Dampak Online Learning di Daerah Terpencil - Analisa - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay

Nabilla Lutf

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2021

Rabu, 27 Januari 2021 07:04 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Dampak Online Learning di Daerah Terpencil


    Dibaca : 447 kali

    Situasi pandemi virus Covid-19 melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Sistem pembejalaran dan segala kegiatan yang seharusnya dilakukan tatap muka harus dialihkan menjadi pembelajaran online atau daring.

    Untuk mendukung agar pembelajaran daring dengan lacar, yang utama adalah tersedianya kuota dan kekuatan sinyal yang memadai. Di Indonesia, pemerintah mendukung kegiatan pembelajaran online dengan cara memberikan kuota subsidi yang dapat digunakan para siswa dan mahasiswa.

    Indonesia terdiri dari banyak kota besar juga daerah ataupun desa terpencil. Kondisi di kota besar cukup memadai dan mendukung kegiatan online. Meskipun kadang ada gangguan sinyal yang berdampak terhadap seluruh penggunanya. Di kota besar ada sinyal wifi dengan akses unlimited dan lebih menghemat dibanding mengggunakan paket data provider.

    Berbeda dengan desa terpencil atau daerah yang jangkauannya jauh dari kota. Jika dilihat dari segi infrastruktur dan kondisi sinyal, dapat dikatakan kurang memadai sehingga kurang mendukung pembelajaran online.

    Saat ini banyak mahasiswa ataupun pelajar rantau yang memilih kembali ke kampung halamannya.  Berdasarkan peristiwa-peristiwa yang ada di lingkungan sekitarpembelajaran online tidak begitu efektif dilaksanakan di daerah terpencil. Banyak kerugian-kerugian yang dialami, seperti sinyal tiba-tiba terputus saat penyampaian materi. Ini mengakibatkan terlewatnya materi tersebut.

    Kendala lain listrik tiba-tiba padam dikarenakan cuaca alam kurang mendukung dan infrastruktur yang kurang memadai. Hal tersebut sangat berdampak dari sisi akademik siswa maupun mahasiswa yang mengalami kendala tersebut. Memang dibutuhkan usaha dan tindakan pencegahan atas kendala tersebut. 

    Harapannya pandemi dapat segera berakhir dan segala kegiatan dilaksanakan seperti sediakala guna meminimalisir adanya berbagai macam kendala teknis.

     

    Penulis : Nabilla Putri Mahasiswa STISIP Widuri



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.