Perbedaan Rapid Tes dan Swab Antigen - Pilihan - www.indonesiana.id
x

rapid test dan swab test adalah dua jenis tes yang paling sering digunakan pada masa pandemi Covid-19

Fandy Syah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 September 2020

Minggu, 20 Desember 2020 19:28 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Perbedaan Rapid Tes dan Swab Antigen

    Mekanisme swab antigen dikatakan tidak terlalu berat dengan bahan kimia alias lebih sedikit dibandingkan tes PCR. Hasil swab antigen lebih cepat dibandingkan tes PCR, namun menurut Dr Aneesh Mehta hasilnya tidak terlalu sensitif. Jadi, sebaiknya bagaimana?

    Dibaca : 1.327 kali

    1. Usap antigen

    Antigen swab adalah penerapan uji Covid-19 dengan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Sampel diambil dengan tes swab atau tes usap sehingga mirip dengan pelaksanaan tes PCR.

    Dikutip dari Time, swab antigen bertujuan mencari protein yang terdapat di permukaan virus. Cara kerja yang berbeda dengan tes PCR yang mencari materi genetik pada virus corona penyebab Covid-19.

    Mekanisme swab antigen dikatakan tidak terlalu berat dengan bahan kimia alias lebih sedikit dibandingkan tes PCR. Hasil swab antigen lebih cepat dibandingkan tes PCR, namun menurut Dr Aneesh Mehta hasilnya tidak terlalu sensitif.

    Pimpinan layanan penyakit infeksi Emory University Hospital di Atlanta mengatakan, swab antigen berisiko memberi hasil false negative dan false positive. Risiko muncul jika reagen salah satu protein Covid-19 atau sama sekali melewatkannya.

    Menurut Dr Mehta, dokter akan menyarankan pasien tetap melakukan tes PCR usai swab antigen. Apalagi pada pasien yang hasilnya negatif tapi menunjukkan gejala atau berisiko terpapar Covid-19.

    2. Tes cepat

    Pelaksanaan rapid test biasa dilakukan lewat pengambilan sampel darah dari tubuh pasien. Perlengkapan rapid test akan mewujudkan protein antibodi dalam sampel tersebut.

    Antibodi adalah protein yang dibentuk sebagai bentuk perlindungan tubuh saat terinfeksi virus corona atau patogen lain. Artinya, tes cepat diterapkan pada yang pernah terinfeksi.

    Akurasi tes cepat berisiko tidak akurat bila dilakukan pada yang belum pernah terinfeksi virus Corona. Apalagi tiap orang memberi respon antibodi yang berbeda saat terinfeksi.

    Selain itu, menurut Dr Mehta antibodi yang terdeteksi sebetulnya untuk virus corona secara umum bukan spesifik COVID-19. Para ahli tidak bisa memastikan sampai kapan antibodi tersebut bisa melindungi masyarakat.

    "Sebetulnya banyak informasi yang bisa diperoleh dengan melakukan tes cepat setiap waktu. Namun deteksi antibodi tidak berarti tubuh terlindungi dari COVID-19. Tetap lakukan protokol kesehatan seperti yang lain," kata Dr Mehta.

    3. Uji PCR

    PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah untuk membaca kode genetik pada sampel untuk melihat keberadaan Covid-19. Tes PCR tercatat pada Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

    Tes PCR dilakukan dengan swab atau usap untuk mengambil sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganggap uji PCR sebagai uji standar emas Covid-19.

    Mekanisme uji PCR menggunakan sampel RNA Covid-19 yang disalin untuk membentuk pasangan DNA. Salinan diperbanyak dengan PCR hingga terbentuk banyak rantai DNA, yang biasanya perlu waktu 6 jam hingga dua hari.

    Tes PCR memang memberikan hasil paling akurat meski memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu, tes PCR hanya bisa dilakukan tenaga yang sudah terlatih karena penggunaan teknologi dan berbagai reagen.

    Waspada pasien tanpa gejala yang masih sangat berpotensi menular,  sehingga pandemik covid dapat kita hadapi bersama. 

    Beberapa hari yang lalu Presiden Jokowi mengumumkan pemberian vaksin sinovac gratis, terhadap seluruh masyarakat. Namun vaksin yang kini masih di kembangkan oleh Biofarma diharapkan dapat di produksi di dalam negeri sehingga pasokan vaksin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.