Perkataan Hasan al-Bashri - Analisa - www.indonesiana.id
x

Nikmat Allah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2020

Kamis, 1 April 2021 21:26 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Perkataan Hasan al-Bashri

    Perkataan Hasan al-Bashri yang merupakaan tabiin dan ulama terkenal pada zamnnya.

    Dibaca : 219 kali

    Hasan al-Bashri adalah anak dari seorang budak hasil rampasan perang yang bernama Yassar dari daerah Maisan (sebuah daerah yang luas antara kota bashrah dan Wasith, yang dikenal subur dengan pepohonan kurma dan memiliki banyak desa). Dan nama ibu beliau adalah khairoh yang menikah dengan ayahnya dan melahirkannya dua tahun terakhir dari masa kekhalifahan Umar bin al-Khatab yang kelak akan menjadi ulama besar pada zamannya. Dan Allah berkati dengan doa para sahabat yang pada saat itu Khalifah Umar bin al-Khatab berdo’a “Ya Allah jadikan anak ini orang yang faqih dalam urusan agama, dan jadikan ia orang yang dicintai manusia”.

    Dan Allah menambahkan keberkahan padanya dengan regukan air susu dan asuhan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tumbuh dan berkembang di lautan ilmu yang masih diberi kesempatan Allah untuk bertemu dengan para sahabat nabi yang menjadikan ia salah satu dari golongan tabi’in. Di situlah lahirlah ulama besar dan mujahid pemberani yang gagah dan berwibawa seperti Umar bin al-Khatab. Dan beliau wafat pada hari khamis ba’da ashar pada bulan rajab tahun 110 H di kota bashrah.

    Beliau dikenang dengan perkataan-perkataan yang mampu menggerakan hati manusia untuk mendekat pada tuhannya atas izin-Nya. Dan ini adalah perkataan beliau yang menggugah hati siapa yang mendengarnya:
    "المؤمن تلقاه الزمان بعد الزمان بأمر واحد، ووجه واحد، ونصيحة، واحدة، وإنما يتبدل المنافق ليستأكل كل يوم. المؤمن صدق قوله فعله وسره علانيته ومشهده مغيبه. ولا يزال العبد بخير مادام له واعظ من نفسه وكانت الفكرة من عمله والذكر من شأنه والمحاسبة من همته. ولا يزال بشر ما استعمل التسويف، واتبع الهوى، ورجح في الأماني.

    Seorang manusia ketika berubah menjadi seorang muslim dengan mengakui Allah sebagai tuhannya dan nabi muhammad sebagai utusannya, maka ketika dia sudah melihat kebenaran dan tertanam didalam dirinnya sebuah prinsip yang kuat walaupun dihadapkan dengan berbagai keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya, ia akan berpegang teguh pada padanya. Berbeda dengan orang munafiq yang hanya menampakkan keislamannya dan kebaikannya di hadapan manuusia, tetapi mau melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya walaupun melanggar perintah-Nya.

    Seorang hamba masih berada di dalam kebaikan selama memiliki janji untuk taat dan istiqomah dari dalam dirinya, serta ketika setiap pemikirannya yang hebat terimplementasikan dengan sebuah amalan dan karya-karyanya, dan seorang hamba masih berada di dalam kebaikan selama dzikir kepada-Nya merupakan rutinitasnya, serta muhasabah terhadap apa yang akan ia lakukan dan apa yang sudah ia lakuakan merupakan prioritasnya.

    Dan seorang hamba berada didalam keburukan ketika dia selalu menunda-nunda perbuatan baiknya, ketika selalu lalai dengan di dalam melakukan pekerjaannya, selalu mengikuti hawa nafsunya, dan ketika selalu membenarkan angan-angannya yang tak mungkin tercapai dengan berediam diri tanpa melakukan sesuatu apapun.
    يا بن آدم نهارك ضيفك فأحسن إليه فإنك إن إحسنت إليه ارتحل يحمدك وإن أحسنت إليه ارتحل يذمك و كذلك ليلك. إنما إنت إيها الإنسان عدد إذا مضى لك يوم فقد مضى بعضك.
    Wahai bani adam! Siangmu itu seperti tamumu yang ketika kau muliakan, maka ia akan memujimu. Begitupun juga malammu.Maka muliakanlah dengan memafaatkan waktu sebaik-baiknya dan beramal sebanyak-banyaknya. Dan sesungguhhnya engkau wahai manusia! Kamu itu cuma kumpulan beberapa hari. Jika berlalu harimu maka hilanglah sebagian dari dirimu.
    يا عجبا لقوم قد أومروا بالزاد، وأوذنوا بالرحيل، وأقام أولهم على آخرهم، فليت شعري ما الذي ينتظرون؟! اجعل الدنيا كالقنطرة تجوزعليها ولا تعمرها.
    Saya itu heran dengan kaum yang sudah diperintahkan untuk berbuat taat dan dikabarkan kematian itu akan datang. Dan sudah banyak yang mendahului mereka dengan meninggalkan kehidupan tanpa berbuat taat sama sekali, karena kematian yang datang tanpa di sangka-sangka. Jadi sebenarnya apa yang sedang mereka tunggu? Jadikanlah dunia itu seperti sebuah jembatan yang kau lewati untuk menggapai tujuan bukanlah untuk dijadikan sebagi tempat tinggal
    من أخلاك المؤمن قوة في الدين وحرص على علم وبر في استقامة وقناعة على فقر وفقه في يقين وكسب في خلال"
    Akhlak seorang mu’min berpegang teguh pada agamannya, bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu, istiqomah dalam menjalaninya, berlapang dada terhadap hidup yang serba kekurangan, paham dan yakin terhadap agamanya, dan bekerja di waktu luang untuk dirinya mencukupi kebutuhan dirinya”.
    Itulah perkataan hasan al-basri dan semoga kita bisa mengambil manfaat dari perkataanya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.