Bilakah Indonesia Seperti Finlandia, Menjadi Negara Terbahagia dan Terbaik Pendidikannya? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Finlandia

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 23 Maret 2021 11:57 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Bilakah Indonesia Seperti Finlandia, Menjadi Negara Terbahagia dan Terbaik Pendidikannya?

    Sebagai negara terbaik di dunia dalam bidang pendidikan, maka signifikan pula menjadi negara paling bahagia di dunia. Itulah Finlandia.Negara lain pun turut meneladani apa yang dilakukan Finlandia hingga menjadi negara terbaik dalam bidang pendidikan, pun menjadi negara paling bahagia.

    Dibaca : 323 kali

    Sebagai negara terbaik di dunia dalam bidang pendidikan, maka signifikan pula menjadi negara paling bahagia di dunia. Itulah Finlandia. Negara lain pun turut meneladani apa yang dilakukan Finlandia hingga menjadi negara terbaik dalam bidang pendidikan, pun menjadi negara paling bahagia.

    Bila negara lain mencoba belajar dan meneladani Finlandia dari apa yang membuat mereka berhasil, terlebih Finlandia juga sangat terbuka dan tak menutup diri untuk berbagi tentang keberhasilannya, lalu berbagai acuan dan model tentang mengapa mereka berhasil pun telah tersebar di berbagai media massa dunia termasuk Indonesia.

    Sayang, sepertinya bagi stakeholder Indonesia yang sewajibnya berkepentingan belajar dan meneladani Finlandia dari sisi pendidikan dan mengapa menjadi negara paling bahagia, contoh-contohnya mungkin hanya berhenti sebagai bacaan yang tak bermakna.

    Sejauh mana, Kementerian Pendidikan dan Menterinya belajar tentang pendidikan di Finlandia mengapa menjadi negara terbaik dalam bidang pendidikan?

    Sejauh mana para pemimpin di negeri ini sadar diri dan tak terus rakus ambisi kekuasaan tak memikirkan rakyat bahagia seperti di Finlandia?

    Rasanya bicara pendidikan dan rakyat bahagia di Indonesia, entah akan sampai kapan, semua hanya mimpi di siang bolong dan sekadar utopia. Dan, rakyat Indonesia terus saja menjadi pembaca berita tentang negara-negara lain yang maju seperti Finlandia yang terbaik di pendidikan dan rakyatnya bahagia.

    Finlandia negara bahagia

    Dikutip dari Mint, Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Luar biasanya, di tahun 2021 adalah keempat kalinya Finlandia mendapatkan titel tersebut.

    Bahkan menurut para penulis studi yang dipaparkan Mint, selama pandemi corona, Finlandia tetap berada di peringkat tertinggi, sebab mereka saling melindungi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat. Hal ini melanjutkan tradisi sejak laporan ini dikeluarkan pertama kali pada 2018, Finlandia terus tercatat sebagai negara paling bahagia.

    Hal tersebut terjadi atas survei yang mengukur kebebasan dan kepuasan pribadi individu terhadap kehidupannya masing-masing. Survei menggunakan data dari 149 negara bersama dengan ukuran PDB, tingkat dukungan sosial, dan persepsi korupsi.

    Hasilnya, Finlandia unggul dalam layanan publik kelas dunia yang tenang, tingkat kejahatan yang rendah, dan tingkat kepercayaan terhadap pemerintah yang tinggi. Selain itu, tak ada orang yang tinggal di jalanan. Tak ada pengangguran, layanan kesehatan sangat berfungsi.

    Dilaporkan juga, selama musim dingin yang panjang, sempat juga membuat negara ini memiliki tingkat konsumsi alkohol dan bunuh diri yang tinggi. Namun, upaya kesehatan masyarakat selama satu dekade telah membantu menurunkan angka tersebut hingga lebih dari setengahnya.

    Resep bahagia Finlandia

    Lebih dari itu, ternyata resep utama dari kebahagiaan yang dialami Finlandia adalah terbentangnya alam yang luas dan menenangkan. Sebab, Finlandia merupakan negara dengan deretan hutan yang rimbun dan ribuan danau.

    Selain itu, ada pemandian uap tradisional yang tersedia di berbagai penjuru negara. Karenanya, kunci dari titel bahagia dari orang Finlandia adalah pergi ke alam bebas, dengan deretan hutan dan ribuan danau, serta pemandian uap tradisional.

    Kebahagian lainnya adalah masakan Finlandia yang sebelumnya pernah begitu diejek karena rasanya yang hambar. Kini, para pemilik restoran justru memuji kesederhanaan dan bahan-bahan alami dari masakan Finlandia.

    Itulah yang melengkapi Finlandia sebagai negara terbahagia di dunia. Yang diikuti oleh Denmark di posisi kedua, dilanjutkan Swiss, Islandia, dan Belanda. Indonesia kira-kira urutan berapa dan siapa yang bahagia?

    Di bidang pendidikan


    Sebagai negara terbahagia di dunia, apa rahasia lainnya? Tak lain dan tak bukan, karena Finlandia juga sebagai negara terbaik dalam bidang pendidikan. Maka, antara pendidikan yang berhasil, membuat manusianya berkarakter, cerdas intelegensi dan emosi, bahagia adalah akibatnya.

    Sebaliknya, bila pendidikan gagal, maka manusianya tak cerdas intelegensi dan tak cerdas emosi, penderitaan adalah akibatnya, seperti negeri +62, karena pemimpinnya juga gagal dan seperti tak terdidik serta tak layak diteladani.

    Coba lihat Finlandia yang selalu dirujuk menjadi barometer keberhasilan pendidikan  sebuah negara.
    Mereka memberikan perhatian sangat besar pada pendidikan awal atau dasar atau pondasi, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD).

    Selanjutnya, sebelum siswa Finlandia belajar pengaturan waktu mereka, mereka belajar dulu bagaimana menjadi anak-anak; cara bermain satu sama lain, cara bersosialisasi, termasuk cara memperbaiki luka emosional.

    Dirangkum dari tulisan World Econimic Forum dan Insider, beberapa penerapan sistem pendidikan yang membuat Finlandia unggul dalam pendidikan global adalah

    Pertama, persaingan tidak penting.
    Kedua, guru profesi paling dihormati.
    Ketiga, mendengarkan penelitian.
    Keempat, tidak takut eksperimen.
    Kelima, waktu bermain penting.
    Keenam, PR siswa sangat sedikit
    Ketujuh, PAUD gratis dan berkualitas.

    Dari ketujuh hal yang membuat pendidikan Finlandia unggul tersebut, yang wajib diperhatikan oleh Indonesia semisal Finlandia telah menemukan persaingan antarsekolah tidak menghasilkan siswa sukses bila dibandingan kerja sama antarsekolah.

    Finlandia juga tidak memiliki sekolah swasta. Setiap lembaga akademik di negara ini didanai melalui biaya publik atau negara. Lalu, para guru dilatih untuk mampu membuat penilaian siswa sendiri menggunakan tes standar nasional atau internasional.

    "Tidak ada kata untuk akuntabilitas dalam Bahasa Finlandia," kata pakar pendidikan Pasi Sahlberg kepada audiens di Teachers College of Columbia University.

    Dan, guru dipercaya dapat melakukan kinerja lebih baik tanpa harus termotivasi untuk saling berkompetisi.

    Selain itu, guru adalah profesi paling dihormati. Guru di Finlandia tidak dibayar rendah, bahkan lebih tinggi dibanding di Amerika Serikat. Pasalnya, untuk menjadi seorang guru di Finlandia, para calon harus terlebih dahulu menerima setidaknya gelar magister (S2) dan menyelesaikan pendidikan profesi seperti halnya pendidikan profesi kedokteran.

    Tidak mengherankan guru di sana mengajar di sekolah dasar yang berafiliasi atau berdampingan dengan universitas. Para guru pun dapat diandalkan untuk melakukan penelitian pedagogis (pengajaran) terbaik tentang pendidikan.

    Apakah Mas Nadiem Menteri pendidikan kita sudah benar-benar mempelajari khususnya menyoal sekolah swasta/negeri dan menyoal standar profesi guru ini?

    Kira-kira kapan mimpi Indonesia pendidikannya tidak terpuruk dan rakyatnya tidak terus menderita? Tidak muluk-muluk, ayolah buat pendidikan di Indonesia tidak tercecer dan terpuruk, minimal dapat bersaing, sebab mustahil akan bisa seperti Finlandia yang rakyatnya malah sudah bahagia.

    Memang Finlandia hanyalah negara yang luasnya hanya seukuran salah satu provinsi di Indonesia. Penduduknya pun juga setara salah satu provinsi di Indonesia, namun jangan itu yang selalu dijadikan alasan oleh para pemimpin kita jangan membandingkan Indonesia yang luas dengan Finlandia.

    Bila begitu, Indonesia memang bangga dengan luas wilayah dan banyaknya jumlah penduduk saja, tapi tak mampu membikin rakyat maju pendidikannya dan lepas dari penderitaan. Jadi, untuk apa negara ini ada? Untuk apa luas wilayah dan banyak penduduk bila pendidikan terus terpuruk dan rakyat tak pernah bahagia? Untuk apa?

    Sementara Indonesia hanya dinikmati oleh partai politik, elite partai, dinasti, dan oligarki, yang berkolaborasi dengan taipan dan cukong untuk kepentingan mereka sendiri, rakyat tetap dibodohi dan menderita.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.