Sebenarnya, Apakah Indonesia Sudah Siap Menyambut Investor Asing? - Analisa - www.indonesiana.id
x

sumber gambar: freepik

Septi Yadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2021

Minggu, 28 Februari 2021 08:27 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sebenarnya, Apakah Indonesia Sudah Siap Menyambut Investor Asing?

    Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Indonesia telah menyiapkan seperangkat jurus untuk menyambut investasi penanaman modal asing dari investor. 

    Dibaca : 536 kali

    Untuk memutar roda perekonomian, Indonesia saat ini membutuhkan kucuran investasi salah satu penanaman modal asing (PMA) yang berasal dari investor luar negeri. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Indonesia telah menyiapkan seperangkat jurus untuk menyambut investasi penanaman modal asing dari investor. 

    Namun sayang, ketika segenap kebijakan seperti hadirnya insentif libur bayar pajak (tax holiday), pengusaha tak kunjung merealisasikan investasinya. Menurutnya, selama ini pengusaha selalu mengeluhkan sulitnya mendapatkan insentif. Pada akhirnya, insentif tersebut dikabulkan oleh pemerintah, namun investasi tak kunjung direalisasikan. 

    “Oleh sebab itu, sekarang kita sedang memanggil dan mengecek apa masalah dari perusahaan-perusahaan ini sehingga mereka belum menjalankan investasinya,” kata Bahlil. 

    Bahlil bahkan mengecam akan mencabut insentif libur bayar pajak (tax holiday) bagi perusahaan yang tidak kunjung direalisasikan investasinya. Dirinya juga mengkaji, kalau memang ada yang bisa terealisasi maka akan berjalan bersama-sama dengan pemerintahan. 

    Hal ini dikarenakan bakal ada 152 perusahaan dari China yang berpotensi bakal pindah ke Indonesia. Bahlil mengkonfirmasi hal tersebut, nantinya nilai investasi tersebut diproyeksikan mencapai US$ 67,33 miliar. Dirinya memperjelas, dari 152 perusahaan tersebut ada 16 perusahaan asal China yang bakal relokasi di Indonesia. 

    “Sebanyak 14 perusahaan memiliki intensi relokasi atau diverifikasi ke Indonesia. Ke-14 perusahaan ini hampir selesai, sebentar lagi akan diumumkan,” kata dia. 

    Bahlil menilai bahwa betapa pentingnya kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan. Karena bagaimanapun pengusaha ini penting, sebab, mereka adalah pahlawan devisa dan pahlawan pencipta lapangan kerja.

    “Tapi, kami juga harus tertibkan yakni dengan menegaskan kembali keseriusan mereka melakukan penanaman modal asing ke Indonesia,” tuturnya. 

    Bagaikan orang tua yang mengabulkan keinginan seorang anak, pemerintah Indonesia hadir begitu tegar untuk memudahkan investasi mengalir ke Indonesia. Berbagai kebijakan yang memudahkan hadirnya investasi telah dikabulkan pemerintah. Ini semua bermuara pada kesuksesan ekonomi negara. Sekarang, giliran pebisnis dan investor yang menunjukkan niat sungguh-sungguhnya, benar bukan?







    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.