Wafatnya Maradona dan Kenangan yang Pernah Ia Berikan pada Indonesia - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Maradona

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 26 November 2020 17:42 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Wafatnya Maradona dan Kenangan yang Pernah Ia Berikan pada Indonesia

    Wafatnya Maradona menjadi kehilangan besar bagi publik Argentina dan dunia Dia adalah simbol seniman sepak bola dunia. Hingga detik ini bakat, teknik, dan kemampuannya belum ada yang menandingi. Ia akan selalu dikenang, juga oleh Indonesia yang Timnas U-20 nya pernah berhadapan dengan tim Maradona di ajang Piala Dunia. Selamat jalan, Diego.

    Dibaca : 1.134 kali

    Setelah sepak bola Indonesia berduka karena kehilangan Legenda Timnas Ricky Yacobi pada Sabtu, 21 November 2020, Argentina dan dunia pun kini berduka. Argentina baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya, Diego Maradona, yang meninggal pada Rabu, 25/11, malam WIB. Legenda sepakbola Argentina itu mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung di rumahnya.

    Sebagai putra terbaik Argentina, kepiawian Maradona di lapangan hijau tak bisa dipungkiri. Pasalnya, dia mampu mengantar Timnas Argentina memenangi Piala Dunia 1986 di Meksiko.

    Dalam perhelatan itu, Maradona mampu mencetak lima gol dan menjadi top skor Argentina. Lebih dari itu, publik dunia yang menjadi saksi mata, tak akan lupa atas sihir Maradona yang mencetak gol indah dengan proses melewati lima pemain dan kiper lawan.

    Dalam laga melawan Timnas Inggris itu pun Maradona mendapatkan julukan 'Si Tangan Tuhan' setelah mencetak gol dengan tangan ke gawang Peter Shilton.

    Berkat keberadaan Mardona, Argentina mengunci gelar Piala Dunia 1986, dan hingga kini pencapian itu adalah gelar Piala Dunia terakhir yang bisa dimenangi Argentina.

    Karenanya, sebagai bentuk penghormatan terhadap Diego Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional. Presiden Argentina Alberto Fernandez juga mengunggah foto bersama Maradona dan mengungkapkan bahwa Maradona telah membawa Argentina ke tempat tertinggi di dunia, membuat bahagia. Maradona adalah yang terbaik dari semua. Terima kasih telah hadir dan kami akan merindukanmu di sisa hidup kami.

    Simbol seniman sepak bola dunia

    Wafatnya Maradona, memang menjadi kehilangan besar bagi publik Argentina. Namun atas kepiawainya mengolah si kulit bulat di lapangan hijau, Maradona juga milik dunia. Maradona adalah simbol seniman sepak bola dunia. Hingga detik ini, bakat, teknik, dan kemampuan Maradona belum ada yang mampu menyamai apalagi melebihi bahkan hingga Maradona pergi untuk selamnya. Dia telah menjadi legenda seniman sepak bola dunia abadi.

    Selama berkarir sebagai seniman sepak bola, karena teknik olah bolanya yang dibawanya sejak lahir mampu menghibur setiap penonton sepak bola baik di dalam stadion maupun di luar stadion di seantero dunia. Maradona ibarat artis atau selebritis yang keberadaannya di lapangan akan menjadi sorotan utama. Penonton selaliu menanti pertunjukkan Maradona dengan teknik dan skill-nya yang tinggi.

    Sepanjang hidupnya, Maradona pernah memperkuat klub-klub top Eropa, seperti Barcelona, Napoli, dan Seviila. Dia menjadi legenda Boca Juniors, klub raksasa Argentina. Sementara saat mengantar Argentina menjadi Juara Dunia 1986, prestasinya mencatatkan 91 caps dan menyarangkan 34 gol selama berseragam bersama La Albiceleste, julukan Timnas Argentina. 

    Kepergian Maradona adalah duka sepak bola dunia. Rasa duka pun tersurat seperti yang disampaikan oleh Federasi/Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) juga melepas kepergian sang mantan megabintang dengan kepedihan mendalam mengingat mendiang pernah membawa Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 serta Piala Dunia Usia Muda 1979.

    Sementara, Boca Juniors, klub Argentina yang dibela Maradona pada 1981-1982 dan 1995-1997, melepas kepergian legenda mereka dengan rasa terima kasih yang abadi.

    Dari Italia, Napoli mencuit, "Kami menangis dengan kepergian Diego. Rasanya seperti petinju yang dipukul KO. Kami begitu terkejut. Apa pun, engkau tetap di hati kami. Selamat jalan Diego,” demikian cuitan kubu Partenopei, julukan Napoli di Twitter, Kamis (26 November 2020).

    Selain itu, ungkapan bela sungkawa juga mengalir dari federasi, klub, pemain dan publik sepak bola di seluruh penjuru dunia.

    Maradona bagi Indonesia

    Legenda seniman sepak bola dunia, juga meninggalkan kesan yang tak akan terlupakan bagi Timnas U-20 dan publik sepak bola nasional. Meski saat itu Maradona menjadi aktor yang membikin pil pahit bagi Garuda Muda saat menghadapi timnas Argentina di Piala Dunia U-20 1979, tetap saja kenangannya sangat mahal.

    Indonesia yang pertama kali mampu tampil di turnamen ini saat masih bernama FIFA World Youth Championships pada tahun 1979, mengawali turnamen dengan menghadapi Argentina yang diperkuat Maradona. Saat itu dia sudah menjadi pemain muda penuh talenta dan menarik perhatian dunia.

    Timnas U-20 yang ketika itu diperkuat Endang Tirtana dan kawan-kawan harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak 0-5. Maradona mencetak dua gol, sedang tiga gol lainnya dibukukan Ramon Diaz. Langkah Garuda Muda pun akhirnya hanya menjadi juru kunci di turnamen tersebut.

    Namun, peristiwa FIFA World Youth Championships pada tahun 1979, tetaplah menjadi kenangan tersendiri. Sebab saat itu, saya dan publik sepak bola nasional yang menonton siaran langsung di televisi pun dapat melihat sosok Maradona muda yang luar biasa.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.