Ahli Mikrobiologi UEU: Waspadai Tiga Varian Virus Covid-19 Baru yang Berbahaya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Covid-19 Banyak menginfeksi orang-orang di seluruh dunia.

Khairur Rasyid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2019

2 hari lalu

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Ahli Mikrobiologi UEU: Waspadai Tiga Varian Virus Covid-19 Baru yang Berbahaya

    Lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah pasca Libur Idul Fitri kembali terjadi. Wakil Menteri Kesehatan Dr. Dante Saksono, mengungkapkan beberapa varian virus penyebab Covid-19 yang termasuk kategori berbahaya atau variant of concern telah menyebar secara lokal di beberapa daerah di Indonesia.

    Dibaca : 230 kali

    Profesor Maksum Radji


    Lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah pasca Libur Idul Fitri kembali terjadi. Wakil Menteri Kesehatan Dr. Dante Saksono, mengungkapkan bahwa beberapa varian virus penyebab COVID-19 yang termasuk dalam kategori berbahaya atau variant of concern telah menyebar secara lokal di beberapa daerah di Indonesia.

    Guru Besar bidang Mikrobiologi dan Bioteknologi dari Prodi Farmasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul Jakarta, Prof. Dr. Maksum Radji, M.Biomed., Apt., berpendapat bahwa kaitan merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini, termasuk di salah satu wilayah di Jawa Timur yakni pulau Madura, kemungkinan besar tidak terlepas dari adanya transmisi lokal beberapa varian SAR-COV-2.

    "Sebetulnya sejak Januari 2021, Kemenkes RI telah menyatakan ada tiga varian yang termasuk katagori variant of concern diantaranya adalah varian Alpha, varian Beta dan varian Delta telah terdeteksi di beberapa daerah di Indonesia. Jadi apa yang ditemukan oleh ITD (Institute of Tropical Disease ) merupakan konfirmasi dari pernyataan Kemenkes RI, agar kita perlu terus waspada dan hati-hati," ucapnya.

    Maksum menegaskan bahwa ketiga varian tersebut, baik varian Alpha maupun varian Beta dan varian Delta, telah terbukti menyebabkan peningkatan penularan, penyakit, meningkatkan keparahan penyakit, dapat mempengaruhi efektivitas vaksin, dan penurunan efektivitas pengobatan, serta berdampak pada sensitivitas deteksi.

    Terhadap ketiga varian yang termasuk dalam katagori variant of concern ini, kata Maksum, diperlukan tindakan yang tepat, untuk pengendalian penyebarannya, dengan cara meningkatan 3T (testing, tracing, treatment), dan genomic surveillance. .

    "Penyekatan mobilitas penduduk dan kegiatan pemeriksaan melalui rapid test antigen virus CovidD-19 yang dilakukan di jembatan Suramadu merupakan langkah yang tepat sebagai upaya untuk mendeteksi dan mengetahui sebaran kasus Covid-19 di Madura, serta meminimalisir penyebarannya di Surabaya dan sekitarnya," ucap Maksum.

    Selain itu, Maksum melanjutkan kesadaran masyarakat untuk membatasi mobilitasnya, dan kewajiban untuk terus mematuhi protokol kesehatan, serta bagi mereka yang memiliki gejala Covid-19, perlu segera melaporkan ke institusi Kesehatan setempat.

    "Kita juga harus mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan yang telah mengirimkan sebanyak 30 alat ventilator ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dan menugaskan sejumlah tenaga kesehatan untuk membantu penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan," tuturnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.