x

Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi Terbitkan Modul Kelurahan Siaga Aktif

Iklan

CISDI ID

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 September 2020

Jumat, 16 April 2021 07:23 WIB

Tim PUSPA Terbitkan Modul Kelurahan Siaga Aktif, Bantu Masyarakat Tangani Pandemi

Baru sebulan bertugas efektif di wilayah penempatan, Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede, Kota Bekasi, menerbitkan Modul Kelurahan Siaga Aktif sebagai media informasi penerapan Program Kelurahan Siaga Aktif. Kelurahan Siaga Aktif adalah konsep kesehatan masyarakat ketika penduduk kelurahan bisa mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar. Lantas, apa yang dimaksud dengan Kelurahan Siaga Aktif?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tim PUSPA yang bertugas di Puskesmas Pondok Gede, Kota Bekasi, terbitkan Modul Kelurahan Siaga Aktif untuk bantu penanganan pandemi Covid-19. (Sumber gambar: Dok. CISDI)

Kota Bekasi, 15 April 2021 – Baru sebulan bertugas efektif di wilayah penempatan, Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede, Kota Bekasi, menerbitkan Modul Kelurahan Siaga Aktif sebagai media informasi penerapan Program Kelurahan Siaga Aktif. Kelurahan Siaga Aktif adalah konsep kesehatan masyarakat ketika penduduk kelurahan bisa mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar.

Dalam Kelurahan Siaga Aktif masyarakat diharapkan mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) serta dengan mandiri menerapkan surveilans berbasis masyarakat (SBM). Dua poin ini penting karena penanganan wabah tidak bisa hanya bertumpu pada upaya kuratif pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Modul ini terbagi dalam dua bagian yang masing-masing saling melengkapi. Bagian pertama menerangkan konsep Kelurahan Siaga Aktif, sementara bagian kedua menjelaskan bidang-bidang Kelurahan Siaga Aktif beserta tugasnya.

Bidang-bidang          

Kendati Pembina Kecamatan dan Pembina Puskesmas mengomandoi pelaksanaan program ini, struktur organisasi Kelurahan Siaga Aktif terbagi atas beragam bidang, mulai dari bidang kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, surveilans, KIA, gizi, hingga kegawatdaruratan. 

Bidang kesehatan lingkungan berfungsi mendata dan memetakan kondisi kesehatan lingkungan terkait sarana air bersih (SAB), jamban keluarga, hingga kehadiran rumah sehat. Bidang promosi kesehatan bertugas membentuk jejaring promosi kesehatan yang terdiri atas tokoh masyarakat setempat. 

Bidang surveilans bertanggung jawab terhadap respons cepat pelaporan kasus, termasuk di antaranya mencegah dan menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Bidang gizi bertugas melaksanakan pendataan dan pemetaan kadar gizi. Bidang kegawatdaruratan bertugas memetakan wilayah rawan hingga mensosialisasikan kegawatdaruratan bencana. 

Terakhir, bidang kesehatan ibu dan anak bertugas mendata dan memetakan ibu hamil, melaksanakan edukasi publik, serta memastikan semua ibu hamil memiliki buku KIA dan kelengkapan administratif lainnya.

“Peran Kelurahan Siaga Aktif sangat penting karena mereka tidak hanya menangani permasalahan Covid-19 saja, tapi permasalahan kesehatan lain. Ada divisi-divisi yang memang menjadi perpanjangan tangan puskesmas,” tutur Deni Frayoga, Program Officer PUSPA.

Dari Kebingungan 

Walaupun mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat, penerbitan modul ini bermula dari kebingungan. “Awalnya kami bingung, namun setelah konsultasi dengan pihak puskesmas, kami berinisiatif membentuk kelurahan siaga aktif agar program-program PUSPA berjalan,” tutur Putri perwakilan Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede.

Ke depan, kelurahan siaga aktif memiliki dua fokus kegiatan kesehatan, yaitu surveilans berbasis masyarakat (SBM) dan promosi kesehatan (Promkes). “Selama 6 bulan pertama diharapkan adanya penurunan kasus dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Setelah 6 bulan diharapakan setiap divisi aktif melaksanakan kegiatan masing-masing.” 

Putri juga sangat mengapresiasi pemimpin daerah setempat. Selama proses perancangan modul dan program, Kelurahan setempat telah menerbitkan SK, memfasilitasi tempat kegiatan, hingga menjadi penghubung tim dengan puskesmas setempat. “Kami sangat mengapresiasi niat baik dari pihak Kelurahan,” ujarnya kembali.

Tim PUSPA

Sejak diberangkatkan secara resmi pada 16 Maret lalu, Tim PUSPA telah melalui serangkaian proses assessment awal sebelum melaksanakan implementasi kegiatan. “Kehadiran modul ini adalah salah satu bentuk implementasi tugas Tim PUSPA di wilayah penempatan,” tegas Deni kembali.

Deni mengakui Tim PUSPA telah banyak menerapkan berbagai inisiatif serupa di berbagai wilayah penempatan. “Di Tasikmalaya juga ada Desa Siaga Aktif di Puskesmas Sariwangi dan di Karawang di Puskesmas Rengasdengklok.”

Namun, peluncuran modul ini juga suatu keistimewaan lantaran melibatkan pihak puskesmas dan masyarakat secara langsung dalam proses penyusunannya. “Modul ini sangat berguna dalam membangun strategi surveilan berbasis masyarakat (SBM) di tingkat akar rumput.” 

Penyusunan modul hanya salah satu bentuk aktivitas Tim PUSPA di wilayah penempatan, ke depan, Deni menjelaskan, tim juga akan giat bertugas melaksanakan edukasi publik, membantu proses pelacakan kasus, hingga mendorong proses vaksinasi terselenggara dengan baik. “Tim akan bertugas semaksimal mungkin agar upaya penanganan wabah berlangsung holistik,” ujarnya menutup percakapan. 

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

  

Amru Sebayang

Ikuti tulisan menarik CISDI ID lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu