuhan Pemimpin Daerah Berwatak Penerobos

    Dengan melihat potensi lokalitas, pemimpina harus bisa membawa daerahnya menjadi berkemajuan, mandiri, sejahtera, dan makmur. Daerah juga dituntut siap menghadapi persaingan global, khususnya menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN. Untuk itu dibutuhkan sososk kepala daerah yang bertipe penerobos (breakthrough leadership). Apakah Pilkada bisa menjawab hal itu?

    Dibaca : 642 kali

     

    Pilkada Serentak 2020 merupakan proses demokrasi di daerah untuk mencari pemimpin daerah yang berasal dari pilihan rakyat daerah. Sebagai penguasa tertinggi di negeri ini sebagaimana amanat konstitusi, rakyat menentukan pilihannya di TPS, siapa yang akan diamanatkannya sebagai pemimpin daerah lima tahun ke depan.

    Rakyat bebas menentukan pilihan dengan penuh suka cita dan tanpa paksaan. Untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin, tentunya sebagai rakyat, kita menginginkan lewat Pilkada Serentak 2020 ini akan terlahirkan pemimpin daerah yang berkompetensi tinggi. Selain itu juga siap bekerja keras dan bekerja cerdas untuk membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dan sebagai rakyat kita harus cerdas dalam memilih pemimpin daerah kita.

    Banyaknya para pemilih terkategori pemilih cerdas, tentunya sangat diharapkan mampu menghasilkan kepala daerah yang berkualitas dan berkompetensi. Hal ini menjadi sangat penting karena bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.

    Imron Rosyadi Lektor Kepala FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebutkan bahwa pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku dalam memilih pemimpin.

    Pertama, anti money politic yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu. Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya. Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai 'godaan iman' yang segera berlalu, kemudian segera 'bertaubat' untuk kembali mengikuti suara hati nuraninya.

    Kedua, pemilih bertipe cerdas, tidak asal pilih, yakni konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak dan kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab. Artinya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan nya dengan matang, dan diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerahnya.

    Pada sisi lain, misi dan platform yang diusung  calon kepala daerah, menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan akhirnya di ruang TPS, sehingga hanya calon Kepala Daerah yang memiliki visi dan misi yang logis dan 'membumi' yang akan dipilihnya.

    Pada sisi lain, melihat potensi masing-masing daerah yang bisa dikembangkan menjadi sebuah daerah lebih berkemajuan, mandiri, sejahtera, dan makmur, serta tuntutan daerah untuk menghadapi persaingan global, khususnya dalam menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka dibutuhkan kepala daerah yang bertipe penerobos (breakthrough leadership).

    Disebut sebagai penerobos, karena kepala daerah model ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan extra-ordinary terhadap daerahnya dengan jalan, memperbaiki kembali mental dan karakter bawahan, dan perbaikan kelembagaan secara menyeluruh dengan memulai proses penciptaan inovasi; meninjau kembali struktur, proses dan nilai-nilai kedaerahan (local wisdom) agar lebih baik dan lebih relevan; dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat dan mencoba untuk merealisasikan kemajuan daerah, yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan.

    Kepala Daerah bertipe penerobos memahami pentingnya perubahan-perubahan yang mendasar dan spektakuler dalam mengelola daerah, dan tugas-tugasnya untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan masyarakat daerahnya. Kepala daerah bertipikal penerobos mampu mendesain manajemen pemerintahan daerahnya sedemikian rupa, sehingga para kepala dinas dan/atau pejabat setingkat kepala dinas, yang berada di bawah kontrol kekuasaannya, bisa dengan sukarela bersedia mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan masyarakat daerahnya yang lebih luas.

    Sebagai masyarakat pemilih, kita tentunya sangat mengharapkan proses Pilkada 2020 dapat memenuhi kriteria sebagai Pilkada yang berkualitas, yakni dimana  Pilkada yang diselenggarakan  berlangsung secara profesional, jujur, dan adil (jurdil), bertanggung jawab dan bersih dari segala bentuk kecurangan. Pada sisi lain, kontestasi Pilkada tidak hanya sekedar rutinitas memilih Kepala Daerah sebagai agenda demokrasi di daerah lima tahunan, namun Pilkada 2020 mestinya berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat daerah.

    Sebagaimana kita sadari bersama, bahwa kemajuan suatu daerah sangat tergantung kepada kualitas dan kompetensi pemimpin daerahnya, Memilih calon pemimpin daerah yang terbaik menjadi keniscayaan dan harus menjadi perhatian utama kita sebagai rakyat pemilih, yang akhirnya kita berharap di daerah akan lahir dan terlahir para kepala daerah yang mencatatkan prestasi gemilang bagi daerahnya dan rakyatnya.

    Momentum kontestasi demokrasi Pilkada serentak 2020 adalah sebuah momentum introspeksi jiwa dan nurani bagi kita sebagai rakyat di daerah dan sebagai pemilih dalam Pilkada 2020 untuk mampu menjelma diri menjadi pemilih yang cerdas sehingga mampu melahirkan pemimpin daerah yang berkwalitas, berkomptensi tinggi dan melahirkan Kepala Daerah bertipikal penerobos yang mampu membuat daerah kita berkemajuan, mampu mensejajarkan daerah yang dipimpinnya dengan daerah lain di negeri ini dan mendekatkan kita sebagai rakyatnya dengan kesejahteraan. Saatnya cerdas dalam memilih.

    Toboali, 18 November 2020



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.